Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 44


__ADS_3

Yesica terdiam sejenak, ia mencoba berpikir keputusan apa yang harus diambilnya.


‘Aku tak boleh bersikap tak tahu diri, aku harus bersyukur karena Tuan Vano bersedia memungutku, aku juga sudah bertekad untuk mencoba membuka hatiku untuknya, mungkin saja dengan ikut bersama dengannya dan selalu berada di dekatnya akan membuat rasa cinta dalam hatiku perlahan untuknya,’ batinnya mencoba berpikir yang terbaik.


“Aku akan ikut denganmu jika izin di kampus sudah diatur. Lagi pula tak ada alasan untukku menolaknya, toh memang kita sudah menikah, cepat atau lambat juga semua orang akan tahu hubungan ini. Mulai hari ini aku bersedia mempublikasikan hubungan kita. Aku tak peduli dengan apa yang dipikirkan atau dikatakan oleh orang tentangku yang menikah denganmu. Aku tak akan merasa malu jika orang mengetahuinya, toh aku menikah denganmu bukan karena aku naik ke atas ranjangmu melainkan kamu yang memintaku dengan baik, jadi untuk apa kupermasalahkan omongan orang,” akhirnya Yesica memberikan jawabannya, tentu saja hal itu membuat Devano sangat senang. Ia mencium punggung tangan istri kecilny itu, sejenak ada perasaan berdesir dalam hati Yesica.


‘Perasaan apa ini, mengapa jantungku berdegup dan darahku berdesir? Semoga perasaan ini adalah awal yang baik bagi hubungan kita,’ batin Yesica bertanya-tanya.


Setelah selesai makan malam, keduanya bergegas pulang. Devano menyuruh istri kecilnya untuk istirahat lebih awal karena esok pagi mereka akan berangkat ke bandara, penerbangan mereka pukul delapan pagi sesuai permintaan Devano menggunakan jet pribadi.


“Selamat tidur, semoga hubungan kita semakin erat lagi. Cepatlah jatuh cinta padaku dan cepatlah lulus dari kuliahmu. Aku ingin segera memiliki buah cinta yang lahir dari rahimmu.” Devano mengusap perut Yesica yang rata, doa itu diaminkan oleh Yesica dalam hatinya yang ternyata belum tidur.


*****


“Di mana?” tanya Kris yang tengah menghubungi seseorang.


“ ... “


“Tunggu aku, aku akan menjemputmu, jangan pergi dulu atau aku akan mengikat kakimu,” titahnya, ia seperti sedang bicara dengan bawahannya yang nakal.


Panggilan dimatikan dan Kris pun melajukan mobilnya menuju resto untuk membeli makanan. Setelah mendapatkan dua porsi makanan untuk makan malam, Kris melajukan mobilnya kembali menuju suatu tempat. Mobil berhenti di butik milik Chelsea, seorang wanita cantik nan seksi sudah menunggunya.


Kris turun sambil membuka jasnya, ia memakaikan jasnya itu pada wanita yang telah menunggunya yang tak lain adalah Chelsea.

__ADS_1


“Apakah kamu tak bisa memakai baju yang sedikit lengkap bahannya saat malam hari? Atau kau bisa menggunakan jaket atau semacamnya agar tak kedinginan seperti ini. Apakah kau ingin mengundang pria brengs*k agar menggodamu karena pakaianmu yang kurang bahan seperti ini?” oceh Kris yang baru datang membuat Chelsea mau tak mau harus membungkam mulut Kris dengan bibirnya.


Kris melepas ciuman tersebut dan mengusap bibir Chelsea dengan tangannya. “Jangan menggodaku untuk mengalihkan ucapanku. Mulai besok bawa jaket, pakai jaket saat pulang. Besok aku tak bisa menjemputmu tapi akan ada orang yang menggantikanku untuk menjemputmu, tapi bukan menggantikanku untuk bisa kau rayu.” Kris mencoba memperingati wanita nakalnya itu.


“Kamu mau ke mana memangnya? Bolehkah aku ikut?” tanya Chelsea dengan bibir yang dimanyunkan.


“Nanti akan kuberitahu, sekarang masuk dulu ke dalam mobil.” Kris menggandeng wanitanya untuk masuk ke dalam mobil, setelah Chelsea masuk dan memakai sabuk pengamannya, ia pun berlari menuju kursi kemudi dan melajukan mobil meninggalkan butik setelah masuk kesisi pengemudi.


Di apartemen, setelah mereka membersihkan tubuh bersama, keduanya makan malam bersama.


“Kau belum menjawab pertanyaanku, ke mana kau akan pergi esok, dan apakah aku boleh ikut?” Chelsea mengulang pertanyaannya yang belum dijawab.


“Aku ada perjalanan bisnis ke Singapura bersama dengan Tuan Vano dan istrinya,” sahut Kris.


“Aku ikut yah.” Chelsea mendekatkan wajahnya pada wajah Kris dan mengedip-ngedipkan matanya.


*****


“Aku tahu kau sudah bangun,” bisik Devano kemudian meraih wajah istri kecilnya dan memagut bibir ranum itu lembut.


“Aku belum mandi, apakah kamu tidak merasa jijik?” ucap Yesica setela pagutannya terlepas.


“Apa yang membuatku harus jijik pada istriku sendiri, bangun tidur pun bagiku kau tetap nik*at,” sahutnya melakukan lebih dari sekedar memagut bibir istri kecilnya.

__ADS_1


Sebenarnya Yesica merasa risi karena ia belum mandi, tapi suaminya itu tak ingin melepaskannya jadi ia hanya bisa pasrah dan menik*ati permainan memabukkan suaminya yang membuat dirinya sebenarnya candu.


“Ah ... Mas ...,” racau Yesica saat Devano sudah mulai membawanya terbang melayang.


“Panggil aku Vano,” bisiknya dengan suara seksinya.


“Va ... no, ah ....” Yesica menuruti permintaan suaminya, ia seakan dibuat gila oleh pria dewasa yang menjadi pujaan banyak wanita itu. Betapa beruntungnya ia, di saat yang lain berlomba ingin menaiki tempat tidur pria berkuasa itu, Yesica malah menguasai hatinya dan bahkan ia diundang langsung oleh pemiliknya untuk naik ke atas tempat tidurnya.


Hampir satu jam lamanya permainan panas sepasang makhluk yang sedang dimabuk rasa nik*at itu berlangsung, keduanya menger*ng keras saat cairan panas menyembur menyirami rahim Yesica. Keduanya ambruk karena lelah.


“Adakah penyesalan dalam hatimu karena aku telah melakukannya padamu?” tanya Devano tiba-tiba.


Yesica menggelengkan kepalanya tanpa berpikir. “Aku tak merasa menyesal sama sekali, aku malah bersyukur karena pria hebat sepertimu yang digilai oleh para wanita cantik dari berbagai kalangan memilihku sebagai pendamping hidupmu. Tapi jika kamu bertanya apakah ada ketakutan dalam diriku maka jawabannya adalah ada. Aku takut karena saat nanti kau sudah bosan padaku maka kau akan meninggalkanku dan mencari yang baru,” sahut Yesica.


“Percayalah padaku, asalkan kau setia padaku dan hanya akulah pria yang menyentuhmu, aku tak akan melakukan hal itu. Bagiku pernikahan dan wanita bukan untuk main-main. Jika aku sampai melakukan itu, maka pak tua yang mungkin saat ini sedang melakukan hal yang sama pada Mamahku dengan yang kita lakukan saat ini akan membun*hku tanpa ampun,” sahut Devano meyakinkan istri kecilnya.


“Akan kupercayakan hatiku padamu, dan akan kubuka hatiku untuk menerimamu. Semoga kamu sabar menunggu hari di mana aku mencintaimu.”


Di tempat lain, di dalam kamar Bram dan Aberlie, Bram terbatuk saat sedang melakukan olah raga paginya.


“Kamu kenapa, Dear?” tanya Aberlie bingung.


“Mungkin putra kesayanganmu sedang merutukiku saat ini,” sahutnya, tapi hal itu hanya berlangsung sebentar. Bram melanjutkan olah raga paginya yang begitu menguras tenaga dan kringat tapi memberikan rasa nik*at bagi keduanya.

__ADS_1


*


Devano dan Yesica sudah siap, barang yang akan dibawa pun sudah siap karena Kris sudah dari subuh menyiapkan semuanya. Mereka tinggal menunggu Kris datang saja untuk berangkat.


__ADS_2