Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 48


__ADS_3

Di tempat lain, di Malam Langit Angela yang menginginkan pria berstatus terus saja mengejar Lucas meski Bosnya itu sering memarahinya dan menolaknya secara terang-terangan, tapi Angela tak pernah patah semangat demi menginginkan hidup enak dan makmur. Vivi yang melihat adegan di mana Angela terkadang selalu bergelayut manja di lengan Lucas merasa kesal dan terkadang dengan sengaja ia menghentakkan gelas yang dipegangnya kemeja agar terdengar oleh Lucas dan Angela. Lucas terkadang hanya terkekek dalam hatinya mengetahui reaksi dari gadis yang tengah diincarnya itu.


“Bilangnya cinta denganmu seorang, tapi ternyata kadal buntung,” gerutunya sambil membersihkan rak berisi banyak minuman beralkohol seharga mungkin dua atau tiga bulan gajinya.


“Kamu kenapa, Vi? Kulihat kamu sedari tadi kesal sambil menggerutu terus, ada yang membuatmu marah kah?” tanya rekan kerjanya yang seorang bartender.


“Enggak ada kok, aku mana berani kesal sama seseorang yang memiliki status tinggi sepertinya, bisa gak makan seterusnya aku kalau berani kesal padanya,” sahutnya dengan nada ketus.


“Woe, selow dong Mbak Bro, aku gak bermaksud menyiram bensin pada bara api yang sedang membara, hanya bertanya saja siapa tahu bisa menghiburmu.” Steven, pria yang menjadi rekan kerjanya, yang tak lain senior Vivi yang menjadi seorang bartender sebelum Vivi bekerja di Malam Langit.


“aku gak apa-apa kok, Mas. Hanya sedang kedatangan bulan saja jadi bawaannya pingin makan orang,” sahutnya ngasal, padahal dirinya sedang tak kedatangan si bulan.


“Oh, PMS toh. Kalau begitu aku gak senggol deh, takut kena bac*k, hehe,” ucap steven terkekek.


Angela datang dengan jalannya yang berlenggok seakan menggoda seorang pria.

__ADS_1


“Hei junior, ambilkan aku vocka, sampanye dan es batu, gelasnya dua,” pinta Angela pada Vivi yang sedang sibuk mengelapi rak minuman.


“Apakah kau tak melihatnya sedang apa aku? Tak bisakah kamu mengambilnya sendiri? Jangan mentang-mentang kau senior jadi bisa seenaknya memerintahku. Kau bukan Bos di sini dan kita sama-sama karyawan, oke.” Vivi yang sedang kesal langsung ngegas saat Angela menyuruhnya.


“Berani kamu yah berkata seperti itu padaku, tunggu aku menjadi Nyonya Lucas maka kau yang pertama akan kusingkirkan,” ancam Angela dengan percaya dirinya seakan hal itu akan benar-benar terjadi.


Vivi terkekek geli mendengar pernyataan Angela yang terlalu memandang tinggi dirinya sendiri. “Apakah kau memiliki kualitas untuk menjadi istri Tuan Lucas? Jangan mimpi sebelum tidur, terkadang kenyataan lebih menyakitkan dari pada mimpi, Bro. Lucu,” cibir Vivi yang tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Angela, tentu saja hal itu membuatnya kesal setengah ma*i karena selama ini Vivi tak pernah mau menuruti perkataannya.


“Kamu.” Angela menghampiri Vivi. “Sepertinya kamu butuh dikasih pelajaran agar lain kali tak bicara sembarangan padaku,” tangannya hendak menampar wajah cantik Vivi, tapi sebelum tangan itu sempat menyentuh pipi mulus Vivi, sebuah tangan sudah menahannya terlebih dulu. Vivi dan Angela langsung menoleh pada pemilik tangan tersebut.


“Stev, waktunya tutup, tutup saja jangan menunggu perintah dariku, aku pulang dulu,” titah Lucas pada Steven.


“Oke.”


Angela geram dan mengentakkan kakinya dengan wajah merah padam karena menahan amarahnya.

__ADS_1


“Dasar wanita ja*ang, awas saja kau, aku akan membalasnya nanti, kupastikan kau tak akan tenang bekerja di sini,” gerutunya kesal.


“Hei, bukankah kau harus melayani tamu? Dari pada terus mengoceh di sini, lebih baik segera bawakan pesanannya, jangan sampai tamu komplain gara-gara pelayananmu yang tak profesional,” ketus Steven, Angela langsung mendelik pada pria tersebut.


“APA! Mau protes lu sama gua?” Steven bukannya takut, ia malah balik mendelik pada Angela.


Steven adalah orang kepercayaan Lucas, ia akan menjadi pengganti Lucas kala Lucas tak ada di Bar. Lucas akan mempercayakan semuanya pada Steven. Steven juga tahu kalau Lucas tergila-gila pada gadis bernama Vivi, makanya ia tak berani berbuat seenaknya pada Vivi, tak seperti pada Angela.


Dengan kesal Angela langsung mengerjakan tugasnya, ia segera mengambil apa yang diminta tamunya tadi, dengan langkah dientakkan Angela berjalan menuju ruangan di mana tamunya menunggu.


*


“Tuan mau apa sih sebenarnya? Aku harus kerja,’ pekik Vivi yang tak terima dibawa paksa dengan cara digendong oleh Lucas menuju mobilnya.


“Kamu tak kerja pun aku sanggup membiayai hidupmu, kuliahmu dan kebutuhanmu. Kita pulang.” Lucas memasukkan gadis itu ke dalam mobilnya, di samping kursi kemudi. Ia lalu memutari mobilnya dan masuk.

__ADS_1


“Siapa yang mau dibiayai oleh Anda, aku mau turun, aku tak ingin dikatakan perempuan matre yang naik ke atas ranjang Bosnya sendiri demi kehidupan enak dan terjamin.” Vivi hendak turun tapi Lucas langsung menarik lembut tangannya, tengkuknya ia tarik sehingga membuat Vivi berbalik menghadap pada pria yang menjadi bosnya itu, Lucas langsung membungkam bibir gadis itu dengan ciuman lembut.


__ADS_2