
Kris pulang ke apartemen milik Chelsea karena sedari tadi wanita cantik itu mengiri pesan terus menerus kapan Kris akan pulang. Kris pulang dengan membawa sebuah cincin cantik untuk melamar wanitanya itu. Kris menghampiri Chelsea yang sedang berdiri di balkon kamarnya, ia memeluknya dari belakang dan memperlihatkan cincin tersebut.
“Marry me,” ucapnya, ia tak bertanya apakah Chelsea bersedia untuk menikah dengannya, karena seperti yang telah dikatakan pada Bosnya, Chelsea hanya memiliki satu pilihan yaitu setuju.
Chelsea membalik tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher Kris dengan senyum menggodanya. Kris menutup kotak cincin tersebut dan melingkarkan tangannya di pinggang wanitanya.
“Apakah kau ingin mengikatku disisimu seperti seekor an*ing milik Tuannya yang tak bisa pergi ke mana pun?” tanyanya menatap pada bibir seksi Kris yang begitu menggoda bagi Chelsea.
“Yah, aku tak akan membiarkanmu lari lagi. Cukup aku beri kau kesempatan untuk mengejar cintamu, tapi nyatanya kamu tak mampu meraihnya, jadi aku akan mengikatmu disisiku, tak akan kubiarkan kau lari lagi atau aku akan mengikat kakimu agar kau tak bisa pergi. Tak ada pilihan untukmu memilih, jawabanmu hanya ada satu yaitu mengatakan iya.” Kris melepas pelukannya dari pinggang wanitanya, ia meraih tangan Chelsea yang masih melingkar di lehernya dan menyematkan cincin cantik yang telah ia persiapkan dari seminggu lalu.
“Cantik,” ucap Chelsea melihat cincin itu melingkar dijari manisnya. Kris menangkup wajah wanitanya dan memagut bibir wanita cantik itu dengan lembut.
“Jangan pernah lari dariku jika kau tak ingin kaki cantikmu ini kuikat,” ucapnya seraya mengusap bibir Chelsea yang basah akibat ulahnya dengan ibu jarinya.
“Cih, begitukah kau bicara pada wanita tercintamu, aku ragu jika kau mencintaiku, kau tak pernah berkata romantis sama sekali padaku, hanya ada ucapan ancaman yang kau lontarkan padaku.” Chelsea mendecih dengan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
“Bukankah kau paling mengenalku? Aku bukan pria yang romantis seperti Tuan Vano yang sedang bucin, romantisku cukup dengan tindakan, tidak dengan ucapan manis gombal yang menjijikkan. Terkadang pria sejati tidak menunjukkan rasa cintanya dengan perkataan, tapi dengan tindakan. Jika aku pria b*engs*k mungkin aku akan meninggalkanmu dan mencari wanita lain setelah menidurmu, tapi aku bukan pria seperti itu. Cukup satu cinta saja yang kupunya dari dulu hingga akhir napasku, tak akan ada cinta kedua, ketiga atau selanjutnya. Jadi, kau jangan macam-macam, setialah padaku jika kau bermain pria di belakangku, kau tahu apa yang akan kulakukan padamu,” ucapnya menjelaskan, mungkin tak terdengar romantis, tapi ucapan yang terlontar dari bibir Kris sukses membuat Chelsea bahagia dan berbunga-bunga. Itulah gaya hubungan mereka, jauh dari kata romantis, tapi membuat satu sama lain bahagia, sungguh membuat orang iri.
“Jangan kecewakan aku, cukup satu kali saja aku merasakan kecewa, tidak yang kedua kalinya. Seluruh hidupku milikmu, jadi kumohon jangan kecewakan aku seperti dia yang sama sekali tak melihat padaku,” pinta Chelsea, matanya sudah mengembun. Chelsea teringat bagaimana ia begitu gigihnya mengejar Lucas selama hampir sepuluh tahun, tapi tak pernah sekalipun Lucas memberinya harapan meski hanya sedikit saja, hingga akhirnya Kris datang mengobati rasa sakit yang selama ini ia rasakan.
“Pernahkah aku mengecewakanmu? Aku datang untuk membahagiakanmu. Apa yang kau rasakan, aku pun merasakannya selama hampir sepuluh tahun ini. Menyaksikan wanita yang kucintai mengejar pria yang bahkan tak meliriknya sama sekali, apakah kau pikir hatiku tak sakit? Aku tak bisa berbuat apa-apa karena tak ada yang salah dalam hal cinta. Aku mencintamu, kamu mencintanya tapi dia tak mencintaimu dan aku datang mengobati luka itu, itu sudah cukup dengan kau menerimaku. Jangan lari lagi dariku,” ucapnya sambil mengusap wajah cantik wanitanya, tatapannya begitu lembut tak seperti biasanya yang tegas dan dingin, rona bahagia terpancar dari wajah dinginnya, hanya Chelsea yang bisa membuat sang gunung es itu mencair.
“Kapan kau akan menikahiku?” tanya Chelsea.
“Besok.” Chelsea terkejut mendengar keputusan Kris.
“Tidak, aku sudah mempersiapkan semuanya. Kau hanya perlu merias dirimu saja esok. Tak ada protes, tak ada penolakan.” Kris menjawab dengan cepat dan tegas tak bisa diganggu gugat lagi, keputusannya sudah mutlak.
*
Esok hari, di hotel Gerden City sudah terlihat sangat sibuk. Meskipun Kris yang akan melakukan ijab kabulnya, tapi ia turun tangan sendiri menyiapkan semuanya. Meski hanya ijab kabul dan acara makan-makan bersama kolega saja, tapi ia tak ingin sembarangan.
__ADS_1
Jam sepuluh Chelsea ditemani oleh Yesica dan Vivi untuk perawatan di spa dan salon. Lucas datang membantu Kris mengajak Vivi karena Devano yang memintanya untuk menemani istri kecilnya agar ia tak bosan jika hanya dengan Chelsea saja.
“Aku sempat cemburu melihatmu yang bisa menaklukkan hati Lucas, padahal hampir sepuluh tahun aku mengejarnya, tapi tak sedikit pun dia melirikku. Aku pernah berpikir, apa kurangnya aku hingga Lucas tak sekalipun memberi kesempatan aku untuk menjadi kekasihnya. Apa kurangnya aku jika dibandingkan denganmu yang masih belia dan masih sekolah. Tapi saat Kris datang dan mengulurkan tangannya untuk membuatku bangkit, saat itu aku sadar kalau cinta tak bisa dipaksakan, dan cinta juga butuh perjuangan hingga membuatmu luluh. Aku sadar, cintaku ini tak bisa dipaksakan pada Lucas yang sama sekali tak memiliki rasa terhadapku meski aku sudah memperjuangkannya. Namun, aku juga sadar kalau perjuangan Kris selama ini ternyata membuatku membuka mataku dan akhirnya hatiku luluh dengannya.” Chelsea menceritakan bagaimana perasaannya selama ini pada Lucas kepada kedua gadis kecil yang usianya terpaut jauh darinya itu.
“Maafkan saya, mungkin tak seharusnya saya hadir dalam kehidupan Tuan Lucas. Jika saja saya tak hadir, mungkin Tuan Lucas saat ini sudah menjadi milik Anda, Nona Chelsea.” Vivi merasa bersalah pada Chelsea yang begitu baik pada dirinya. Jika saja wanita lain melihat pria yang disukainya menyukai wanita lain, mungkin wanita yang disukai si pria sudah dibuatnya celaka, tapi berbeda dengan Chelsea. Chelsea sama sekali tak menyalahkan Vivi atas penolakan Lucas padanya, ia malah menyadari jika cinta Lucas tak bisa dipaksakan untuk dirinya.
Chelsea memegang tangan Vivi dan tersenyum. “Andai jika kau tak hadir dalam kehidupan Lucas pun, dia tak akan membuka hatinya untukku karena dia tak pernah menyukaiku. Gadis yang disukainya sudah muncul, jadi usahaku sudah waktunya juga untuk selesai. Aku minta sama kamu, tolong jaga Lucas dengan baik, cintai dia seperti dia mencintaimu, jangan buat dia kecewa padamu dan jangan sakiti hatinya. Perasaanku untuknya sudah sirna, hatiku kini milik Kris seorang, dialah pria yang kini bertakhta dalam hatiku dan tak bisa terganti. Jangan lepaskan Lucas, jangan biarkan Lucas jatuh kepada wanita lain, aku percaya kamu juga mencintainya dengan tulus, kamu tak perlu menyembunyikan perasaanmu lagi untuknya. Sampaikan rasa cintamu itu padanya agar kau tak menyesal nantinya,” ucap Chelsea dengan nada lembut, Yesica terharu karena seorang Chelsea, sang desainer terkenal, sukses dalam kariernya didunia mode, cantik dan juga seksi begitu rendah hati dan memiliki hati yang lembut.
“Terima kasih, Nona Chelsea. Kau benar-benar memiliki hati malaikat. Jika saja itu wanita lain, pasti sudah membalasku dengan mencelakaiku saat mengetahui pria yang dicintainya mencintai wanita lain. Tapi kau malah sebaliknya, kau malah membiarkan pria yang kau cintai bahagia bersama wanita lain. Aku tak akan melupakan hal ini dalam hidupku,” tangis Vivi pecah karena terharu, Chelsea memeluk Vivi dengan erat, Yesica yang melihat hal itu ikut memeluk mereka berdua.
__ADS_1