Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 88


__ADS_3

Yesica menatap tajam pada wanita yang menabraknya itu, ia bangkit dan mengusap bokongnya yang mencium lantai.


“Maaf, saya tak perlu bantuanmu.” Yesica langsung bergegas masuk ke dalam lift, tapi wanita itu tak membiarkannya begitu saja, ia menahan pintu lift tersebut yang membuatnya gagal menutup.


Yesica menatap tajam pada wanita yang ada di hadapannya. “Mau kamu itu apa sih, Linda?” Yesica bertanya dengan menggunakan nada yang sedikit tinggi pada wanita yang ternyata adalah Linda.


“Ouh, sekarang sudah berani memanggil nama pada saya yah, Nyonya muda. Dulu kamu selalu memanggilku Mbak karena aku atasan kamu, tapi sekarang mentang-mentang sudah berubah status panggilan kamu pun juga berubah. Memang yah kalau kacang itu mudah sekali lupa pada kulitnya, ia tak akan ingat pada status awalnya yang hanya gadis biasa saja yang beruntung dinikahi oleh pengusaha sukses dan tampan,” cibir Linda menganggap Yesica adalah gadis yang tak tahu malu.


“Maaf yah ketua divisi desain, Nona Linda yang terhormat. Sebelum saya masuk ke dalam kantor ini pun saya sudah menikah dengan suami saya, tapi kami hanya belum melakukan resepsi saja. Dan juga perlu saya pertegas lagi, saya tak pernah mengejar dan mengemis cinta apalagi sampai menaiki ranjang Tuan Vano hanya untuk menjadi wanitanya. Tuan Vano yang terhormat sendirilah yang mengejar saya untuk menjadi istrinya, jadi jika kamu mau sirik, seharusnya kamu tahu dulu jalan ceritanya. Kamu mau protes, proteslah pada Tuan Vano yang mengejar dan memilihku untuk dijadikannya istri dan Nyonya muda Hanoraga. Kasihan sekali kamu yah, selalu berjuang untuk mendapatkannya, bahkan sampai memperlihatkan bagian tubuhmu yang menjijikkan tapi nyatanya tak dilirik sama sekali,” dengan pedas Yesica membalas cibiran Linda, tentu saja hal itu membuat Linda emosi karena Yesica sudah berani berucap demikian.


Linda mengacungkan telunjuknya di depan wajah Yesica dengan tatapan geram dan mengeraskan rahangnya. “Kamu!” kesalnya tertahan karena tak dapat membalas ucapan Yesica.


“Saya kenapa? Saya ingin bertemu dengan suami tercinta saya, apakah Anda keberatan? Tolong Anda menyingkir dari sini karena Anda sungguh sangat mengganggu,” balas Yesica seraya melepas paksa tangan Linda yang masih menahan pintu lift, lift pun tertutup sambil menampakkan senyum seakan merendahkan pada Linda, tentu saja hal itu membuat Linda semakin kesal.

__ADS_1


“Huh,” nafas lega dilepaskan oleh gadis cantik itu yang sedang berada di dalam lift, ia sungguh lega karena bisa menghindari Linda. “Sampai kapan aku harus bersikap arogan seperti itu, rasanya sungguh menyesakkan dada. Tapi jika aku tak bersikap seperti itu, Linda akan selalu menggangguku dan pasti akan lebih berani lagi menggoda Mas Vano,” keluhnya, ia sebenarnya tak ingin bersikap demikian pada orang lain meski ia memang istri dari Devano, Yesica hanya ingin orang lain menganggapnya ada dan tak mengacuhkannya karena ia miskin.


Pintu lift terbuka, Yesica melangkahkan kakinya berjalan menuju ruangan di mana Devano biasa berada. Tepat di depan pintu, ia mengetuk pintu terlebih dulu karena meski ia istri pemilik ruangan tersebut, ia juga harus menghargai Devano.


Pintu terbuka, Kris mempersilakan Nyonya mudanya untuk masuk. Terlihat Devano sedang rapat dengan beberapa klien penting dari perusahaan lain sepertinya, karena Yesica tak mengenali mereka. Yesica memilih untuk duduk di sofa yang berada tak jauh dari tempat mereka rapat.


“Mengapa kamu duduk di sana? Kemarilah,” titah Devano, tanpa menjawab Yesica bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri suaminya, ia duduk tepat di samping suaminya itu.


“Perkenalkan, ini adalah Nyonya muda Hanoraga.” Devano memperkenalkan istrinya pada rekan bisnisnya, Yesica tersenyum canggung, ia merasa gerogi karena ini pertama kalinya suaminya itu memperkenalkan dirinya pada rekan bisnisnya.


“Wah, Nyonya muda sungguh manja sekali yah, membicarakan sesuatu dengan cara berbisik, saya jadi rindu istri di rumah,” goda salah satu rekan bisnis Devano.


“Anda sungguh pandai menebak, Tuan David. Istri kecil saya ini memang sangat manja pada saya, itulah mengapa saya sangat mencintainya,” timpal Devano membenarkan.

__ADS_1


“Memang terkadang mereka yang selalu manja pada kita membuat kita jatuh cinta setiap hari, saya bahkan selalu merindukannya,” ucap David.


“Kita ternyata satu hati, saya juga setiap menit selalu merindukannya, itulah mengapa saya selalu ingin ia berada disisi saya setiap saat agar saya tak tersiksa saat merindukannya.” Devano berucap demikian sambil menatap penuh cinta pada istri kecilnya itu, tentu saja hal itu membuat Yesica jadi salah tingkah.


Yesica bangkit dari duduknya. “Aku akan istirahat dulu, kamu lanjutkanlah rapatnya. Tuan David, maaf saya tinggal istirahat, mohon Tuan David tidak marah,” pamit Yesica.


“Tentu tidak, Nyonya muda pasti sangat lelah,” sahut David.


“Pergilah istirahat, setelah rapat selesai, aku akan menemanimu,” ucap Devano, raut wajah Yesica berubah menjadi merona karena gerogi dengan ucapan suaminya, ia segera berlalu dari tempat tersebut menuju kamar istirahat dengan jantung yang berdegup sangat kencang, Devano dan David terkekeh melihat tingkah lucu Yesica.


***


Selamat berbuka puasa kak🙏😊

__ADS_1


Maaf yah, belakangan aku jarang update, soalnya lagi ngurusin anakku yang gede mau masuk pondok jadi sibuk banget bolak balik ngurus surat2 pendaftarannya🙏😊


__ADS_2