
'Hanya sebentar son, Daddy janji akan pulang secepatnya" Xavier menatap putranya seolah berharap putranya mau mengerti tetapi nyatanya putranya adalah anak-anak yang hanya egois dengan kemauan mereka sendiri buktinya Geoff semakin mengencangkan tangisannya membuat Xavier mengehela nafas karena putranya tidak seperti biasanya
Geoff biasanya adalah anak yang penurut tetapi kali ini Geoff bertingkah seperti bukan dirinya membuat Xavier mengerutkan keningnya.
'Duisy!" panggil Xavier
Geoff membulatkan matanya saat Xavier memanggil penjaganya sekaligus perawatnya, jika Xavier memanggil Duisy itu artinya Xavier tidak mau di bantah, air mata Geoff mengalir dan semakin mengeratkan pelukannya pada Xavier.
'GEOFF MAU SAMA DADDY HUWAAAA..... GEOFF TIDAK MAU SAMA DUISY HIKS.. DADDY HIKS.. GEOFF MAU SAMA DADDY!" tangis Geoff menggema di seluruh mansion membuat semua penghuninya kaget
'Daddy hanya sebentar son, mengertilah" Xavier merasa bingung sekarang
Xavier tidak tahan melihat air mata yang menetes dari kedua mata putranya, rasanya sungguh menyakitkan tetapi jika Xavier membawanya keluar bersamanya secara terang-terangan maka musuhnya akan menjadikan Geoff sebagai umpan, memikirkannya saja sudah membuat Xavier tidak mau.
'DUISY!" teriak Xavier
Terlihat seorang wanita berusia 25 tahun berjalan cepat dan menghampiri Xavier yang terlihat marah.
'Mengapa lama sekali!" kesal Xavier
'Maaf tuan ta..
'Sudah, sekarang bawa tuan muda ke kamarnya" potong Xavier membuat Duisy segera menarik tangan Geoff tetapi Geoff semakin mengencangkan pelukannya membuat Xavier sesak
'Jangan membuat Daddy marah Geoff Johns Addrisson Xavier!" ucap Xavier penuh penekanan saat menyebut nama lengkap putranya
'Geoff mau bersama Daddy hiks.. hiks.. Daddy pliss hiks.. Geoff mau bersama Daddy" mohon Geoff tidak mau melepaskan pelukannya
Xavier mengehela nafas panjang, putranya terlihat begitu menyedihkan karena, keinginannya hanya satu yaitu ingin bersamanya tetapi mengapa begitu sulit bukankah dirinya sudah berjanji akan menomorsatukan keluarganya tetapi mengapa sekarang dirinya mengingkari janjinya sendiri.
'Ben" panggil Xavier
Sekretaris Ben melihat keponakannya sekaligus putra dari bos nya menangis sedih.
'Undur pertemuan satu jam ke depan" putus Xavier mengalah
Sekretaris Ben mengerti langsung menghubungi pengurus agar segera memundurkan jam pertemuan satu jam ke depan.
'Pergilah!" perintah Xavier membuat semuanya pergi kecuali sekretaris Ben yang masih berdiri di samping Xavier
Xavier membalas pelukan putranya dengan erat, entah apa yang terjadi pada putranya kali ini tetapi terlihat tidak baik di mata Xavier.
'Daddy tidak akan pergi son, sekarang Daddy bersamamu" ucap Xavier lembut
__ADS_1
'Maafkan Daddy tadi membentakmu" sesal Xavier mengecup pelipis putranya
Xavier melepaskan pelukannya dan melihat wajah memerah Geoff yang menangis karenanya.
'Daddy pasti pergi nanti kan? Daddy bilang pada Uncle Ben nanti pergi setelah satu jam lagi" Geoff sesenggukan membuat Xavier mengehela nafas berat
'Baiklah, katakan pada Uncle Ben jika Daddy hari ini tidak pergi" ucap Xavier menatap putranya yang masih mengeluarkan air mata
'Ayo katakan son" Xavier tersenyum lembut agar putranya percaya
Geoff menatap mata Xavier kemudian menatap sekretaris Ben yang tersenyum hangat padanya.
'Uncle, hari ini D.. hiks.. Daddy hiks.. tidak pergi ke kantor, Daddy ber hiks.. bersama Geoff" mohon Geoff menatap sekretaris Ben yang menatap ke arah Xavier yang juga menatapnya
Sekretaris paham dengan maksud tatapan Xavier langsung mengangguk paham.
'Baiklah keponakan Uncle, hari ini Daddy tidak pergi kerja, Uncle akan pulang biar kamu percaya" sekretaris Ben mengelus lembut kepala keponakannya itu
'Terimaksih Uncle" ucap Geoff senang
Meski negara mereka adalah negara bebas tetapi Xavier dan Lio mengajarkan kesopanan dan tutur kata yang sopan pada putra mereka agar bisa menjadi anak yang berbudi luhur nantinya.
'Sama-sama nak, Uncle pulang dulu kapan-kapan Uncle akan bawa Bella datang kemari" sekretaris Ben pamit meninggalkan keduanya
Xavier dan sekretaris Ben akan pergi setelah Geoff tertidur nantinya, mereka berdua tidak bisa meninggalkan rapat kali ini terlebih Xavier yang merupakan pemilik saham paling banyak tentunya memiliki peran penting nanti di acara rapat.
Di dalam mansion terlihat Xavier menggendong Geoff menuju kamarnya dengan Lio.
Lio tersenyum manis melihat wajah serba salah suaminya, Lio paham bagaimana perasaan Xavier tetapi Lio tidak mau ikut campur kegiatan Xavier dan Geoff, biarlah mereka berdua mengatasi urusan mereka sendiri.
'Sekarang Daddy harus ganti baju" ucap Geoff membuat Xavier menghela nafas panjang
'Baiklah son, Daddy akan ganti baju" Xavier tersenyum manis pada Geoff yang masih sesenggukan
Xavier pun akhirnya mengganti pakaiannya dengan pakaian santai agar putranya percaya.
'Sekarang kan masih pagi bagaimana jika kita tidur kembali" ajak Xavier berusaha membuat putranya lengah agar dia segera pergi ke kantor
Lio tersenyum lucu melihat cara Xavier yang terlihat kentara sekali, bagaimana bisa putranya akan percaya jika seperti itu.
'Tidak mau, nanti Daddy akan pergi" tolak Geoff
'Sayang, kemarilah sepertinya adik mau dekat terus nih sama kakak" ajak Lio dengan suara lembut
__ADS_1
Geoff mengalihkan pandangannya pada sang Mommy yang terlihat berharap.
'Hari ini adik sepertinya mau bersama kakak seharian" ucap Lio kembali
'Baiklah kakak hari ini akan bersama dedek, bukan kakak saja tetapi Daddy juga bersama kita" Geoff menyentuh perut mommy-nya dengan lembut
'Dia bergerak Mom!" teriak Geoff kaget
'Wahh... sepertinya dedeknya sudah tidak sabar pengen main sama kakak, tetapi Mommy pengen makan sesuatu" Lio mulai memainkan perannya untuk membujuk putranya
'APA?" tanya Geoff dan Xavier antusias
'Ummm... Mommy pengen makan buah rambutan sayang, tetapi buah itu sangat sulit di dapatkan di sini, apa Daddy bisa membelinya buat Mommy?" tanya Lio menatap Xavier berharap tetapi kemudian mengedipkan matanya agar suaminya mengikuti permainannya
'Wahhh... dimana Daddy bisa mendapatkan buah rambatan itu Mommy?" tanya Xavier mulai paham dengan permainan istrinya
Lio tersenyum kecil saat suaminya salah menyebut nama buahnya tetapi itu bukanlah masalah yang penting suaminya segera pergi ke kantor.
'Biasanya ada di swalayan atau supermarket sayang, tolong belikan yaaa" pinta Lio
'Baiklah Darling aku akan pergi membelinya" Xavier bersiap-siap tetapi Geoff juga ikut turun
'Geoff juga ikut Daddy" ucap Geoff dengan wajah memelas membuat Xavier pasrah
'Jangan dong, kan tadi Mommy pengen kakak temani Mommy disini, ayo sayang temani Mommy disini" mohon Lio memelas
'Baiklah, tetapi Daddy jangan lama-lama yaaa..." Geoff menatap Xavier sedih seolah tidak ikhlas jika Xavier pergi
'Tentu son, Daddy hanya sebentar" ucap Xavier tersenyum senang
Xavier mengecup kening putranya dan mengelus perut Lio yang buncit setelah itu Xavier mengecup kening Lio.
'Terimakasih darling, aku mencintaimu" bisik Xavier senang
'Pergilah sayang, tetapi jangan lama-lama" balas Lio dan Xavier mengangguk
Akhirnya Xavier bisa pergi setelah acara drama tadi, beruntungnya istrinya begitu pandai mencari alasan.
🥀🥀🥀
Siapa yang pernah ngalamin kejadian seperti ini mom's? Berbohong pada anak sendiri agar mereka tidak ikut ayah mereka untuk kerja? Silahkan kasih pengalaman kalian di kolom komentar yaaa...
riri-Can
__ADS_1