Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 62


__ADS_3

Kris pergi setelah memastikan Chelsea masuk ke dalam rumah sakit, ia segera menghubungi anak buahnya yang sedang mencari keberadaan mobil yang menabrak Nyonya mudanya.


“Apakah sudah ketemu posisinya?” tanya Kris yang sedang mengemudikan mobilnya.


“Sudah, Tuan. Mobil itu berada di kediaman Tuan Alex,” sahut salah satu anak buah Kris yang sedang mengintai. Kris menyeringai, aura devilnya terpancar dari wajahnya.


“Baiklah, kau awasi terus jangan sampai mobil itu pergi,” titah Kris dan panggilan pun diputuskan secara sepihak oleh Kris.


“Heh, keluarga receh seperti kalian mau bermain dengan keluarga Hanoraga, mimpi,” gumam Kris menyeringai, ia melajukan mobilnya menuju kediaman Alex, Kris sudah dapat menebak siapa yang melakukan hal kotor seperti itu pada Nyonya mudanya.


Tak lama mobil Kris sudah berhenti di tempat di mana anak buah Kris menunggu. Ia turun dan menghampiri mereka yang sedang mengawasi rumah milik Alex. (ada yang masih ingat Alex siapa🤔)


“Bagaimana?” tanya Kris.


“Sepertinya semuanya aman, mobil itu masih terparkir di depan rumah Alek,” sahut salah seorang anak buah Kris.


“Baiklah, kalian ikut denganku, kita bawa dia yang sudah berani bermain-main dengan keluarga Hanoraga,” ajak Kris. Ia dan kedua anak buahnya berjalan menuju rumah besar tersebut untuk menangkap orang yang telah melakukan hal jahat pada Nyonya mudanya.


Tok... tok... tok...


Pintu diketuk oleh salah satu anak buah yang ikut bersama dengan Kris, tak lama pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya yang memakai seragam asisten rumah tangga.


“Tuan Alex ada?” tanya Kris dengan wajah dingin.


“Ada, tunggu sebentar saya akan panggilkan beliau,” sahutnya, wanita tersebut menutup setengah pintunya dan masuk ke dalam untuk memanggil majikannya. Tak wanita itu datang kembali dan menyuruh Kris beserta anak buahnya untuk masuk.


“Tuan Alex meminta Anda untuk menunggu diruang tamu, silakan masuk,” ucap wanita itu. Kris pun masuk dan berjalan menuju ruang tamu, ia duduk di sofa single dengan didampingi anak buahnya yang setia berdiri di belakangnya.


Tak lama seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Alex datang menghampiri Kris yang sedang duduk santai dengan menyilangkan kakinya.

__ADS_1


“Sungguh kehormatan untuk saya kedatangan wakil dari Emerald Jewelry. Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan Kris?” tanya Alex seraya mengenyakkan bokongnya di sofa samping Kris duduk.


“Apakah putri Anda ada di rumah, Tuan Alex?” tanya Kris langsung bertanya tentang Angel, Kris mengenali mobil yang diberitahu oleh anak buahnya yang mengatakan kalau mobil tersebut adalah mobil yang menabrak Nyonya mudanya karena pelat mobilnya sama persis.


“Ada, apakah Anda ingin bertemu dengannya?” tanya Alex kembali.


“Suruh dia kesini sekarang juga,” titahnya.


“Baiklah,” sahut Alex yang bingung ada apa sebenarnya. “Bi, tolong panggilkan Nona yah,” titah Alex.


“Baik, Tuan.” Wanita paruh baya yang tadi pergi memanggil Angel, dan tak lama Angel datang dengan bersikap biasa saja.


“Ada apa ini, Pah?” tanya Angel dengan nada manjanya pada sang papah.


“Tuan Kris ingin bertemu denganmu, Sayang,” sahutnya.


“Ada apa ini?” tanya Alex dengan raut wajah yang bingung, Angel pun terlihat memberontak tak terima jika dirinya disandera seperti seorang penjahat.


“Anda bisa tanyakan pada putri Anda tersayang, Tuan Alex. Sekarang lebih baik kalian menurut dan ikut dengan kami tanpa memberontak atau aku akan men*ak salah satu kaki kalian. Tuan Bram dan Tua Vano ingin menemui kalian,” ucapnya dengan nada mengancam membuat ayah dan anak itu seketika terdiam dan menurut.


Di perjalanan, Kris mengirim pesan pada istrinya mengatakan kalau orang yang telah menabrak Yesica sudah ketemu dan ia sedang dalam perjalanan.


***


Di tempat lain, di area parkir rumah sakit, Bram menyusul putranya yang akan pergi menuju markas. Kode yang ditunjukkan oleh Devano adalah kalau ia akan menunggu di mobil dan Bram harus segera menyusul.


“Apakah sudah tertangkap?” tanya Bram yang sudah masuk ke dalam mobil.


“Hm, Kris sudah membawanya menuju markas Elang Imperial. Kita lihat saja, siapa yang berani bermain-main denganku,” sahut Devano dengan geram menahan amarahnya.

__ADS_1


“Kamu harus tenang, jangan terbawa emosi seperti ini atau nanti kau sendiri yang akan rugi.” Bram mencoba menenangkan putranya itu.


“Tapi karena perbuatannya, aku bahkan tak sempat menyapa calon buah hatiku, Dad. Dady tak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Calon buah hati yang aku impikan harus pergi begitu saja, bahkan sebelum kami mengetahuinya,” ucap Devano dengan sesak didadanya.


“Daddy tahu dan mengerti apa yang kau rasakan saat ini. Daddy pernah mengalaminya dulu, Kakakmu yang bahkan belum Daddy ketahui harus pergi karena perbuatan Tantemu yang tak lain Adik tiri Mamahmu sendiri. Kamu harus tenang demi istrimu. Sekarang hentikan mobilnya, biar Daddy yang menyetir,” sahut Bram memberitahu kalau apa yang dirasakan putranya juga pernah dirasakan olehnya dulu dimasa lalu. Devano menghentikan laju mobilnya, mereka bertukar tempa dan Bram yang mengendarai mobil putranya itu, mereka menuju markas Elang Imperial milik Devano.


Mobil melaju dengan kecepatan yang stabil, tak seperti tadi saat Devano yang mengemudikannya. Sekitar dua puluh menit lamanya, mobil sudah memasuki area markas yang megah, mereka disambut oleh anak buah Devano.


“Selamat datang, Tuan.” Seluruh anak buah Devano membungkukkan badannya memberi hormat pada Bos besarnya itu.


“Apakah Kris sudah datang?” tanya Devano dengan nada dingin.


“Tuan Kris dan yang lainnya sudah datang, Tuan. Bahkan ada Tuan Lucas dan Tuan Boy juga di dalam,” sahut salah satu dari mereka.


“Bagus,” ucap Devano, ia berjalan masuk menuju ruang penyiksaan di mana Kris, Chelsea, Lucas dan juga pria bernama Boy yang tak lain adalah putra dari dokter Agam, berada. Bram dan Devano belum mengetahui siapa orang yang dibawa oleh Kris membuat ayah dan anak itu sungguh sangat penasaran siapa sebenarnya orang yang sudah berani macam-macam dengannya.


Sampai diruang penyiksaan, Devano dan Bram terkejut dengan siapa yang sedang Kris tahan. Alex dan Angel yang diikat tangan dan kakinya di kursi dengan Angel yang terus memberontak. Bibir Angel dan Alex bahkan dilakban karena terus berteriak membuat Kris pusing.


“Apakah mereka, Kris?” tanya Devano, Angel hanya menggelengkan kepalanya, air matanya sudah membanjiri wajahnya.


“Mobil yang saya temukan di pekarangan rumah Tuan Alex adalah mobil yang sama seperti mobil yang telah menabrak Nyonya muda, Tuan. Jeri mengatakan kalau ia mengikuti mobilnya dan berhenti tepat di rumah Tuan Alex dan yang turun dari mobil tersebut adalah nona Angel sendiri. Jadi, sudah dipastikan kalau yang menabrak Nyonya muda adalah Nona Angel,” sahut Kris menjelaskan, Devano mengeraskan rahangnya mendengar pernyataan Kris, tangannya sudah mengepal dan siap menghajar orang yang telah membuatnya kehilangan calon buah hatinya yang belum diketahui oleh istrinya itu.


*****


Kira-kira mereka mau diapakan sama Babang tamvan Vano🤔



Hai kak, jangan lupa mampir yah, sudah update loh dan akan update setiap harinya🙏🥺

__ADS_1


__ADS_2