
Setelah kejadian waktu dimana Xavier dan sekretaris Ben bertingkah konyol kini sekretaris Ben mendapatkan perlakuan tidak wajar dari Xavier.
Tiga hari yang lewat Xavier memberinya tugas yaitu harus mendapatkan semangka berwarna ungu, sekretaris Ben setengah mati mencari buah semangka itu hingga pada akhirnya Xavier menyuruhnya untuk berhenti mencari karena sudah tidak menginginkannya lagi.
Awalnya sekretaris Ben berpikir jika ngidam Xavier masih berlanjut tetapi lama kelamaan semua tugas kantor ataupun tugas dunia bawah di bebankan padanya membuatnya dua hari ini tidak bisa tidur nyenyak bahkan sekedar mencium istrinya dia tidak punya waktu, sekretaris Ben mulai berpikir jika Xavier menaruh dendam padanya.
'Apa masih belum selesai sayang?" tanya Emillya lembut
'Sayanggg..." rengek sekretaris Ben
'Kerjakan dulu tugasnya baru aku kasih hadiah" Emillya menatap kasihan pada suaminya karena terlihat kantung matanya membesar akibat waktu tidurnya tidak banyak
Sekretaris Ben dengan semangat mengerjakan kembali tugasnya karena berharap dengan hadiah yang istrinya berikan, pikirannya melayang jika hadiah istrinya bertema tentang adegan ranjang, senyumannya mengembang seketika. (sekretaris Ben mesum juga yaaaa wkwkwk...)
Emillya tidak melihat senyuman suaminya langsung beranjak pergi menuju kamar mereka.
Di dalam kamar Emillya meraih ponselnya dan menghubungi kakak iparnya yaitu Lio.
Saat sambungan terhubung Emillya segera memberitahukan maksud dan tujuannya.
'Apa aku mengganggu tidurmu kakak ipar?" tanya Emillya serius
'Tentu tidak, aku baru saja menidurkan baby Geoff" balas Lio di ujung sana
'Syukurlah kakak ipar, aku hanya ingin mengatakan jika suami kakak ipar selalu mengganggu suamiku, dia selalu memberikan tugas yang banyak padanya, aku kasihan melihatnya kakak ipar, matanya sudah membengkak karena jarang tidur" ungkap Emillya dengan suara sedihnya
'Apa? kak Emillya tenang saja, aku akan memberikan Max hukuman yang setimpal, bawa saja kak Ben untuk segera tidur" balas Lio
'Terimakasih kakak ipar, aku mengandalkan mu, selamat malam" Emillya mematikan ponselnya dan kembali menuju ruang kerja suaminya
'Sayang" panggil Emillya dengan suara seperti mendesah membuat sekretaris Ben menoleh
Sekretaris Ben rasanya mau melahap istrinya tetapi mengingat tugasnya yang menumpuk membuatnya hanya bisa menghela nafas panjang.
'Jangan sekarang sayang, tugasku sangatlah banyak" ucap sekretaris Ben lembut
'Benarkah?" tanya Emillya menarik kursi kerja sekretaris Ben dan duduk di pangkuannya
Sekretaris Ben menatap Emillya dengan tatapan ingin dan memuja, tetapi tugasnya lebih utama karena jika dia semakin lama mengerjakan maka Xavier akan terus menindasnya, entah kesalahan apa yang sudah dia perbuat hingga kakak iparnya begitu membencinya dan menaruh dendam padanya.
'Ayolah sayang, aku menginginkan kamu" ucap Emillya dengan manja sembari mengelus lembut dada bidang sekretaris Ben
__ADS_1
Sekretaris Ben memejamkan matanya menahan gairah yang semakin membesar hingga dirinya tidak bisa lagi menahannya.
Sekretaris Ben menahan kedua tangan Emillya dan menatap Emillya dengan tatapan penuh gairah.
'Kamu harus mendapatkan hukumanmu sayang" ucap sekretaris Ben dengan suara beratnya dan beranjak dari duduknya menuju kamar mereka sembari menggendong Emillya
Di sepanjang jalan sekretaris Ben menciumi Emillya dengan buas hingga Emillya kewalahan.
Dan masalah tugas dari Xavier akan dia pikirkan nantinya yang terpenting kebutuhan biologisnya lebih utama.
Akhirnya malam itu keduanya kembali memadu kasih setelah beberapa hari tidak melakukannya karena tugas yang diberikan Xavier pada sekretaris Ben membuat waktu sekretaris Ben tidak begitu banyak untuk istrinya.
***
Sedangkan di tempat lain terlihat Xavier yang tengah memeluk lembut Lio yang baru saja mengikat rambutnya.
'Aku mencintaimu darling" ucap Xavier lembut
'Lepas dulu sayang, ada yang mau aku bicarakan" Lio melepaskan pelukan hangat suaminya
'Ada apa?" tanya Xavier polos
'Apa dia yang mengatakan itu?!" tanya Xavier kesal
'Jawab saja sayang, mengapa kamu memberikan kak Ben tugas yang begitu banyak?" Lio bertanya dengan lembut
'Aku kesal padanya darling" jawab Xavier jujur dan menampilkan wajah kesalnya
'Jadi ceritanya kamu menaruh dendam pada adik iparmu, begitu?" Lio tidak tau ada masalah apa antara keduanya
'Bisa di katakan begitu" jawab Xavier
'Mengapa kamu menaruh dendam pada kak Ben?" tanya Lio
'Karena dia sudah menyentuh Emillya" balas Xavier polos membuat Lio melongo seketika
Memang salah jika sekretaris Ben menyentuh Emillya yang sudah resmi menjadi istrinya? alasan suaminya sungguh tidak masuk akal sama sekali.
'Wajar saja kak Ben menyentuh kak Emillya secarakan kak Emillya istrinya" kekeh Lio
'Tapi dia menyentuhnya saat Emillya belum pulih darling" balas Xavier menampilkan wajah resahnya
__ADS_1
Sekarang Lio paham, memang Emillya pada saat itu baru pulang dari rumah sakit tetapi luka tembakan itu sepenuhnya sudah sembuh tinggal bekasnya yang belum hilang sempurna, ternyata suaminya khawatir pada keselamatan Emillya, Lio tersenyum manis mendapat jawaban dari Emillya.
Seandainya orang lain yang melihat sifat asli suaminya ini pasti tidak akan percaya begitu saja, Xavier hanya mencemaskan kondisi Emillya, dia kesal dan marah pada sekretaris Ben karena menyentuh Emillya pada saat Emillya belum sembuh total.
'Sayangggg.... dengarkan aku, tidak mungkin kak Ben membabi buta kak Emillya, bukankah kamu begitu tau bagaimana sifat dan tingkah kak Ben, kamu juga menaruh kepercayaan yang besar padanya untuk menjaga kak Emillya, yakinlah kak Ben tidak mungkin menyiksa kak Emillya karena aku bisa melihat jika mereka berdua saling mencintai dan saling menyayangi" Lio memberikan masuka pada suaminya agar tidak khawatir lagi
'Jika kamu tidak percaya pada kak Ben tidak mungkin kamu menerima pinangan kak Ben waktu itu, mengapa kamu menerimanya? jawabannya karena kamu percaya, kamu percaya jika kak Ben akan menjaga dan memberikan kasih sayang yang melimpah untuk kak Emillya, jangan memberinya lagi hukuman sayang, mereka baru saja menikah dan baru saja mereka menikmati yang namanya pernikahan, apa kamu tidak mau memiliki keponakan dari kak Emillya?" Lio tidak mau memarahi suaminya karena dia tau perasaannya Xavier
Xavier menghela nafas panjang, ucapan istrinya benar, dia yang terlalu berpikir buruk pada sekretaris Ben padahal dia sudah tahu bagaimana sifat sekretaris Ben yang begitu setia padanya, dia juga melihat sejak dulu jika sekretaris Ben sangat menjaga adiknya.
'Maafkan aku darling, aku salah" sesal Lio
'Kamu tidak salah sayang, itu hanya respon kamu sebagai seorang kakak, wajar jika kamu marah seperti itu tetapi kamu tidak boleh mengeluarkan amarah yang berlebihan, mereka sudah menikah jadi urusan rumah tangga mereka berdua tentu mereka yang urus, tugas kamu hanya melindungi kak Emillya jika kak Ben bertindak di luar dugaan" Lio mencium pipi Xavier
'Aku semakin mencintaimu darling" ungkap Xavier mencium kening Lio
'Tentu saja kamu harus mencintaiku daddy" ucap Lio dengan suara manjanya membuat kening Xavier mengerut
'Kamu baru saja memanggilku daddy darling" kekeh Xavier
'Jika kamu memanggil orang lain seperti itu dan bernada manja, aku yakin mereka akan menerkam mu" ucapnya kembali
'Benarkah?" tanya Lio polos membuat Xavier menggeram tidak tahan melihat wajah menggemaskan istrinya
'Aku menginginkan kamu darling, apa sudah boleh?" tanya Xavier dengan wajah tersiksanya
Menurut tanggal dimana dirinya melahirkan, masa nifasnya sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu, menolak keinginan suami sama saja memanggil dosa mendekat padanya.
'Lakukanlah sayang, sudah boleh" balas Lio mengecup bibir Xavier
Xavier tersenyum senang dengan penuturan Lio tanpa ba-bi-bu Xavier langsung menerkam istrinya.
🌻🌻🌻
Astagaa... Jadi ingat pas nikah dulu abangnya author nangis kejar pas author lahiran wkwkwk rasa khawatirnya melebihi rasa khawatir suami sendiri padahal dia juga udah nikah dan punya anak.
Bayangkan author tidak boleh sekamar dengan suami author hingga baby kami berumur 4 bulan wkwkwk, author bayangkan betapa menderitanya suami author, author jahat ye kannn... Yang sudah menikah dan baru melahirkan pasti tahu rasanya pas suami minta hak nya wkwkwk...
Semoga kalian suka yaaa...
riri-can
__ADS_1