
“Bagaimana hasil sidangmu? Apakah lulus?” Lucas memeluk Vivi dari belakang saat Vivi sedang bersiap untuk berangkat kerja, padahal Bosnya saja berada bersama dengan dirinya tapi ia sudah siap untuk berangkat kerja.
“Biasa saja, hasilnya juga lulus meski tak sempurna,” sahut Vivi, Lucas yang tak puas akan jawaban gadis yang disukainya itu membalikkan tubuh Vivi yang membelakanginya. Terkadang gadis itu akan bersikap hangat pada Lucas, tapi terkadang ia juga akan bersikap dingin seperti saat ini.
“Mengapa ekspresi wajahmu seperti ini? Harusnya kau bahagia karena lulus dalam sidang, bukan malah wajah ditekuk begini,” tanya Lucas yang bingung dengan ekspresi wajah Vivi.
“Terus aku harus bagaimana? Apakah aku harus teriak-teriak sambil salto? Atau aku harus lompat-lompat karena saking bahagianya? Jika memang lulus ya sudah, berarti usahaku berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil. Ke depannya paling aku hanya harus bekerja keras untuk membiayai hidupku,” ucap Vivi yang balik memberikan pertanyaan yang menurut Lucas kocak.
“Bukankah kamu sudah janji setelah kamu lulus sidang kamu akan bersedia menikah denganku? Apakah kamu akan melupakan janji itu dan pada akhirnya kamu akan mengingkarinya? Jika iya, maka aku akan memaksamu untuk menikah denganku sesuai dengan janji awal kamu.” Lucas mengingatkan Vivi akan janjinya yang pernah diucapkan oleh Vivi.
__ADS_1
“Aku tak lupa, hanya saja, apakah kamu tak akan menyesal kalau menikah denganku. Aku bukan siapa-siapa, bukan gadis cantik yang memiliki kedudukan, bukan pula gadis cantik yang seksi dan elegan juga bukan gadis yang penuh dengan pesona yang memikat. Aku hanya gadis biasa saja, aku tak ingin kecewa saat nanti kamu sadar kalau aku tak memiliki kelebihan apa pun,” sahut Vivi, ia mencoba memengaruhi Lucas karena ia ingin mendengar apa yang menjadi keputusan Lucas, apakah Lucas akan tetap memilih dirinya atau Lucas akan mencari wanita yang lebih dari dirinya.
Lucas bukanya menjawab, ia malah meletakkan punggung tangannya di dahi Vivi. “Kamu gak lagi kesambet kan, Sayang? Bukan ucapan itu yang ingin kudengar dari dirimu. Apa pun yang kamu katakan, aku akan tetap ingin menikah denganmu, aku hanya cinta padamu. Apa kamu pikir aku akan tertarik pada wanita seperti Angela? Aku bukan pria yang tertarik pada wanita yang menyerahkan dirinya dengan suka rela pada pria. Aku lebih tertarik pada wanita yang tak memedulikan aku. Tolong, jangan munafik pada hatimu sendiri, aku tahu kalau kamu juga menyukaiku, jangan pedulikan apa yang akan dikatakan oleh orang, aku mencintaimu tulus dari dalam hatiku dan serius ingin menikahimu, jadi jangan beri aku alasan yang bertele-tele lagi. Aku tanya lagi sama kamu, maukah kamu menukah denganku secepatnya?” tanya Lucas yang menginginkan jawaban pasti dari Vivi, Vivi menangkap keseriusan dalam raut wajah dan juga tutur kata Lucas.
“Hm, aku bersedia,” sahut Vivi singkat tapi sukses membuat Lucas bahagia luar biasa, ia langsung menggendong tubuh Vivi dan berputar sambil tertawa saking bahagianya.
“Aku bahagia banget, sangat bahagia. Aku akan mempersiapkan semuanya secepatnya agar kita segera menikah,” seru Lucas dengan wajah yang berseri bahagia.
“Kenapa? Apakah kamu kasih belum siap setelah mengatakan kalau kau bersedia menikah denganku? Apalagi yang harus kau pertimbangkan?” tanya Lucas.
__ADS_1
“Buka seperti itu,” sahut Vivi.
“Lalu, seperti apa?” tanya Lucas kembali.
“Baiklah, kita akan menikah secepatnya sesuai keinginanmu. Tapi, aku tak ingin pernikahan yang terlalu mewah, cukup ijab kabul saja yang penting sah, tak perlu seperti pernikahan Yesica dan Tuan Vano, aku tak ingin sepeti itu.” Vivi memberi keputusannya mengikuti apa yang diinginkan oleh Lucas, tapi ia tak ingin ada pernikahan megah layaknya resepsi yang diimpikan oleh kebanyakan wanita.
Lucas mengerutkan keningnya. “Kenapa? Biasanya wanita akan suka jika diberikan pernikahan yang mewah dan megah. Malah kebanyakan dari mereka akan menuntut pernikahan yang seperti itu, tapi kenapa kamu malah menginginkan pernikahan yang hanya ijab kabul saja?” tanya Lucas yang bingung dengan permintaan Vivi.
“Tidak apa-apa, aku hanya tak menyukai acara seperti itu saja, menurutku itu hanya membuang uang saja, meski kau mungkin mampu untuk mengadakan acara mewah seperti itu tapi bagiku tak ada manfaatnya,” jelas Vivi, ia yang sedari belia sudah banting tulang bekerja mencari uang merasa hal seperti itu hanya membuang-buang uang saja.
__ADS_1
“Baiklah jika itu keinginanmu, aku akan menurutinya selama kau bahagia. Aku akan mempersiapkan semuanya, tak ada acara mewah, hanya saja aku akan mengundang teman-temanku yang lainnya untuk menjadi saksi dan juga ikut menikmati kebahagiaan kita. Toh kamu juga sudah mengenal mereka, jadi tak masalah dong, kan hanya acara makan setelah ijab kabul saja.” Lucas menuruti permintaan Vivi, ia tak ingin membuat Vivi sedih karena keinginan sepihaknya, baginya asal Vivi bahagia maka ia pun akan lebih bahagia selagi Vivi bersedia menikah dengannya.