Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)

Ketika Bos Dingin Jatuh Cinta (Devano Hanoraga)
Episode 86


__ADS_3

Di resto mewah bintang lima yang tak lain milik Boy, Devano dan Yesica sedang menunggu makanan yang mereka pesan datang. Ruangan outdoor yang dipilih oleh Kris sungguh sangat romantis karena layaknya taman sungguhan yang disajikan oleh resto tersebut. Yesica sangat menyukai tempat tersebut.


“Apa kau menyukai tempatnya?” tanya Devano.


Yesica mengangguk dengan cepat. “Hm, aku sangat menyukainya, ini tidak terlihat begitu formal jadi tak membuat deg-degan,” sahut Yesica dengan wajah berbinar, ia pikir suaminya itu akan membawanya untuk makan malam di tempat yang formal dan membosankan.


Tak lama, pelayan datang membawakan makanan yang telah mereka pesan, Yesica memesan spageti meski ia berada di resto mewah. Devano pun tak ingin memaksa apa yang ingin dimakan oleh istri kecilnya, ia juga ikut memesan makanan yang sama dengan istri kecilnya itu. Namun, yang mereka pesan bukan hanya spageti saja, ada makanan pencuci mulut seperti puding dan ice cream, tentu saja hal itu membuat Yesica senang, karena yang dipesan oleh suaminya adalah kesukaan dirinya.


Setelah pelayan pergi, keduanya makan dengan romantis karena sesekali mereka saling menyuapi. Siapa saja yang melihatnya pasti akan iri dengan keromantisan dan kebucinan mereka.


*


Meninggalkan kebucinan Devano dan Yesica, kita akan melihat bagaimana hubungan dari pasangan yang saling mencintai ini tapi disisi lain wanitanya selalu saja bersikap dingin, padahal ia juga cinta. Malam ini, di Langit Malam, Angela yang telah dipecat oleh Lucas datang berkunjung, entah apa tujuannya, tapi yang pasti tak akan ada kejadian baik jika ada Angela.

__ADS_1


“Hai, Tuan Lucas yang tampannya tiada tanding dan memesona, apakah kamu merindukan aku.” Angela dengan begitu percaya dirinya memeluk lengan Lucas erat, tapi hal itu langsung ditepis oleh Lucas karena ia tak ingin menyakiti wanita yang dicintainya sebab Vivi juga berada di tempat tersebut.


Namun, buka Angela namanya kalau langsung membiarkannya lepas begitu saja. Tapi hal itu tak berlangsung lama karena Vivi datang dan melakukan hal yang tak terduga.


“Lepaskan tangan kamu dari calon suamiku, kamu itu sudah dipecat dari sini dan juga tak diterima di sini, mau apa lagi datang kesini? Calon suamiku tak akan pernah melirik wanita gatal sepertimu, lebih baik kamu berkaca terlebih dulu.” Vivi dengan paksa melepaskan pelukan Angela dari Lucas, ia balik memeluk lengan yang tadi dipeluk oleh Angela dengan menatap tajam pada wanita berpakaian kurang bahan tersebut.


“Percaya diri sekali kamu yah kalau Tuan Lucas mau sama karyawan bau kencur seperti kamu yang tak enak dipandang. Lepas, yang pantas untuk Tuan Lucas hanya aku.” Angela balik melepaskan pelukan Vivi dengan kasar, tapi hal itu tak terjadi karena Lucas langsung mengambil tindakan pada Angela.


“Jangan pernah berlaku kasar pada kekasihku. Siapa yang pantas buatku adalah aku sendiri yang memutuskannya, bukan kamu. Untuk apa kamu datang kembali kesini? Aku sudah memecatmu dan tak akan menerimamu kembali, lebih baik kamu pergi kupanggil orang untuk menyeretmu pergi.” Lucas memeluk Vivi tepat di depa mata Angela, tentu saja hal itu membuat Angela sangat kesal.


“Aku tak membutuhkan wanita seksi yang mengincar pria kaya untuk memenuhi kehidupannya sepertimu. Cukup gadis kecil polos seperti Vivilah yang aku butuhkan, karena aku yakin gadis sepertinya akan setia sampai aku ma*i, tak sepertimu yang dipastikan akan membuangku setelah aku tak memiliki apa-apa. Pergilah sebelum orangku menyeretmu keluar dari sini, Langit Malam tak menerimamu,” ungkap Lucas masih memeluk Vivi, Vivi menatap Lucas dan mengeratkan pelukannya.


“Ah, aku mencintaimu,” ucapnya tanpa sadar, tentu saja hal itu membuat Lucas sangat senang.

__ADS_1


“Aku juga mencintaimu,” balas Lucas.


Angela pergi dengan kesal sambil mengentakkan kakinya karena kesal dan marah, rencananya datang untuk menggoda Lucas malah berakhir dengan ia yang dibuat kesal.


***


Beberapa bulan berlalu setelah acara resepsi Devano dan Yesica, hari ini adalah hari di mana Yesica dan Vivi sidang skripsi.


“Apakah aku harus menemanimu?” tanya Devano kala Yesica membantu suaminya itu memakai dasi, ia kini sudah mahir memakaikan dasi pada suaminya.


“Tak perlu, lagi pula kamu kan juga tak bisa menyaksikannya, aku tak ingin orang lain menikmati memandangimu, apalagi para wanita centil, mereka pasti akan menjadikan kesempatan untuk mendekatimu,” sahutnya sambil menggerutu saat membayangkan bagaimana wanita centil menggoda suaminya.


“Apakah kamu meragukan suamimu ini, hm? Aku bisa meminta rektor untuk membiarkanku ikut ke ruang sidang bersama denganmu kalau kau mau,” dengan menaik turunkan alisnya, Devano berucap. Yesica hampir saja melupakan siapa suaminya itu, ia bisa melakukan apa saja yang diinginkannya hanya dengan membuka suara.

__ADS_1


“Tak perlu, aku akan memberikan kejutan padamu nanti tentang bagaimana hasil dari sidang skripsiku saat aku datang ke kantor. Jika kamu mengikutiku sidang, maka aku tak bisa memberikan kabar bahagianya padamu.” Yesica tetap kekeh tak ingin suaminya mengikuti sidang dirinya, ia ingin saat mendapatkan kabar baik bisa langsung memberi kejutan pada suami tercintanya mengingat ia sudah tak memiliki siapa pun lagi untuk diberi kabar gembira karena kedua orang tuanya sudah tiada.


Devano menangkup wajah istri kecilnya. “Baiklah jika itu maumu, aku akan menunggu kabar dari sidangmu dikantor, setelah selesai langsung menemuiku oke. Ayu, aku akan mengantarmu, nanti orangku akan menjemputmu,” akhirnya Devano mengalah dan menuruti permintaan istri kecilnya, ia tahu betul apa yang diinginkan istri kecilnya itu.


__ADS_2