Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 81


__ADS_3

Vivi diam sejenak, ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh dua wanita yang kini menjadi teman baiknya salah satunya.


“Sebenarnya, aku sudah memberikan jawaban padanya, aku akan bersedia menikah dengannya setelah selesai skripsi, jadi wisuda aku dan dirinya sudah resmi,” ucap Vivi memberitahu pada keduanya kalau ia sudah memberi keputusan pada Lucas.


“Oh yah!” seru keduanya ikut senang mendengar apa yang dikatakan oleh Vivi. Vivi menganggukkan kepalanya perlahan dengan wajah yang merona. Seketika Yesica dan Chelsea langsung memeluk tubuhnya karena ikut merasakan bahagia.


“Ah, aku gak sabar melihatmu dengannya, dia pasti akan sangat bahagia sekali saat akhirnya berhasil menikahi dirimu,” ucap Chelsea.


“Apakah Anda sama sekali tak marah? Apakah benar Anda sudah tak memiliki perasaan padanya? Aku takut, jika nantinya Anda merasa cemburu saat aku bersanding dengannya mengingat Anda pernah berjuang untuk menaklukkan hatinya begitu lamanya,” tanya Vivi ingin memastikan kalau Chelsea sudah tak memiliki perasaannya, karena ia tak ingin menyakiti hati sesama wanita apalagi wanita itu begitu baik.


“Sudah kukatakan, cintaku saat ini hanya untuk Kris, dan hanya Kris seorang yang ada dalam hatiku. Perasaanku buat Lucas sudah menghilang sepenuhnya, saat ini aku hanya menganggapnya sebagai rekan dan sahabat saja,” sahut Chelsea jujur apa adanya, ia memang sudah tak memiliki rasa pada Lucas, secepat itu rasa yang ia punya selama hampir sepuluh tahun pada Lucas menghilang karena cinta uang begitu besar diberikan pada Kris meski Kris terlihat sangat dingin di luar, tapi saat berada di dalam kamar dan hanya berdua saja dengan Chelsea, pria dingin itu akan berubah menjadi pria penuh kehangatan dan cinta.

__ADS_1


Vivi merasa lega mendengar pengakuan Chelsea, ia semakin yakin untuk melangkah bersama dengan Lucas karena sudah tak ada hati yang tersakiti.


“Terima kasih yah, karena Nona Chelsea sudah bersedia melepas Lucas. Aku lega dan tak merasa bersalah karena merebut pria yang dicintai orang lain,” ucap Vivi dengan perasaan leganya.


“Tapi aku minta mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan Nona lagi, bukankah kita berteman sekarang? Panggil Chelsea saja, jika kamu memanggilku dengan sebutan Nona lagi, maka aku akan marah banget sama kamu,” pinta Chelsea meminta Vivi untuk tak memanggil dirinya dengan sebutan Nona dengan sedikit merajuk.


“Maaf, tapi akan kuusahakan untuk memanggilmu dengan sebutan nama karena sekarang kita adalah teman,” sahut Vivi dengan senyum merekah, ia merasa bahagia karena masih ada orang dengan status di atas dirinya yang ingin berteman dengan dirinya. Sejenak Yesica dan Vivi melupakan sahabatnya, Luna yang belakangan menjadi sangat egois karena selalu ingin membawa Riyan kala mereka berkumpul, sudah tahu Yesica tak ingin memiliki hubungan dengan Riyan, Luna malah dengan sengajanya selalu membawa Riyan kala mereka kumpul.


***


Mungkin saja Yesica tak menyadarinya karena ia bukan tipe gadis yang memiliki pemikiran buruk terhadap orang lain, apalagi Luna adalah sahabatnya sendiri. Tapi ternyata tidak bagi Vivi, Vivi ternyata menyadari perasaan Luna pada Riyan. Vivi hanya bisa diam, selagi Luna tak menyakiti sahabatnya itu, meski mereka berteman dari masih sekolah, tapi Yesica dan Vivi lebih dulu berteman dengan Yesica daripada Luna.

__ADS_1


***


Selesai dengan sesi spanya, ketiga wanita cantik itu memutuskan untuk menonton film di bioskop. Chelsea sudah memiliki tiketnya karena sebelumnya ia sudah meminta bawahannya untuk membeli tiket menonton film yang ingin mereka tonton. Selesai menonton, Chelsea mengajak keduanya untuk makan di sebuah stand kuliner, meski Chelsea memiliki usaha butik yang terkenal, ia tak malu untuk makan di tempat sederhana dan umum seperti stand kuliner di mall.


Mereka memesan makanan setelah tahu apa yang ingin mereka makan, tak lama makanan tiba, mereka menikmatinya dengan lahap.


“Chel, aku mau tanya,” ucap Vivi tiba-toba disela makannya.


“Tanya apa? Tanya saja, jika aku bisa menjawabnya maka aku akan menjawab sesuai yang kuketahui,” sahut Chelsea.


“Apa kalian kelompok mafia?” tanya Vivi setelah ia diam sejenak mengumpulkan keberanian untuk menanyakan hal yang menurutnya tabu itu. Chelsea terkejut, ia pikir Lucas sudah terbuka padanya, tapi ternyata Vivi menanyakan hal itu padanya. Chelsea beralih menatap pada Yesica yang memiliki ekspresi biasa saja, ia menganggap kalau Yesica mungkin sudah mengetahui status kedudukan Devano yang menjadi Bos dalam dunia mafianya, Bos Elang Imperial, geng mafia yang sangat ditakuti tapi juga bebas dari perbuatan kotor.

__ADS_1


“Untuk hal itu, kamu bisa bertanya langsung pada Lucas. Aku yakin, dia pasti akan menjelaskannya,” sahut Chelsea, ia tak ingin menjawab pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh Lucas sendiri.


“Kamu tak terkejut, Yes. Apakah kamu sudah mengetahuinya?” kini Vivi beralih bertanya pada Yesica.


__ADS_2