
Yesica menatap wajah Devano dengan begitu lekat. “Kapan kau akan berniat menikahiku? Aku sudah siap jika memang kau ingin segera kita menikah resmi. Aku sudah menjadi istrimu, jadi apa lagi yang harus kutunggu lagi sedangkan kuliahku juga sebentar lagi selesai,” ucap Yesica yang ternyata setuju untuk menikah resmi dengan Devano.
“Serius?” tanya Devano yang tak menyangka istri kecilnya tak akan menolak, mengingat kuliahnya yang belum selesai.
Yesica meraih tangan Devano yang masih memegang dagunya, ia memeluk tubuh itu, kepalanya ia selusupkan pada dada bidang polosnya, terhirup aroma maskulin yang menenangkan dari tubuh suaminya meski sudah berkeringat akibat adegan panas yang telah mereka lakukan beberapa jam lalu.
“Apakah aku terlihat sedang bercanda? Tentu aku serius, jika aku tak serius, lalu hubungan kita selama ini apaan? Jika aku melepaskan kamu begitu saja, berarti aku gadis bod*h. Mengingat banyak sekali wanita yang mengejarmu di luar sana hingga mereka bersedia dengan suka rela menjadi simpananmu,” ucap Yesica meyakinkan suaminya itu, ia tahu kalau Devano saat ini sedang cemburu dan gelisah dengan kemunculan Riyan yang berani mendekati dirinya di depan matanya sendiri.
“Baiklah kalau begitu, aku akan meminta Kris untuk menyiapkan semuanya. Aku akan mengadakan pesta pernikahan yang paling megah dan meriah untuk menyambut Nyonya muda keluarga Hanoraga. Mereka harus tahu kalau Bos besar dari Emerald Jewelry sudah memiliki istri,” seru Devano dengan begitu bahagianya.
“Terserah kau saja, aku hanya akan menurut dengan suamiku ini karena seluruh hidupku dan juga hatiku sudah kuberikan padamu, tak ada alasan lagi bagiku untuk menolaknya,” sahut Yesica yang menurut saja apa kata suaminya, ia sudah memutuskan untuk menyerahkan seluruh hatinya pada suaminya itu setelah banyak perhatian dan rasa cinta yang ia dapatkan dari Devano, sungguh sangat bod*h jika ia masih mengharapkan Riyan akan benar memperjuangkan cintanya padanya dan merelakan kekayaan keluarganya hanya demi gadis yang tak memiliki apa-apa seperti dirinya ini.
__ADS_1
Devano mengurai pelukannya, ia menatap wajah istrinya dengan lekat. “Apakah kau benar-benar sudah mencintaiku?” tanya Devano meminta jawaban pasti.
“Hm, aku mencintaimu, aku mencintai suamiku yang tua ini,” sahut Yesica dengan menambahkan kata tua untuk Devano.
“Yah aku memang tua, aku menyadari itu, umur kita terpaut sangat jauh, tapi aku harap kau tak akan malu bersanding dengan pria tua ini,” ucap Devano yang tak mengingkari jika ia memang sudah tua.
“Untuk apa aku malu, lagi pula aku tak pernah peduli dengan apa yang akan mereka katakan tentangku. Hidup ini aku yang menjalaninya, mengapa aku harus malu dengan apa yang akan dikatakan oleh orang. Sudah malam, sebaiknya kita tidur, besok akan banyak pekerjaan dan kau sudah berjanji akan menempatkanku di bagian desainer,” ajak Yesica untuk tidur.
“Jika kamu tak memindahkan aku ke tempat yang semestinya, maka aku akan magang di tempat lain.” Yesica merajuk membuat Devano terkekeh dan mengeratkan pelukannya.
“Baiklah, aku tak akan bisa menang jika bicara dengan Nyonya Vano sekarang.”
__ADS_1
*
Esok harinya Devano meminta Kris mengumumkan kalau akan ada tambahan orang di devisi desain. Semua orang bertanya-tanya siapa gerangan yang akan bergabung di dalam devisi desain.
“Nyonya muda kami akan bergabung dengan kalian para karyawan devisi desain. Tolong agar kalian bersikap sopan dan tidak seenaknya pada Nyonya muda,” ucap Kris, ia memberitahu tapi seperti sedang mengintimidasi membuat semua pegawai tegang dan takut.
Yesica hanya bisa menyengir kuda dengan ucapan yang dilontarkan dari Kris, ia merasa Kris terlalu berlebihan. Sebenarnya Yesica hanya ingin bekerja tanpa ada status apa pun, ia ingin pegawai lainnya menganggap dirinya setara dengan yang lain dan bukan menganggap sebagai istri Bos.
“Mohon bantuannya yah teman-teman. Anggap saja aku seperti pegawai lainnya yah, aku tak ingin ada jarak saat bekerja hanya karena aku adalah istri dari Tuan Vano,” ucap Yesica dengan senyuman canggungnya.
*****
__ADS_1
Apakah pegawai lainnya akan menganggap Yesica sama sebagai pegawai lainnya? Atau malah mereka akan menjaga jarak dari Yesica mengingat Yesica adalah Nyonya muda dari Bos besarnya?