KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Sebelum Operasi (Flashback)


__ADS_3

Xavier mendengar ponselnya berbunyi dan terlihat nama sekretaris Ben.


'Ada apa?" tanya Xavier kembali ke mode sangar


'Semuanya sudah beres tuan muda, orang yang mencoba mencelaki tuan muda sudah tertangkap mereka sudah saya kirimkan ke penjara bawah tanah di negara P tuan muda" lapor sekretaris Ben


'Bagus, lakukan secara bertahap agar Dedrick tidak curiga"


'Baik tuan muda, dan satu lagi ada laporan dari suruhan saya mengenai pria muda yang tengah mendekati nona muda, tuan muda" sekretaris Ben berkata dengan nada dingin juga


'Katakan"


'Suruhan saya mengatakan bahwa salah satu laki-laki yang mendekati nona muda, mengalami kecelakaan tuan muda. Dia murni kecelakaan tanpa ada campur tangan bawahan saya, tuan muda" sekretaris Ben melaporkan hasil penyelidikan suruhannya


Xavier yang mendengarnya tentu senang karena saingannya berkurang satu.


'Bahkan tuhan merestui hubungan kita,  Darling" ucap Xavier dalam hatinya


'Lanjutkan" perintah Xavier masih tersenyum puas


'Baik tuan muda, laki-laki yang mengalami kecelakaan itu bernama Leon Antonio Prayuda. Dia mengalami kecelakaan berat dan kini dibawa kerumah sakit, tuan muda" lanjut sekretaris Ben


'Bagus" ucap Xavier senang


Xavier menutup panggilan telepon sekretaris Ben, menurutnya berita itu sudah lebih dari cukup.


Matanya menatap licik foto yang baru saja sekretaris Ben kirim untuknya, dia adalah orang yang mengelus rambut gadisnya saat di cafe itu.


'Bahkan tanpa campur tanganku, kamu sudah hancur" kekeh Xavier puas


Setelah itu Xavier melajukan mobilnya pergi dari area penginapan.


🌻🌻🌻


Xavier menghentikan mobilnya di depan pintu utama rumah yang baru saja sekretaris Ben beli.


Dengan langkah lebar Xavier berjalan menuju ruang tamu dan terlihat sekretaris Ben tengah menunggunya sembari berdiri.

__ADS_1


'Selamat datang tuan muda" sapa sekretaris ben


'Langsung saja" Xavier duduk dan di ikuti sekretaris Ben berdiri disamping nya dengan memperlihatkan sebuah laporan berisi identitas Lio


'Nona Liora Greensya adalah anak dari Tuan Alfa Bramanto Prayuda dan Nyonya Erika Jersefa Prayuda tetapi karena nona Lio terlahir sebagai perempuan membuat keluarga Prayuda tidak mengharapkannya dan juga memperlakukannya dengan tidak baik. Nona Lio juga mempunyai saudara namanya Aleysa Amanda Prayuda yang kini menjadi model bahkan dia pernah bertemu dengan tuan muda saat acara pesta pernikahan Tuan Aldroft dia juga dengan suka rela ingin bermalam dengan tuan" terang sekretaris Ben


Sekretaris Ben sedikit ragu saat menyebutkan Leysa dengan suka rela menyerahkan dirinya pada tuan mudanya dan untung saja saat itu tuan mudanya sangat anti terhadap yang namanya 'Wanita" tetapi sekarang setelah bertemu dengan Lio, tuan mudanya berubah bahkan seumur hidup setelah bekerja dengan tuan mudanya dia tidak pernah melihat sisi lain dari tuan mudanya selain sisi kejam dan dingin, bahkan dia pernah melihat dengan jelas saat adik tuan mudanya tengah kecelakaan tuan mudanya tidak sedih ataupun menangis dia hanya diam saja tanpa melakukan apapun tetapi dia tau dalam hati tuan mudanya sangat menderita melihat adik kesayangannya terluka meski tidak dia perlihatkan, tetapi saat melihat Lio sedih tuan mudanya juga ikut bersedih bahkan tuan mudanya dengan teganya menyuruh salah satu anak buahnya untuk mencelakai salah satu pemuda yang mengelus rambut Lio tentu saja sekeretaris Ben sempat kaget tetapi dia mengiyakan saja karena ucapan tuan mudanya adalah sebuah perintah.


'Lanjutkan" Xavier membaca data data itu meskipun sekretaris Ben menjelaskan nya


'Saudara Nona Lio satu lagi bernama Leon Antonio Prayuda dia adalah kembaran nona Lio tuan dan juga dia adalah pemuda yang mengalami kecelakaan itu tuan muda" terang Sekretaris Ben


Xavier mengerut kan keningnya kesal, dia baru saja cemburu pada saudara gadisnya. 


Entah kenapa dia merasa bo*doh sekarang karena sudah cemburu pada orang yang salah tetapi dia juga berpikir bahwa Leon pantas mendapatkan kecelakaan itu karena sudah berani menyentuh miliknya meski dia saudara kandungnya.


Katakan dirinya possesive atau egois, dia hanya tidak mau miliknya disentuh orang lain.


'Hmm" Xavier berdehem seolah menyuruh sekretaris Ben melanjutkan nya


'Dan sekarang suruhan saya melaporkan bahwa saudara kembar nona Lio tengah dilarikan kerumah sakit tuan" sekretaris Ben masih menjelaskan meski tenggorokan nya sudah kering


Dia hanya perduli pada gadisnya saja, dia tidak mau melirik yang lain cukup gadisnya saja.


Sekretaris Ben meneguk ludahnya susah payah melihat respon tuan mudanya, dia pikir tuan mudanya akan sedikit merespon tetapi tuannya malah tidak perduli.


Tiba tiba saja ponsel sekretaris Ben berbunyi membuatnya meminta ijin pada Xavier untuk membuka ponselnya.


Matanya terbelalak melihat apa yang baru saja dikirim oleh suruhannya, dengan gemetar sekretaris Ben menyodorkan ponselnya pada tuan mudanya.


Sekretaris Ben berharap agar tuan mudanya tidak mengamuk dinegara taat hukum ini, karena apabila dia mengamuk maka semua akan kena imbasnya bahkan dia juga akan mendapat hukuman juga meski dia sudah sangat dekat dengan tuan mudanya, dia tidak mau itu terjadi.


Xavier meraih ponsel itu dan memutar video dengan durasi yang cukup banyak, awalnya dia hanya bersikap biasa saja saat melihat dua orang yang duduk tetapi matanya lansung membulat melihat gadisnya berjalan bersama pria yang merupakan salah satu yang duduk dengan gadisnya saat di cafe waktu itu, entah kenapa dia tidak suka.


Matanya melotot lebar saat melihat gadisnya tiba tiba saja ditampar dengan kuat oleh perempuan yang tengah duduk tadi.


'BRENG*SEK! BERANINYA!" maki Xavier marah

__ADS_1


Dia tidak suka melihat gadisnya diperlakukan seperti itu, tetapi dia masih sabar saat mendengar interaksi ke emlatnya hingga terlihat dokter keluar dari dalam ruangan


Dia juga mendengar ucapan mereka menggunakan bahasa indonesia dan untungnya suruhan sekretaris Ben sudah memberikan translate English agar tuan mudanya mengerti.


Seketika tubuh Xavier menegang melihat adegan dimana seorang perempuan yang dia ingat itu adalah perempuan yang pernah menggodanya saat di pesta pernikahan tiba tiba saja datang dan menunjuk gadisnya yang menjadi pendonor ginjal yang dikatakan oleh dokter itu.


Kemarahan Xavier sudah sampai di ubun ubun apalagi saat melihat gadisnya hanya pasrah saja mendengar semua ucapan perempuan itu.


'Aku tidak mau tau Ben, ambil ginjal salah satu tahanan kita dan malam ini sudah harus di depan mataku" Xavier melemparkan ponsel milik sekretaris Ben ke atas meja dengan kuat


'Ponsel baruku hiks.. hiks.. menapa engkau kejam sekali tuan muda" sekretaris Ben menangis dalam hatinya melihat ponselnya dilempar layaknya sampah


'Baik tuan muda" sekretaris Ben tetapi mengatakan baik meski dia kesal pada tuan mudanya


Xavier berjalan menuju lantai atas dan duduk di sofa dalam kamarnya.


Entah apa yang sekarang dia pikirkan, matanya memandang tajam foto foto dimana gadisnya tengah di kelilingi oleh dua pemuda yang lumayan tampan.


Di foto itu terlihat gadisnya bahagia apalagi saat pemuda yang tidak lain adalah Leon tengah mengelus rambutnya, wajah gadisnya terlihat senang menunjukkan bahwa Leon sangat menyayangi nya.


'Tetap saja aku tidak suka gadis ku disentuh orang lain" kesal Xavier dalam hatinya


Hingga tidak beberapa jam sebuah notifikasi dari sekretaris Ben membuat Xavier membuka nya dengan malas, tetapi senyumnya langsung terbit melihat pesan sekretaris Ben.


'Bagus, aku transfer sekarang untuk mu dan anak buahmu Ben" ucap Xavier tersenyum puas melihat pesan yang di kirim sekretaris Ben berupa sebuah gambar yang memperlihatkan sebuah ginjal utuh dan masih segar di letakkan pada sebuah wadah yang bersih


Xavier juga menyuruh agar segera mengirim ginjal itu pada dokter yang ingin membedah gadisnya.


Awalnya Xavier sangat marah besar saat gadisnya sudah di bawah ke ruang operasi dan perut gadisnya sudah terbelah sedikit membuatnya murka dan menyuruh sekretaris Ben untuk menyingkirkan dokter itu tetapi sekretaris Ben mengatakan bahwa itu adalah kesalahannya yang terlalu lambat untuk memberikan ginjal itu pada dokter itu membuat Xavier memberikan hukuman pada sekretaris Ben dengan hukuman cambuk 20 kali, hal itu sudah biasa bagi Xavier dan sekretaris Ben dan itu masih hukuman kecil.


Dia bersyukur gadisnya selamat dan menyuruh dokter itu untuk memberikan obat bius agar kekasihnya tertidur selama dua hari, tentu saja Xavier memiliki alasan  untuk hal itu.


Dia mau agar gadisnya masih berpikir bahwa dia sudah menjalani pengangkatan ginjal dan alasan utamanya agar dia segera bisa bersama gadisnya itu.


🌻🌻🌻


Jangan lupa ya gengs buat Like, Vote Share and Komen.

__ADS_1


Author tunggu


riri-chan


__ADS_2