Ketika Talak Telah Terucap

Ketika Talak Telah Terucap
Bab 58 Pov Hilman


__ADS_3

Aku tidak menyangka akan bertemu dengan Ajeng disaat kondisi Rendi kembali drop. Padahal sedapat mungkin hal ini yang paling ku hindari selama urusanku dan Dewi belum selesai. Menyesal memang sedang ku alami. Tetapi takdir Allah juga yang telah membawaku hingga  saat ini.


Ternyata langkah yang membawaku ke tanah Makasar membuatku terjebak sehingga aku tak bisa melepaskan diri begitu saja.


Memang sudah sepuluhan tahun aku sudah tidak bertemu Ridwan dan Dewinta setelah keduanya ku anggap melakukan pengkhianatan terbesar dan menjadi penjahat cinta dalam hidupku.


Aku dan Ridwan sangat dekat sejak bangku sekolahan. Mamaku dan mamanya saudara kandung. Sikap  ramahnya membuat ia memiliki banyak teman. Aku hanya seorang pemimpi yang ingin meraih kesuksesan dengan berjuang.


Papa hanya seorang  pegawai pemerintahan dengan jabatan rata-rata. Sedangkan mama, perempuan yang sepenuhnya mengabdi untuk kehidupan rumah tangga. Kehidupan kami biasa saja.


Papa Ridwan yang seorang pengusaha sukses telah membuatnya menjadi lelaki populer di mana pun keberadaannya.


Walau pun dengan kehidupan menengah tak membuat ku pasrah. Melihat  peluang bisnis untuk mengelola hasil pertanian melimpah aku mencoba terjun ke lapangan untuk membantu petani menjadi suplayer.


Dengan modal SK papa yang mengikuti pendidikan di bank menjadi modal awalku untuk memulai usaha. Memang tidak mudah untuk merintis tanpa dukungan orang kuat.


Tapi berkat doa mama yang tak pernah putus, dalam dua tahun usaha yang ku rintis mulai stabil dengan modal yang sudah bisa kembali plus dua pick up menjadi sarana distribusi yang mumpuni.


Tahun kedua di kampus, aku mulai dekat dengan seorang gadis cantik yang penampilannya sederhana. Aku menyukainya karena dia pun berasal dari level yang sama.


Dewinta  Putri namanya. Ayahnya hanya seorang petani yang memiliki sawah cukup luas dan ibunya seorang guru di sebuah sekolah menengah atas.


Perjumpaan kami terjadi karena ayahnya salah satu petani yang menyetorkan panen pada usaha yang ku kelola.


Sikap sederhana dan kelembutan yang ia tampilkan membuatku mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama. Perasaanku tak bertepuk sebelah tangan. Dewi pun mengakui bahwa ia pun menyukaiku sejak pertama kali bertemu di kampus.


Tiada kebahagiaan lain, seakan bulan jatuh ke pangkuan. Rasa syukur memiliki Dewi membuat ku mulai merajut asa untuk membina rumah tangga di masa depan.


Sedapat mungkin semua  keinginannya ku turuti sebagai bentuk rasa sayang dan pengorbanan atas nama cinta yang tulus dan murni dari sanubari terdalam.


Tiga tahun hubungan mesra yang terjalin serta pengorbanan yang ku berikan ternyata tak berarti apa-apa sejak  Ridwan kembali dari kuliahnya di Amerika.

__ADS_1


Kehadiran Ridwan di rumah saat ada arisan keluarga membuat semua mulai terasa berbeda.  Dari kursi tempatku duduk berdampingan dengan Dewi, dapat ku lihat tatapan matanya yang tak berkedip memandang  Ridwan yang sedang bercerita tentang kegiatannya selama di luar negeri.


Hati kecilku tak bisa dibohongi. Aku merasa kehadiran Ridwan bisa mengancam komitmen yang telah kami buat untuk slalu bersama hingga di titik akhir.


Tapi karena rasa cinta dan sayang aku berusaha menafikan keganjilan sikap Dewi yang mulai dingin atas komunikasi yang terjalin diantara kami. Hingga akhirnya kehamilan Dewi membuatku seperti ditimpa bom atom langsung memecahkan kepala.


Aku sendiri sangat menjaga kesucian hubungan kami. Pantang bagiku untuk merusak pagar ayu sebelum sah dalam ikatan kesucian. Memang dalam setiap hubungan selalu ada bumbu-bumbu berbalut kemesraan, walau agak menyerempet.


Bukannya munafik, setiap lelaki pasti sama. Tapi dalam menjaga kesucian hubungan kami, wajah ibu selalu membuatku terselamatkan dari bujuk rayu setan.


Apa yang dapat ku lakukan, selain menerima kenyataan bahwa Dewi telah mengandung benih Ridwan setelah mereka dekat dalam empat bulan terakhir.


Keluarga besar tentu kecewa atas semua peristiwa yang terjadi. Mama marah besar dengan sikap Dewi yang tidak bisa menjaga komitmen kami sejak awal.


Untuk menutupi kekecewaan orang tuanya, akhirnya Ridwan membawa Dewi untuk memulai hidup baru di bumi Makasar dengan mengelola usaha tambang milik keluarga yang mulai berkembang.


Cukup lama bagiku untuk bangkit dari keterpurukan karena menjadi korban cinta yang dengan segala pemujaan atas nama harta di atas segalanya.


Suaranya yang lembut dengan tatap mata yang teduh membuatku terhanyut untuk beberapa saat. Aku tidak pernah menyangka jantungku langsung berdetak cepat. Kata-kata yang sudah siap untuk dilisankan, tiba-tiba terasa nyangkut di tenggorokan.


Tapi ternyata nasibku belum beruntung. Perkataan Hendra yang menjadi salah satu rekan kerjaku yang menanyakan keberadaan suaminya membuatku hanya meringis kecewa. Perempuan yang berhasil mencuri hati saat pertemuan pertama ternyata telah dimiliki seseorang.


Dua tahun aku hanya menjadi pengagum rahasia. Hingga suatu hari tanpa sengaja aku yang sedang berada di toko souvenir dan oleh-oleh milik Hendra mendengar percakapan ia dan istrinya.


Seperti mendapat berita terbaik sepanjang hidup, entah mengapa kebahagiaan langsung menyertaiku sepanjang hari. Bukannya aku berbahagia di atas kedukaan Ajeng karena perpisahan yang terjadi antara ia dan suaminya.


Tapi karena adanya kesempatan bagiku untuk berjuang, walau aku sendiri tak bisa berasumsi sampai kapan keinginanku untuk dekat dengannya bisa terjadi.


Entah karena intensitas pertemuan serta keinginan Ajeng untuk memulai usaha membuat jarak antara aku dan dia semakin dekat. Ini tentu sangat membahagiakan bagiku.


Dia yang masih awam dalam dunia usaha menjadi anugerah tersendiri bagiku untuk merapat. Dengan proposal kerja sama yang ku tawarkan, membuat komunikasi antara aku dan diasemakin lancar. Hendra dan istrinya pun sangat mendukung keinginanku agar bisa mengenal Ajeng lebih akrab.

__ADS_1


Namun usaha disertai niat yang tulus padanya ternyata tak mulus begitu saja. Aku tak menyangka bahwa mantan suaminya yang juga pengusaha serta seorang aparatur sipil negara mempunyai keingin untuk kembali bersama. Apalagi ada putri kecil yang telah hadir dalam pernikahan mereka.


Tapi melihat sikap Ajeng yang begitu profesional dalam menyikapi kehidupan rumah tangganya membuatku semakin kagum. Ia mampu menjalankan perannya sebagai pengusaha dan kehidupan pribadi secara tenang.


Aku pun berusaha mengakrabkan diri dengan adik lelakinya. Hanya pada putri kecilnya aku tak bisa mendekat. Mantan suaminya terlalu mendominasi kasih sayang sehingga putrinya sulit untuk ku dekati.


Keinginanku mempertemukan ia dan kedua orangtuaku berbuah manis setelah lebih dari satu tahun kami mulai mengakrabkan diri satu sama lain. Aku dapat melihat bahwa Ajeng maupun adiknya Dimas pekerja keras. Keduanya sangat dekat dan saling menguatkan satu sama lain.


Saat Ajeng sudah menerima semua tawaranku untuk memulai kembali, baru aku tau bahwa ia dan mantannya belum berpisah secara perundangan. Bisma telah mempersulit karena keinginannya untuk kembali tidak berbalas.


Tetapi Ajeng mampu bersikap tegas pada lelaki yang telah memberinya seorang putri cantik itu. Hingga segala berkas untuk mengurus semua yang berkaitan dengan perceraian mereka bisa diproses.


Di saat hubunganku dan Ajeng sudah sampai di  titik temu, dan kami pun mulai membuat komitmen untuk melangkah bersama, peristiwa yang kini telah mengikatku kembali pada sang mantan yang berhasil ku lupakan harus terjadi.


Mama sudah melarang untuk pergi ke Makasar. Tetapi aku bersikeras karena memikirkan perusahaan yang modal usaha 50% nya adalah milikku. Tiada syak wasangka saat aku tiba di perusahaan yang sangat megah itu. Rapat umum penanam modal sedang berlangsung.


Aku tidak melihat keberadaan Ridwan, tetapi Dewinta duduk menghadapi para pemilik modal didampingi pengacara.


Aku hanya melihatnya sekilas. Gayanya tampak modis. Tak kalah dengan para ibu muda sosialita yang biasa ku temui. Aku tak ingin melibatkan diri untuk berbicara dengannya. Bagiku semua sudah selesai.


Tetapi kenyataan yang ku terima sungguh mengejutkan. Teka-teki keberadaan Ridwan akhirnya terjawab. Begitu rapat umum selesai, Dewinta dan pengacaranya yang berusia setengah baya bernama Giring Panjaitan langsung menemuiku di ruangan komisaris utama yang tidak pernah ku tempati selama ini.


Di dalam ruangan hanya menyisakan kami bertiga.  Ku lihat Dewi hanya menunduk tak berani mengangkat muka.


Giring langsung menceritakan keberadaan Ridwan yang sedang berada dalam fase kritis akibat penyakit HIV yang sudah menggerogotinya empat tahun terakhir. Ia menjalani rawat jalan sudah satu tahun terakhir di rumah sakit dr. Wahidin Sudiro  Husodo.


Rasa iba pada Dewi langsung terbit di benakku. Pikiran negatif langsung hinggap di kepala membayangkan bahwa ia pun sudah terjangkit penyakit terkutuk itu.


Melihat pandanganku yang tertuju pada Dewi membuat Giring menceritakan kebenarannya bahwa Ridwan dan Dewi sudah lama tidak tinggal serumah. Perilaku bebas Ridwan membuat Dewinta menjauhinya dan membiarkan suaminya berganti-ganti pasangan dengan siapa pun yang ia mau.


Aku sungguh tidak percaya mendengar kisah kehidupan Dewi begitu memilih Ridwan dalam kehidupannya.

__ADS_1


Apakah aku harus tertawa kesenangan atau bersyukur karena keduanya telah mendapat karma masing-masing?


__ADS_2