
Sore itu terlihat Emillya dan sekretaris Ben memasuki kediaman Xavier.
Sekretaris Ben menggandeng tangan Emillya dengan erat seakan tidak mau terlepas, tentunya sekretaris Ben melakukan itu karena penjaga di luar cukup tampan membuatnya waspada.
'Kamu sangat berlebihan sayang!" kesal Emillya
'Aku hanya mengantisipasi saja" balas sekretaris Ben
'Terserah" Emillya cemberut dengan sikap otoriter suaminya
Mereka berdua duduk di sofa dimana kini Xavier tengah memberikan susu dari botol susu pada baby Geoff.
'Dimana kakak ipar?" tanya Emillya
'Di belakang" balas Xavier sembari melirik sekretaris Ben sekilas kemudian fokus kembali pada baby Geoff
Sekretaris Ben menghela nafas berat, dia berpikir jika Xavier masih menaruh dendam padanya padahal kejadian dimana dia memerawani istrinya sudah cukup lama dan dia melakukannya secara lembut dan pelan terlebih Emillya adalah istrinya tidak mungkin dia melakukan kekerasan padanya.
'Eh kalian datang" ucap Lio yang baru datang dari dapur membawa air putih untuk Xavier
Xavier bukanlah pecinta kopi seperti pria pada umumnya, dia lebih memilih minuman air putih ketimbang minuman yang lain.
'Terimakasih darling" ucap Xavier lembut
'Iya sayang" balas Lio
'Kalian mau minum apa kak?" tanya Lio
'Tidak perlu kakak ipar, nanti kami ambil sendiri, sebenarnya ada yang mau aku bicarakan pada kak Xavier" Emillya menatap kakaknya dengan tatapan cemas
Xavier yang mengetahui kecemasan sang adik langsung memperlihatkan wajah lembutnya membuat Lio dan sekretaris Ben terkejut.
'Katakanlah tidak perlu takut" ucap Xavier dengan nada lembut
'Emil dengar jika kak Qena datang ke kantor kakak dan mengaku-ngaku sebagai kekasih kakak" Emillya menatap Lio khawatir
'Untuk apa kamu begitu khawatir Emillya, lihatlah kakak iparmu saja biasa begitu, aku berpikir jika dia tidak pernah cemburu" balas Xavier dengan wajah kesalnya menatap Lio
'Benarkah kakak ipar tidak cemburu?" tanya Emillya serius
'Tentu saja aku cemburu, hanya saja aku berpikir jika Max mencintaiku pasti dia akan menolak wanita manapun, bukankah begitu sayang" Lio mengedipkan matanya pada Xavier membuat Xavier gemas
'Jadi rencana kakak mau gimana?" tanya Emillya serius
'Aku sudah berdamai dengan masa laluku, tidak ada gunanya membalas mereka, aku bersyukur dengan pengkhianatan mereka aku bisa mendapatkan wanita yang begitu sempurna sekarang" balas Xavier seperti tidak mau tau mengenai Qena
__ADS_1
'Baiklah, kak apa aku boleh jalan-jalan dengan kakak ipar?" tanya Emillya
'TIDAK BOLEH!" balas Xavier dan sekretaris Ben secara bersamaan
Lio dan Emillya menatap suaminya mereka dengan tatapan kesal, terlebih Lio yang rasanya mau menjambak suaminya itu.
'Ayolah sayang, hanya sebentar" mohon Lio berharap
'Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh!" Xavier tidak mau ucapannya di bantah
'Baiklah, besok aku akan menyuruh Leon mengurus tiket pulang ke Indonesia" ancam Lio membuat Xavier melotot
Istrinya kembali lagi mengancamnya, jika kata pulang ke Indonesia telah terucap dari mulut istrinya maka harus segera di turuti.
'Baiklah tapi bagaimana dengan putra kita?" Xavier menatap baby Geoff yang terlihat ingin tidur
'Kan kamu daddy-nya sayang, jadi kamu yang jaga" balas Lio polos
Sedangkan Emillya melototkan matanya pada sekretaris Ben membuat sekretaris Ben bergidik ngeri.
'Kalian boleh pergi dengan catatan waktu kalian hanya 3 jam" putus Xavier membuat Lio dan Emillya tidak suka
'Tidak mau" tolak Lio dan Emillya secara bersamaan
'Tidak mau ya sudah, kalian tetap di rumah" Xavier menatap Lio dengan tatapan tajamnya
'Apa apa?" tanya Leon
'Jemput aku pulang" ucap Lio serius
'Ba...tut...tut....
Belum selesai Leon membalas ucapannya, Xavier sudah terlebih dahulu merampas ponselnya dan menutup panggilan itu.
'Kuhomon jangan seperti ini darling" mohon Xavier dengan wajah sedihnya
'Baiklah kalian boleh pergi sepuas hati kalian" Xavier tidak mau istrinya pulang ke Indonesia lebih baik dia mengiyakan saja
Lio dan Emillya begitu senang karena bisa pergi jalan-jalan untuk menghilangkan penat setelah di kurung oleh suami mereka.
Akhirnya mereka berdua memilih untuk pergi ke mall.
'Kakak ipar, coba lihat apakah gaun ini cocok untukku?" tanya Emillya memperlihatkan sebuah gaun motif bunga tulip
'Bagus hanya saja warnanya terlalu mencolok" Lio memberikan pendapatnya
__ADS_1
'Ngomong-ngomong apa kakak ipar beneran tidak cemburu?" tanya Emillya kepo
'Aku cemburu hanya saja menurutku Max bisa mengatasinya, lagian cemburu tidak perlu di perlihatkan, aku berpikir jika Max mencintaiku pasti tentunya dia akan terus berusaha membuatku agar tidak cemburu" jelas Lio
'Benar juga, tapi sepertinya kita berbeda kakak ipar" ujar Emillya cemberut
'Maksudnya?" tanya Lio penasaran
'Sepertinya aku yang terlalu bucin pada suamiku, aku takut dia bosan nantinya karena aku cemburuan" Emillya merasa begitu takut jika sekertaris Ben menjauhi dirinya karena bosan
'Aku bisa melihat jika kak Ben sangat mencintai kamu, lagian kalian sangat serasi" jelas Lio
'Kamu benar, aku terlalu berpikiran negatif saja, sudahlah sebaiknya kita belanja lagi" ajak Emillya begitu antusias
Sejujurnya Lio tidak terlalu senang berbelanja hanya saja hari ini dia tengah ingin pergi saja.
Mata Lio tertuju pada toko pakaian dalaman, senyumannya terbit melihatnya.
'Kita kesana dulu" ajak Lio
Emillya mengikut saja karena dia juga merasa bahagia melihat pakaian di depan sana.
'Tunggu dulu kakak ipar, bukankah kakak ipar baru saja selesai melahirkan kenapa sekarang malah membeli lingerie ini?" tanya Emillya kepo
'Yaaa... mau bagaimana lagi suamiku orangnya begitu antusias dalam urusan ranjang, tetapi ini kan udah lewat masanya juga, sekali-kali menyenangkan suami itu adalah hal yang bagus, mereka juga sudah susah payah memberikan semua kebutuhan kita" jelas Lio membayangkan dirinya memakai lingerie itu
'Kakak ipar benar, belajar sama pakarnya ternyata lebih bagus" kekeh Emillya dan memilih lingerie yang cocok untuknya
Setelah lelah berbelanja akhirnya mereka berdua memilih makan di restoran cepat saji.
'Enak banget jadi orang kaya, semua yang kita mau selalu di berikan" Lio merasa bersyukur menikah dengan Xavier karena tidak perlu capek-capek bekerja untuk menghasilkan uang
'Tapi menjadi orang kaya membuat banyak musuh berdatangan" ucapnya lagi sedangkan Emillya hanya mengangguk
'Kakak ipar belum pernah pulang ke Indonesia, apa tidak ada rencana?" tanya Emillya
'Entahlah, usia baby Geoff belum bagus untuk di ajak bepergian jauh, aku juga takut jika nanti di bawa ke Indonesia sistem imunnya menurun karena kekebalan bayi itu tidak begitu kuat" jelas Lio
'Benar juga" Emillya membenarkan ucapan Lio
'Mungkin nanti jika baby Geoff lebih kuat, sebaiknya kita makan saja, kurasa kita sudah cukup lama keluarnya, aku takut jika baby Geoff merengek" Lio merasa berdenyut pada buah dadanya
Akhirnya mereka berdua makan dan langsung pulang ke Mansion masing-masing karena ada supir yang menjemput.
🥀🥀🥀
__ADS_1
Semoga kalian suka dengan novel author jangan lupa untuk like, komen and Vote ya...
riri-can