
Tepat pukul tujuh waktu Singapura, Devano dan Kris pulang. Kris langsung menuju kamarnya karena ia pikir wanitanya sudah kembali ke kamarnya. Devano pun bergegas menuju kamar, ia terkejut kala melihat istri kecilnya sedang tidur dengan wanita cantik nan seksi kekasih asistennya. Tak lama pintu diketuk dan Devano membukakannya. Devano memberi kode pada Kris kalau wanitanya sedang terlelap bersama dengan istri kecilnya.
“Maaf, Tuan. Saya kan membawanya kembali.” Kris langsung berjalan menuju tempat tidur, ia menggendong tubuh molek wanitanya secara perlahan takut membangunkannya. “Kalau begitu saya kembali ke kamar, selamat beristirahat, Tuan.”
“Kris,” panggil Devano dan Kris menghentikan langkahnya, ia membalikkan tubuhnya.
“Iya, Tuan. Ada yang Anda butuh kan?” tanya Kris.
“Terima kasih sudah membawanya, gadis kecil itu pasti akan kesepian jika kau tak membawa wanitamu,” ucapnya, Kris merasa terkejut, pasalnya belum pernah Bosnya itu mengungkapkan rasa terima kasihnya pada seseorang.
“Anda terlalu sungkan, kalau begitu saya kembali dulu.”
“Hm.”
Kris pergi membawa tubuh kekasihnya dalam pelukannya sambil tersenyum tipis menatap wajah polos wanitanya saat tidur saat ia berjalan menuju kamarnya.
“Dasar kucing liar nakal,” gumamnya mengatai Chelsea kucing liar yang nakal.
__ADS_1
Melihat istri kecilnya tertidur begitu lelap, Devano memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Setelah segar, ia ikut berbaring di samping istrinya sambil memeluk tubuh mungil itu.
“Kamu pasti lelah, istirahatlah yang lelap, kita akan makan malam setelah kamu bangun,” gumamnya dan tak lama matanya ikut terpejam.
Malam menjelang, Devano dan Yesica sudah rapi, mereka akan makan malam di luar, Devano berencana mengajak istri kecilnya itu untuk menikmati suasana malam di negara orang.
“Apakah kamu tak lelah? Aku berpikir malam ini kalau kita makan malam dikamar saja dan setelah makan kita bisa langsung istirahat,” tanya Yasica.
“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan menghirup udara malam, apakah kau tak ingin?” sahut Devano bertanya.
“Baiklah, tapi kalau makan malam aku tetap ingin makan malam d luar, jangan menolak karena sudah titik tak bisa diganti koma lagi," sahutnya tapi masih tetap ingin mengajak istri kecilnya itu makan malam di luar.
“Baiklah, aku memang selalu tak bisa menolak keputusanmu karena kau Bosnya dan aku pengikutmu.” Yesica pasrah pada akhirnya.
“Kau bukan pengikutku, tapi kau Ratuku.” Devano meralatnya.
Akhirnya keduanya makan malam di luat, Devano mengajak istri kecilnya itu untuk makan di resto mewah. Terlihat sangat berkelas sehingga membuat Yesica minder, awalnya ia ingin menolak, tapi Devano meyakinkannya bahwa ia adalah Nyonya muda dari keluarga Hanoraga yang terpandang dan disegani.
__ADS_1
‘Aku harus bisa menjadi istri berkualitas suamiku, jangan karena aku berasal dari keluarga tak mampu lantas aku akan mempermalukannya. Aku harus berubah dan menerima takdirku kalau aku adalah Nyonya muda dari Tuan muda Hanoraga,’ batin Yesica yang bertekad tak ingin membuat suaminya malu.
Yesica melihat sekeliling, ia seperti berada ditengah-tengah kumpulan orang-orang kaya karena pakaian yang mereka gunakan hanya untuk makan malam semata saja begitu mewah dan elegan. Beruntung semua pakaiannya yang menyiapkan adalah Kris yang memiliki selera berkelas, jika ia menyiapkan pakaiannya sendiri mungkin akan terlihat memalukan untuk suaminya.
Makan malam yang seharusnya romantis, tapi bagi Yesica terasa begitu menegangkan. Devano menggenggam tangan istri kecilnya itu dengan senyum yang jarang sekali diperlihatkannya. Hanya pada Yesicalah senyum itu terbit.
“Tenang, ada aku di sini, jangan melihat ke arah lain. Jika kau tak nyaman aku akan memesan ruangan VIP untuk kita makan,” ucap Devano lembut.
“Tak perlu, ini pertama kali bagiku jadi aku harus membiasakannya. Bukankah aku Nyonya muda dari keluarga Hanoraga? Jadi aku harus berusaha lebih maksimal lagi untuk menjadi pantas berdiri disisimu," sahutnya yang tak ingin Devano merasa tak enak hati.
"Baiklah kalau itu maumu, Nyonya Hanoraga tak perlu memaksakan diri, jadilah dirimu sendiri karena itu yang kusukai. Tak perlu menjadi orang lain agar membuatku bangga, bagiku istriku apa adanya.” Devano tak ingin memaksa istrinya untuk menjadi standar elit orang-orang berkelas, ia hanya ingin istrinya tetap berada disisinya saja sudah cukup. Yesica merasa lega mendengarnya, tapi biar bagaimanapun ia juga akan tetap berusaha membuat dirinya pantas berada di dekat suaminya.
Makan malam berjalan dengan begitu romantis bagaikan dunia milik mereka berdua. Selesai makan malam keduanya langsung kembali ke hotel sesuai permintaan Yesica. Devano pun menurutinya karena esok pagi juga ia akan ada rapat lagi dengan penyelenggara pameran dan lusa acara tersebut akan digelar.
*****
Done 2bab spesial untuk Kak Aisyah yah🙏😊
__ADS_1