
Yesica berjalan menghampiri Devano yang sedang duduk di kursi kebesarannya, Devano langsung menyambut istri kecilnya itu dan menariknya dalam pangkuannya.
“Apakah mereka selalu membuatmu kesal seperti itu?” tanya Devano membuat Yesica terkejut dan bertanya-tanya dari mana suaminya itu tahu.
“Lihatlah.” Devano menunjukkan layar laptopnya yang menampakkan gambar dari divisi tempatnya berada tadi, ia memutar reka ulang saat Yesica masih berada di tempat tersebut lengkap dengan suaranya.
“Kau mengetahui semuanya?” seru Yesica betanya, ia tak menyangka kalau suaminya itu ternyata mengetahui apa yang terjadi di ruangan tersebut.
“Seluruh kantor ini dipasang CCTV yang sudah menggunakan perekam suara juga, Sayang. Jadi, apa pun yang semua orang lakukan aku bisa mengetahuinya, kecuali kamar istirahat milikku dan toilet,” sahut Devano menjelaskan, Yesica hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
“Apakah kau ingin membalas mereka?” tanya Devano selanjutnya.
“Tidak, biarkan saja mereka, toh Mbak Linda tak akan mendapatkan apa yang ia inginkan karna yang diinginkannya sudah menjadi milikku seutuhnya,” sahut Yesica mengalungkan tangannya pada leher Devano.
__ADS_1
“Kau sudah mulai nakal yah,” seringai Devano.
“Karena kau, aku jadi nakal,” balas Yesica, Devano langsung memagut bibir ranum istri kecilnya itu, beruntung Kris tak ikut masuk ke dalam ruangan Bosnya itu, atau nanti ia akan izin pulang cepat karena tergoda olah pemandangan live 18+ yang nanggung .
***
Beberapa minggu berlalu, desain yang dikerjakan Yesica pun selesai, desain yang sesuai hati Yesica karena ia yang akan mengenakannya nanti saat pernikahannya. Devano memang menyuruhnya membuat desain perdananya untuk dikenakannya nanti. Pernikahan Yesica dan Devano kini hanya tinggal satu minggu lagi, persiapan sudah delapan puluh lima persen selesai dikerjakan oleh Kris, Lucas, Boy dan Chelsea, sepasang mempelai hanya terima beresnya saja.
Selama satu minggu sisa waktunya, Chelsea dan Vivi diminta untuk menemani Yesica untuk selalu perawatan atau hanya sekedar jalan-jalan. Sedangkan Devano menyelesaikan pekerjaannya yang masih tersisa sebelum hari pernikahannya berlangsung. Sebab, setelah nikah nanti, Devano ingin menikmati masa penganti barunya beberapa hari tanpa diganggu oleh pekerjaan meski sebenarnya ia dan Yesica sudah bukan pengantin baru yang masih fresh.
“Itu tandanya dia cinta sama kamu, Beb. Ingin kamu terlihat fresh saat hari pernikahanmu nanti,” sahut Chelsea memberi tahu.
“Dia ingin aku terlihat fresh dan cantik, tapi dia sendiri malah sibuk dengan pekerjaannya terus sampai terkadang di rumah pun masih mengerjakan pekerjaannya,” lagi Yesica menggerutu pasal Devano yang selalu sibuk di rumah dengan pekerjaannya meski sudah larut malam, terkadang Devano akan tidur menjelang pagi dan pekerjaannya selalu dibawa ke rumah.
__ADS_1
“Dia ingin bersantai dan tak ingin disibukkan oleh pekerjaan setelah menikah nanti, Beb, makanya semua pekerjaannya dia selesaikan sebelum hari pernikahannya berlangsung. Dan juga, Vano sudah tampan dari sananya, jadi ia tak memerlukan perawatan lagi meski umurmu dan dia berbeda cukup jauh, tapi ketampanannya membuat kalian sangat serasi,” jelas Chelsea kembali.
“Aku setuju dengan Nona Chelsea, semua yang dilakukan Tuan Vano saat ini, demi untuk bersama denganmu setelah menikah nanti, demi untuk meluangkan waktu berdua saja denganmu nantinya tanpa ada pekerjaan yang mengganggunya. Dan juga yang dikatakan oleh Nona Chelsea benar, Tuan Vano memang tampannya maksimal meski umurmu dengannya berbeda jauh kalian terlihat sangat serasi,” kini Vivi ikut bersuara, Chelsea menganggukkan kepalanya setuju.
“Lalu, kapan kau dan Tuan Lucas akan segera melangkah ke pelaminan?” skak mat, Vivi terdiam seketika kala Yesica bertanya hal itu. “Kau dan aku sama, pria yang kita cintai memiliki umur yang jauh berbeda dengan kita, dan kau kapan akan meresmikannya? Apakah kau tak kasihan menyiksanya setiap malam yang tidur bersama denganmu?” lagi Vivi dibuatnya membeku.
“Kau mengetahuinya?” tanya Vivi lirih.
“Hm, aku tahu kalau Tuan Lucas tinggal di tempat tinggalku bersama denganmu dan kalian sudah tidur bersama dalam satu kamar, bahkan dalam satu ranjang,” sahut Yesica menjawab apa yang diketahuinya, Chelsea dibuat terkejut oleh hal itu.
“Tapi aku dan dia tak melakukan apa pun, Yes, sumpah.” Vivi mengangkat tangan kanannya dan menekuk jarinya membentuk huruf V.
“Aku tahu kalau dia tak melakukan hak itu padamu, tapi yang jadi pertanyaanku, apakah kamu tak kasihan menyiksanya sepeti itu? Dia pria dewasa yang normal, usianya sudah matang untuk memiliki hubungan yang lebih ke jenjang pernikahan, dia sudah dengan sabarnya menahan hasr*tnya padamu dan tak melakukan hal itu padamu karena tak ingin menyakitimu, itu sudah perjuangan yang patut kau beri hadiah dengan cara menerima lamaran pernikahannya. Bukankah dia sudah memintamu untuk menjadi istrinya?” sahut Yesica yang mengetahui semuanya dari suaminya, Lucas memang tak mengatakan apa pun pada Devano, tapi Devano tahu seperti apa anak buahnya sekaligus sahabatnya itu, ia tak akan mungkin melakukan hal yang akan membuat wanitanya terluka dan akhirnya membencinya, berbeda dengan Kris dan Chelsea yang sama-sama menginginkan hal itu, begitu juga dengan Boy yang notabenenya seorang petualang cinta atau biasa disebut dengan cassanova.
__ADS_1
“Aku juga akan memberikan usulan yang sama dengan yang dikatakan oleh Yesica, beri jawaban padanya, sudah cukup kau untuk melihat bukti cintanya padamu. Lucas bukan tipe pria yang suka bermain dengan banyak wanita, dia bukan pria breng*sek, dia pria baik-baik, maka dari itu aku dulu sangat mencintainya dan tergila-gila padanya. Tapi sekarang, rasa cinta itu sudah hilang berganti dengan nama Kris dalam hatiku, jadi kamu bisa tenang karena aku tak akan merebut Lucasmu.” Chelsea ikut memberikan saran sambil menggoda Vivi.