Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 93


__ADS_3

Pagi hari, saat Yesica sedang sibuk di dapur tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing dan perutnya terasa mual, hampir saja Yesica tersungkur saat membawakan sarapan untuk suami tercintanya kemeja makan. Devano yang melihat hal itu langsung memapah tubuh istri kecil tercintanya, ia menjadi sangat khawatir karena wajah Yesica yang pucat.


“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Devano yang khawatir.


“Entahlah, tiba-tiba saja kepalaku pusing dan perutku mual, rasanya ingin sekali muntah,” sahut Yesica memberitahu apa yang dirasakannya.


“Kita ke rumah sakit sekarang, aku akan menelepon Om Agam segera.” Devano menggendong tubuh istrinya menuju garasi mobil, ia tak peduli jika istrinya masih mengenakan apron ditubuhnya.


Mobil melaju meninggalkan kediamannya menuju rumah sakit milik sahabat Daddynya berada, beruntung jalanan masih sepi membuat mereka tak terjebak macet. Sekitar dua puluh menit mobil sudah berhenti di depan rumah sakit, terlihat Agam dan Kris sudah menunggunya karena sebelum pergi Devano juga menelepon Kris. Devano menggendong istri kecilnya dan mendudukkannya di kursi roda yang sudah disiapkan oleh Agam, mereka langsung membawa Yesica menuju ruang kerja Agam.


‘Tuan, saya pikir Anda terlalu berlebihan. Nyonya muda hanya pusing dan mual saja tapi Anda bertingkah seakan Nyonya muda terkena sakit yang mengkhawatirkan,’ batin Kris, tiba-tiba saja Kris menghentikan langkahnya. ‘Tunggu, Nyonya muda merasakan pusing dan mual. Apakah itu pertanda kalau Nyonya muda sedang hamil?’ Kris malah bertanya-tanya dalam hatinya, pasalnya yang ia tahu jika seorang wanita yang sudah bersuami mengalami mual berarti dal keadaan hamil muda.


‘Ah, lebih baik kita lihat saja hasilnya, apakah benar Nyonya muda hamil atau hanya masuk angin biasa,’ batinnya lagi yang melanjutkan langkahnya menyusul Devano dan Agam yang sudah berada di ruangan Agam.


“Van, sepertinya istrimu membutuhkan Kak Sandra deh bukan saya. Sebab dari gejalanya bukan masuk angin biasa. Lebih baik kita menuju ruangan Kak Sandra saja bagaimana?” Agam menyarankan agar Yesica dibawa ke ruangan Sandra, seketika wajah Devano dan Yesica saling pandang, mereka paham dengan maksud yang dikatakan oleh Agam.

__ADS_1


“Apakah ini serius? Ini bukan sekedar candaan semata kan? Istriku benar mengandung kan, Om?” tanya Devano yang masih seakan mimpi disarankan untuk menemui Sandra.


“Saya tak tahu pastinya, tapi dari gejala yang dikatakan oleh Nyonya muda, sepertinya istrimu memang sedang berbadan dua. Maka dari itu agar lebih jelasnya kita temui Kak Sandra agar ia mengeceknya,” sahut Agam tak ingin memberikan jawaban pastinya karena tak ingin memberikan harapan palsu jika seandainya perkiraannya tak benar.


“Baikah, kita temui Tante Sandra sekarang.” Devano mendorong kursi roda untuk menuju ruang di mana Sandra berada, Agam sebelumnya sudah menghubungi Kakaknya itu untuk mengosongkan ruangannya karena Nyonya muda Hanoraga akan menuju ruangannya.


Sampainya di ruangan Sandra, dokter cantik tersebut langsung memeriksa Yesica dengan alat yang biasa digunakan untuk memeriksa ibu hamil lainnya yang terhubung pada layar yang terpampang di atas tembok. Terdengar suara detak jantung karena Sandra memang sengaja menyalakannya, wajah Yesica dan Devano berbinar.


“Kalian bisa dengar kan? Ini adalah detak jantungnya, begitu kuat dan sehat. Ini adalah kantung calon bayi kalian, usianya baru memasuki delapan minggu, wajah jika Nyonya muda merasakan mual di pagi hari,” jelas Sandra, Yesica seketika meneteskan air matanya karena bahagia mendengar kabar yang sudah beberapa bulan setelah kegugurannya sangat diharapkannya, begitu juga dengan Devano yang begitu sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang Daddy.


“Terima kasih, Tante.”


Sandra menyerahkan resep obat pada Devano dan Devano memberikannya pada Kris, Kris tahu apa maksud dari hal tersebut, tanpa berkomentar ia langsung keluar dari ruangan Sandra. Devano pun berpamitan pada Sandra dan Agam, ia mendorong istrinya menuju di mana mobilnya terparkir.


“Adakah yang ingin kamu makan? Biasanya Ibu hamil akan menginginkan sesuatu. Apakah kamu ingin makan mangga muda? Atau ingin rujak? Apa ingin makan sesuatu?” banyak pertanyaan dilontarkan pada Yesica membuat gadis cantik itu bingung dibuatnya.

__ADS_1


Yesica mengusap punggung tagan suaminya dengan senyuman yang merekah. “Mas, aku tak menginginkan apa pun, aku hanya ingin istirahat di rumah dengan ditemani olehmu,” ucap Yesica lembut membuat Devano tersenyum.


“Tapi kamu belum sarapan, tidakkah kamu ingin memakan sesuatu?” tanya Devano kembali, Yesica terdiam sejenak seakan berpikir ingin makan apa dirinya.


“Sepertinya sarapan dengan bubur ayam enak, ditambah sate usus,” sahut Yesica setelah beberapa detik berpikir ingin sarapan apa.


“Kalau begitu aku akan menghubungi Kris agar ia sekalian membeli bubur ayam dan juga susu untuk Ibu hamil, kamu ingin susu rasa apa?”


“Apa saja, aku tak pemilih kok.”


Devano langsung menghubungi Kris untuk membelikan apa yang dibutuhkan oleh Yesica, hari ini ia memutuskan untuk tak pergi ke kantor dan meminta Kris menggantikannya setelah apa yang dipesannya sudah siap. Mobil melaju meninggalkan area rumah sakit dan menuju kediaman Devano. Sampainya di rumah, Devao langsung mengantarkan istri kecilnya menuju kamar untuk beristirahat, tak lama Kris datang dengan membawa apa yang dipesan oleh Bosnya itu.


***


Hampir sembilan bulan berlalu Yesica melewati kehamilan yang begitu berat, dari tak nafsu makan, tak bisa tidur, yang hanya ingin memakan makanan buatan Devano hingga ingin selalu ditemani oleh Devano setiap saat. Yesica selalu mengikuti Devano ke kantornya karena ia tak ingin berjauhan dari suaminya itu, jika berada jauh dari Devano maka suasana hatinya akan langsung sedih dan bawaannya ingin menangis terus, hal itu memuat Aberlie dan Davina menggelengkan kepalanya karena Yesica yang tak bisa jauh dari Devano.

__ADS_1


Belakangan selama Yesica hamil, Devano tak pernah melakukan perjalanan bisnis, jika diperlukan maka Krislah yang akan pergi mewakilkan dirinya karena tak memungkinkan membawa Yesica untuk bepergian. Disisi lain, Linda selalu saja mencari cara untuk mencelakai Yesica yang sedang berbadan dua. Namun, perbuatan terakhirnya ketahuan oleh Kris membuat dirinya harus masuk ke Green Sky dan berubah profesi menjadi wanita malam sama seperti mantan resepsionis yang dulu pernah mencelakai Yesica.


__ADS_2