Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 85


__ADS_3

Menjelang malam, Devano mengajak istri kecilnya itu untuk makan malam romantis disalah satu resto bintang lima. Namun, sebelum itu, Devano mengajak Yesica ke butik milik Chelsea terlebih dulu, ia meminta agar istri kecilnya disulap bagai permaisuri tanpa mengubah kesan polos dan usianya yang masih dini. Devano ingin orang melihat bagaimana istrinya yang memang masih belia dan polos, ia sengaja agar orang mengetahui istrinya supaya mereka tak asal melakukan kesalahan pada istri kecilnya itu karena mungkin ia tak akan bisa menahan emosinya saat orang lain membuatnya menangis.


“Bagaimana? Apakah kamu suka, Baby?” tanya Chelsea kala memperlihatkan hasil mahakaryanya pada Yesica. Devano sampai tak bisa berkata-kata, bibirnya terbuka meski tak lebar, matanya menatap karena terpesona akan kecantikan yang polos dari istri kecilnya itu.


“Tanganmu memang luar biasa, Baby.” Devano berjalan menghampiri Yesica melewati Chelsea dan mencium tangan Chelsea terlebih dulu tanda ia sangat berterima kasih, bagi Yesica hal itu sudah biasa, tapi jika wanita lain yang disentuhnya tentu saja tanduknya akan keluar.


Devano tersenyum menatap istri kecilnya yang begitu cantik, ia menyodorkan lengannya agar diamit oleh Yesica, tentu saja Yesica mengerti apa yang diinginkan suaminya itu. Yesika mengamit lengan Devano dengan begitu mesra dan manja. Devano mengusap telapak tangan milik istrinya dan menoleh menatap Yesica kembali dengan senyum yang terus terkembang, sungguh terlihat bucin sekali Bos mafia yang biasanya memasang wajah yang dingin pada setiap wanita itu.


“Sudah siap?” tanya Devano, Yesica hanya mengangguk. Jantungnya sebenarnya terus berdegup kencang karena Devano memandangnya terus tanpa berkedip. “Kalau begitu, ayu kita pergi, aku akan membawamu ke tempat yang romantis agar kau menikmati hari di mana kau menjadi istri dari Tuan muda Hanoraga,” sambungnya dengan nada yang begitu lembut, tak pernah Chelsea mendengar Bosnya itu berucap lembut pada wanita mana pun selain pada Ibu dan Adiknya.

__ADS_1


“Ehem... Heemmm... Apakah kalian akan membuatku mat* karena melihat kalian yang sedang bucin ini?” gerutu Chelsea dengan kesal. “Oh Sayangku, harusnya aku menyusul Kris saja daripada menyaksikan kebucinan kalian yang hakiki ini. Please, aku butuh ayang,” sambungnya memasang wajah memelas, pasangan bucin itu hanya terkekeh melihat Chelsea yang begitu tersiksa.


“Hei kalian, tega sekali kalian malah terkekeh dengan keadaanku yang malang ini yah,” kesalnya dengan bertolak pinggang. “Sudah sana pergi, jangan membuat orang iri terus. Aku juga mau pulang, mau bertemu dengan ayangku, karena kamu meneleponku jadinya aku harus menyaksikan adegan yang membuatku mengiri.” Chelsea mendorong pelan pasangan bucin yang masih terkekeh dengan kemesraan mereka itu.


“Dih, sana kau datangi ayangmu yang seperti gunung es itu, lagi pula aku juga sudah tak membutuhkanmu. Ayu Sayang, kita pergi dinner romantis bersama,” ajak Devano setelah ikut menggerutu pada Chelsea, Yesica terkekeh geli seraya menggelengkan kepalanya.


Devano pergi mengajak istri kecilnya menuju tempat yang sudah dipesankan oleh Kris, sedangkan Chelsea segera pulang untuk menemui suaminya, melihat kemesraan Bos dan Nyonya mudanya membuat Chelsea juga ingin bermanja dengan Kris.


“Apakah kamu mau menggodaku?” Kris meraih kedua tangan istrinya karena sentuhannya membuat dirinya menegang di bagian bawah sana.

__ADS_1


“Aah Sayang, aku hanya ingin diajak makan malam romantis saja, bukan mau menggodamu,” rengek Chelsea, Kris mengerutkan keningnya.


“Makan malam romantis?” tanya Kris, Chelsea menjawab dengan anggukan dan memasang waj manja membuat Kris tak tahan lagi dengan godaan yang sungguh imut itu menurutnya, Kris langsung memagut bibir ranum istrinya itu.


“Mau makan malam romantis?” tanya Kris kembali yang langsung mendapatkan jawaban anggukkan kepala dari Chelsea. “Boleh, tapi kamu harus tuntasi ini dulu yang kau buat bangun.” Kris menuntun tangan Chelsea untuk memegang miliknya, Chelsea menyeringai, ia langsung menarik handuk yang melilit pada pinggang suaminya itu dan berjongkok mengulum pusakanya, terdengar legu*an tanda kenikm*tan dari bibir Kris ketika miliknya dikulum oleh istri nakalnya itu.


“Ouh, fa*e Baby,” racaunya merasakan nik*at yang tiada tara, Chelsea semakin bersemangat kala melihat Kris yang kenikma*an.


Kris yang sudah tak tahan, meraih tubuh istrinya dan membawanya ke ranjang, ia meletakkan tubuh Chelsea perlahan dan segera meluc*ti pakaiannya membuangnya ke sembarang tempat. Kris lalu memberikan sentuhan yang membuat Chelsea melayang ke langit ketujuh.

__ADS_1


“Yes Sayang, ehmm...,” racau Chelsea kala lidah Kris memasuki miliknya, terasa hangat dan sungguh nim*at.


Setengah jam keduanya saling memberi nikm*t dengan sentuhan manja, kini Kris siap untuk berpacu dengan milik istrinya. Saat sesuatu memasuki miliknya dari belakang, Chelsea meng*rang nik*at, Kris mulai memaju mundurkan bokongnya dan memacu kenikma*an dengan er*ngan-er*ngan yang memenuhi kamarnya membuat siapa saja yang mendengarnya ikut merasakan hasr*tnya membara. Hingga sampai pada puncaknya, keduanya menger*ng dengan begitu kencangnya sambil tangan Kris mere*as bulatan milik Chelsea. Keduanya ambruk karena lelah, mata mereka terpejam dan terlelap melupakan makan malam romantis yang diinginkan oleh Chelsea.


__ADS_2