
Devano melanjutkan pekerjaannya kembali bersama dengan Kris hingga larut malam, Yesica sudah terlelap dalam tidurnya.
“Kau pulanglah, Kris. Aku akan bermalam di sini. Bawakan sarapan pagiku esok,” titah Devano.
“Baik, Tuan.” Kris pergi setelah menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan Devano tidur dengan memeluk istri kecilnya, belakangan ia tertidur sangat lelap selama Yesica menemaninya tidur, hal itu membuat Kris sedikit lebih tenang.
Kris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, pikirannya berkelana entah ke mana. Ia tak melajukan mobilnya menuju kediaman Devano melainkan menuju Malam Langit, Club milik sahabatnya dan juga Devano. Sampai di tempat parkir, Kris membuka jas dan kemejanya, ia menggantinya dengan hodie yang selalu ia bawa di dalam mobil.
Kris berjalan dengan menutupi kepalanya dengan kupluk yang terdapat di hodienya, langkah kakinya berjalan menuju meja di mana seorang bartender cantik sedang melayani tamunya. Ada Lucas di sana, Lucas tahu siapa yang datang. Jika dengan penampilan bagai pria misterius pasti ia datang hanya sendiri tanpa bos besarnya.
“Kenapa sendiri?” Lucas memberikan segelas tequila dengan beberapa es batu di dalamnya.
“Sedang istirahat, lu tahu sendiri dia gak pernah tidur dengan tenang. Selama ada gadis kecil itu di sampingnya dia bisa tidur nyenyak tanpa sesekali berteriak memanggil gua. Gua harap gadis kecil itu bisa menemaninya selamanya agar emosi dia terkontrol dan juga bisa istirahat dengan tenang,” sahutnya, Kris selalu mengeluarkan isi hatinya kala sedang sendiri seperti saat ini.
“Dari pada lu minum sendiri, tuh temani dia.” Mata Lucas memberi isyarat pada seorang wanita cantik yang sedang minum sendiri.
“Kenapa lu gak temani dia? Lu gak kasihan sama dia? Lu tahu sendiri, dia udah ngejar lu dari jamannya masih di Amrik dulu.” Kris malah balik bertanya.
__ADS_1
“lu tahu gua gak suka sama dia, dari pada gua kasih harapan palsu lebih baik gua katakan yang sejujurnya sama dia kalau gua sudah menyukai orang lain,” sahut Lucas apa adanya.
“Cih.” Kris hanya mendecih.
“Lu yakin gak mau nemani dia? Ada pria yang menghampirinya loh, lu gak takut kalau dia diapa-apain?” Lucas masih menyudutkan Kris agar dia mau mendekati wanita yang selama ini mengejarnya, Chelsea. Lucas tahu kalau sahabatnya itu menyimpan perasaan pada Chelsea, tapi dia mundur kala waita yang disukainya itu ternyata menyukai pria lain yang tak lain adalah dirinya sendiri yaitu sahabatnya. Lucas menghargai perasaan sahabatnya, maka dari itu dia tak ingin memberi harapan palsu pada Chelsea.
Kris menoleh melihat seorang pria tengah merayu wanita cantik nan seksi yang selama ini diam-diam bersemayam dalam hatinya. Ia menenggak minumannya dalam sekali teguk dan berdiri berjalan menghampiri Chelsea membuat Lucas tersenyum.
“Gua tahu lu gak akan membiarkan pria brengsek mendekatinya. Kejar dia, Kris. Hanya lu yang pantas untuknya, gua gak bisa membalas perasaannya karena hati gua sudah memilih gadis lain yang ingin gua lindungi.” Mata Lucas beralih menatap pada gadis yang berhasil menggetarkan perasaannya, Vivi sahabat dari Yesica.
Kris menepuk pundak pria yang duduk di samping Chelsea yang tengah menggodanya. “Hei Bro, lu salah wanita jika mau menggodanya. Dia kekasih gua, dan baru gua tinggal sebentar saja sudah ada yang berani mendekatinya,” ucap Kris yang mengaku sebagai kekasih Chelsea.
“Kau ingin pergi sendiri, atau ingin pulang hanya tinggal nama?” tak biasanya Kris memberikan pilihan pada targetnya, mungkin karena hari ini dia sedang dalam hati yang bagus maka dari itu dia memberikan penawaran pada mangsanya.
“Heh, kau mengancamku? Kau pikir aku-”
Buuugggg...
__ADS_1
Satu pukulan mendarat di wajah pria itu tanpa ampun sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya.
“Sorry, gua gak suka orang yang bertele-tele.” Kris berjalan menghampiri Chelsea.
“Dasar wanita tak bisa menjaga diri, membuat orang khawatir saja.” Kris menggendong tubuh Chelsea yang sudah tak sadarkan diri karena mabuk parah. Saat Kris menggendong tubuh Chelsea, pria itu hendak memukul Kris dengan botol bir, tapi tiba-tiba saja perbuatannya dihentikan oleh Lucas yang memegang tangannya membuat pria itu meradang dan marah.
“Siapa kamu berani menghentikanku? Apakah kau tahu kalau aku putra dari pemilik casino terkenal di kota ini?” ketus pria itu.
“Oh kau putra dari Surya? Pantas saja kelakuanmu seperti an**ng ternyata putra dari an**ng pula. Apakah kau tahu siapa aku? Jika kau tak tahu tanyalah pada pemilik tempat ini, pria yang sedang memegang tanganmu itu.” Kris pergi setelah memberi isyarat dengan kepalanya pada pria itu.
Pria itu menoleh perlahan pada Lucas yang memegang tangannya, Lucas tersenyum devil membuat pria itu seketika menciut.
“Tu-Tuan Lucas. Anda Tuan Lucas?” Lucas menganggukkan kepalanya dengan senyum menyeringai.
“Kau tahu siapa pria tadi, dia adalah Kris, pengawal, asisten sekaligus kaki tangan Tuan Devano Hanoraga pemilik Emerald Jewelry, dan wanita yang kau rayu itu adalah kekasihnya. Bersyukur kau tak diselesaikan sekarang olehnya. Pergilah kau yang jauh, jangan datang ke sini lagi. Malam Langit tak menerimamu.” Lucas menghempaskan pria tersebut hingga tersungkur, pria itu langsung berlari ketakutan begitu terlepas dari Lucas, ia lari bagai tengah dikejar oleh hantu.
“Heh, pria kerupuk macam itu saja sudah bergaya. Tahu kenyataan langsung ngibrit lari, gak seru,” gerutu Lucas yang tak puas dengan apa yang terjadi, ia pikir pria itu akan terus menantang Kris dan kekeh untuk memiliki Chelase. Lucas ingin melihat sampai di mana Kris dalam melindungi wanita yang selama ini bertakhta dihatinya itu.
__ADS_1
Di perjalanan Kris mengemudikan mobil dengan kecepatan yang sedikit tinggi agar cepat sampai apartemen milik Chelsea. Sampai di area parkir, Kris menggendong tubuh langsing dan seksi itu. Ia menelan salivanya sulit kala menggendong Chelsea, sebab bagian atas tubuh Chelsea menyembul sedikit terlihat jelas.
Kris tak pernah bereaksi pada wanita mana pun karena hatinya sudah tertambat pada Chelsea sejak dulu, tapi sayangnya saat ia ingin mendekatinya Kris malah melihat Chelsea menyatakan perasaannya pada Lucas. Hal itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk mengatakan perasaannya pada Chelsea dan pada akhirnya Kris hanya menyukainya dalam diam. Baginya cinta tak harus memiliki, melihatnya bahagia itu sudah cukup membuatnya ikut bahagia.