Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 78


__ADS_3

Yesica menatap Lidia, ia tersenyum tipis padanya.


“Aku sebenarnya tak ingin mengatakan hal ini, karena yakut membuat bestiemu itu terbakar cemburu dan akhirnya kesal sendiri.” Yesica membuka suaranya saat selesai dengan mengemas barangnya. Yesica berjalan mendekati Lidia yang sedang menatapnya tak senang.


“Mau apa kamu?” tanya Lidia menatap tajam pada Yesica.


“Aku hanya ingin mengatakan dan memberitahu pada kalian, kalau suami tercintaku memintaku untuk selalu berada disisinya. Dia tak bisa fokus sama sekali pada pekerjaannya saat jauh dariku, maka dari itu aku disuruh untuk pindah ke ruangannya guna menemaninya selalu,” ucap Yesica dengan seringainya membuat Linda yang mendengarnya mengepalkan tangannya geram, Yesica melihat hal itu dan hatinya merasa senang karena sudah membuat rivalnya kesal.


Setelah berucap demikian, Yesica kembali kemejanya guna membawa barang-barangnya kembali ke ruangan Devano, tapi tiba-tiba Kris datang mengambil barang tersebut.


“Biar saya saja, Nona,” ucap Kris.

__ADS_1


“Oh Kris, mereka akan berpikir aku memanfaatkan statusku yang sebagai istri dari suamiku nantinya, aku akan merasa tak enak jika mereka berpikir demikian,” ucap Yesica dengan nada dibuat seakan memelas, tentu saja hal itu membuat Linda semakin geram dan ingin sekali rasanya ia mengacak-acak wajah Yesica jika saja tak ada Kris di tempat itu.


“Jika ada yang berani berpikir demikian, maka saya akan membereskan mereka. Mari kita kembali ke ruangan Tuan, Tuan sudah menunggu Anda dari tadi, dia akan memberi pekerjaan yang lebih pada saya jika Anda tak segera kembali ke ruangannya,” ajak Kris.


“Baiklah Kris, aku tak bisa menolak keinginan suamiku itu atau nanti dia akan terus merajuk seperti anak kecil,” sahut Yesica, lirikannya tak lepas dari Linda dan Lidia.


Yesica berjalan mengikuti Kris, tapi saat sampai di depan pintu langkahnya terhenti, ia berbalik dengan senyum yang dilemparkan pada Linda dan Lidia.


“Ketua divisi kalian masuk ke dalam ruangan Tuan Vano saat kami sedang melakukan hubungan intim. Raut wajahnya sungguh sangat lucu kala terkejut melihat Tuan Vano sedang menyu*u padaku seperti bayi yang kehausan. Ingin rasanya aku tertawa saat itu, tapi rasa nik*at mengalahkannya jadi kuurungkan untuk kutertawa. Tapi aku merasa kasihan karena dia mendapatkan bentakan dari suamiku, sebab dia masuk tanpa menunggu diperintah masuk oleh suamiku,” jelas Yesica, ia menceritakan apa yang terjadi pagi tadi tanpa rasa canggung di wajahnya, sebenarnya Yesica malu mengatakan hal itu, tapi ia ingin memberi pelajaran pada Linda yang selalu mengatakan hal tak enak tentangnya.


“BERISIK!” pekik Linda membuat yang lainnya terkejut dan sontak saja mereka menatap pada Linda. “Dasar wanita ja*ang, tak tau malu mengatakan hal itu pada orang lain,” rutuknya dengan wajah penuh amarah, Linda merasa emosi kala mengingat apa yang dilihatnya pagi tadi.

__ADS_1


“Aku sengaja mengataka itu agar kau berhenti mengharapkan suamiku, dia milikku dan selamanya akan tetap menjadi milikku,” ucapnya dengan tegas dan penuh penekanan, Yesica lalu pergi meninggalkan ruangan divisi desain dengan diikuti oleh Kris. Sedangkan di ruangan tersebut terdengar Linda berteriak dan sepertinya melemparkan sesuatu ke lantai, tapi Yesica tak ingin peduli dengan apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut, ia terus berjalan menuju lift untuk menuju ruangan suaminya.


“Huh, aku rasanya hampir gi*a jika harus berhadapan dengan fans beratnya Mas Vano,” gerutu Yesica yang akhirnya bisa bernapas lega.


“Anda sungguh luar biasa, apa yang Anda lakukan sudah benar, wanita sepertinya memang harus diperlakukan seperti itu. Anda harus ingat, Anda adalah Nyonya muda Hanoraga, jadi Anda berhak bersikap arogan dan sombong pada mereka yang juga bersikap demikian pada Anda. Anda harus mempertegas pada mereka jika Tuan Vano adalah milik Anda seorang dan mereka tak berhak mendambakannya,” ucap Kris, ia lega ternyata Nyonya mudanya bisa menangani wanita seperti Linda yang rela memberikan tubuhnya hanya demi kedudukan dan hidup enak.


“Aku lelah jika harus bersikap demikian terus menerus, Kris. Gaya seperti itu, bukanlah gayaku sekali. Jika saja bukan demi Tuanmu itu, aku tak ingin bersikap demikian,” ucap Yesica yang sebenarnya tak nyaman bersikap arogan seperti tadi.


“Saya mengerti perasaan Anda, tapi itulah risikonya menikah dengan pria yang luar biasa.”


Lift terbuka, keduanya berjalan menuju ruangan di mana Devano berada.

__ADS_1


__ADS_2