Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 79


__ADS_3

Part Vivi dan Lucas


Vivi yang sedang skripsi juga tak ada kerjaan karena jarang datang ke kampus. Siang hari pekerjaannya hanya diam di rumah milik orang tua Yesica yang kini ditempati oleh dirinya. Lucas juga ikut tinggal di rumah tersebut meski mereka tak melakukan apa pun.


Lucas sudah menuruti permintaan Vivi untuk memecat Angela dari Langit Malam. Ia tak ingin kehilangan Vivi hanya demi mempertahankan Angela yang tak ada apa-apanya jika dibandingkan oleh Vivi meski tubuh Angela memang lebih menggoda, tapi bagi Lucas ia lebih tertarik pada Vivi dibandingkan pada Angela.


Vivi belum memberikan jawabannya tentang ajakan Lucas untuk menikah. Ia ingin melihat sampai kapan Lucas akan berjuang meminta dirinya dan berjuang menahan has*atnya saat berdekatan dengan dirinya tanpa bisa menyentuhnya lebih dari sekedar ciuman.


Pagi ini, Vivi sedang sibuk di dapur karena ia tak pergi ke kampus. Semenjak tak ke kampus, Vivi memutuskan masak sendiri, terkadang Lucas akan belanja untuk keperluan dapur.


“Wanginya enak sekali, kamu sedang masak apa?” Lucas memeluk Vivi dari belakang sambil mencium lehernya, Vivi merasa geli saat Lucas menciumnya.

__ADS_1


“Kamu sudah bangun, mengapa tak mandi dulu?” bukannya menjawab, Vivi malah bertanya balik.


“Aku mencarimu, kupikir kau pergi meninggalkanku,” sahut Lucas dengan manja.


“Mandilah dan tuntaskan yang di bawah itu di kamar mandi, setelah ini kita sarapan bersama,” titahnya, Vivi merasakan ada sesuatu yang mengganjal di area bokongnya, jantungnya sebenarnya berdegup kencang, tapi ia mencoba mengontrolnya.


“Kamu wanita paling kejam yang pernah aku temui. Mengapa kau selalu menyiksaku? Aku mengajakmu menikah tapi kau menggantungnya seperti ini, kau tak tahu betapa aku tersiksa sepeti ini, sudah banyak benihku kubuang secara percuma karena kamu yang tak kunjung menyetujui pinanganku,” cebik Lucas mengatai Vivi adalah wanita kejam.


“Saatnya tiba, maka aku akan memberitahumu kapan aku siap untuk menikah denganmu. Aku masih belum puas menyiksamu seperti ini, jadi bersabarlah sampa aku memberikan keputusan,” ucap Vivi dengan santainya. Lucas bukannya pergi ke kamar mandi untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Vivi, ia malah meraih wahah cantik itu dengan perlahan, bibirnya memagut bibir ranum Vivi dengan lembut, lidahnya sudah menerobos dan mengabsen isi dari mulut Vivi, tangannya hanya mampu mengusap wajah Vivi karena wanita itu tak mengizinkan Lucas menjamah tubuhnya.


“Mandilah dan tuntaskan itu dikamar mandi, aku tak ingin kau kelewat batas. Jika itu sampai terjadi, maka aku akan membencimu seumur hidupku dan aku akan menghilang dari pandanganmu selamanya,” ucap Vivi mendorong tubuh Lucas agar ke kamar mandi.

__ADS_1


“Kasih aku kepastian dulu kapan kau akan menerima lamaran dariku,” pinta Lucas, ia ingin kepastian yang jelas dari wanita yang sungguh sangat dicintainya itu, padahal Lucas bisa mendapatkan wanita yang lebih dari Vivi, tapi ia malah tergila-gila pada gadis kejam yang sama sekali tak mengasihani dirinya.


“Setelah skripsiku lulus, aku akan menerima pinanganmu dan kita akan menikah sebelum aku dan Yesica wisuda,” sahut Vivi yang akhirnya memberikan jawaban pada Lucas.


“Really? Kau tak membohongiku lagi kan? Kau bilang dulu setelah aku memecat Angela, kau akan menerimaku tapi buktinya kau berbohong.” Lucas ingin kepastian.


Vivi menganggukkan kepalanya. “Hm, aku tak pernah membohongimu, aku dulu berkata akan menerima perasaanmu, bukan akan menikah denganmu, kamu saja yang salah mengira. Sudah sana mandi, aku serius kali ini akan menerima pinanganmu setelah skripsiku lulus.” Vivi mendorong tubuh Lucas agar segera pergi ke kamar mandi, ia tak nyaman melihat sesuatu yang terlihat besar dibalik celana yang dikenakan oleh Lucas.


Lucas terkekeh, ia tahu kenapa Vivi bersikap seperti itu.


“Baiklah, aku akan mandi dan menuntaskan ini.” Lucas mencium bibir Vivi sambil menuntun tangan Vivi untuk menyentuh miliknya, sejenak Lucas meleg*h saat tangan Vivi menyentuh miliknya meski masih terhalang celana kolor.

__ADS_1


Vivi membolakan matanya terkejut, ia ingin menarik tangannya tapi rasa tak rela dan kasihan melihat Lucas yang memang tersiksa.


Lucas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menuntaskan apa yang hendak meledak saat ini.


__ADS_2