KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Anak Perempuan


__ADS_3

5 tahun berlalu..


Terlihat seorang anak laki-laki yang tengah berlari kesana-kemari dengan seorang pria dewasa  yang mengejarnya dari belakang.


'DAPAT JUGAAAA!" teriak pria dewasa itu


'Ampun Daddy HAHAHAHAHA.... AMPUNNN... HAHAHAHAHA... GEOFF KALAHHH..." teriak anak kecil itu yang tidak lain Geoff


'Makanya jangan mengajak Daddy berduel, kena getahnya kan" kekeh pria yang tidak lain adalah Xavier


'Sebaiknya kita masuk son, sepertinya Mommy akan marah jika kita masih berkeliaran di luar" Xavier menggendong putranya itu sesekali menggelitiknya membuat Geoff tertawa kuat


Suara tertawaan itu menggema di seluruh sudut mansion membuat pelayanan dan penjaga tersenyum senang.


Setelah kedatangan Lio dan kehadiran baby Geoff di mansion itu, semuanya berubah, dulu mansion itu begitu suram tetapi sekarang berwarna penuh dengan kebahagiaan.


Sekarang baby Geoff sudah menginjak 5 tahun, kadang Xavier berpikir jika putranya itu terlalu cepat besar karena dia masih menginginkan menggendong putra kecilnya itu.


Sifat ceria Geoff merupakan turunan dari Lio yang selalu ceria setiap harinya, tetapi ada kalanya Geoff berubah menjadi sosok yang dingin jika dia merasa terganggu.


Kadang Xavier cukup pusing dengan keingintahuan putranya itu yang melebihi batas usianya, beruntungnya Xavier sudah meninggalkan dunia hitamnya setelah kelahiran baby Geoff, jika tidak Xavier sangat yakin musuh-musuhnya akan terus menyerangnya secara bertubi-tubi.


Bagi Xavier keluarganya lebih utama, lagian tujuan utamanya sekarang adalah keluarganya jadi jika ada urusan lainnya maka dia akan membuatnya pada bagian terakhir.


Xavier ingin menjadi ayah yang begitu hebat di mata putranya seperti dimana dulu mendiang ayahnya berkorban untuknya dan Emillya di sisa hidupnya saat pembantaian itu.


Kini Xavier hanya fokus pada dunia bisnis, meksi dunia bisnis sangatlah kotor permainannya tetapi selagi masih bisa di hadang, Xavier akan terus berada pada jalur bisnis.


'Daddy, apa sebentar lagi Geoff akan jadi kakak?" tanya Geoff dengan mata bulatnya yang begitu indah


'Memangnya kamu sudah siap jadi kakak?" tanya Xavier mengecup kening putranya dengan perasaan sayang


'Tentu saja, Geoff akan jadi kakak yang hebat, berarti adik Geoff ada dua dong?" tanya Geoff dengan kening mengerut


'Kok dua, kan adik Geoff cuma ada di perut Mommy" Xavier mendudukkan Geoff di sofa


'Kan anaknya aunty Emil juga adik Geoff, apa Bella bukan adik Geoff?" tanya Geoff mulai mengeluarkan pertanyaannya


Bella Saphire atau sering di panggil Bella adalah putri dari sekretaris Ben dengan Emillya, Meraka berdua hanya beda 1 tahun, Bella adalah anak perempuan yang susah di ajak bicara kadang Emillya kesal dengan putrinya yang selalu banyak diam, sifat Bella tidak jauh berbeda dengan sekretaris Ben sebelum menikah dengannya.

__ADS_1


'Tentu saja son, Bella adalah adikmu juga" Xavier menatap putranya yang sepertinya masih ingin bertanya


'Tapi mengapa Daddy mengatakan jika Geoff hanya punya satu adik, kan seharusnya dua?" Geoff menatap Xavier dengan tatapan menuntut


Xavier sepertinya merasa terjebak dengan pertanyaan putranya itu, keingintahuan putranya berada di tingkat tinggi, jika tidak mendapatkan jawaban yang menurutnya sesuai maka jangan harap Geoff akan menghentikan pertanyaannya.


'Maksud Daddy, adik kandung Geoff baru satu nak, sedangkan Bella itu adik sepupu kamu, tetapi meski Bella adik sepupu kamu, kamu harus menjaganya, apa kamu mengerti son?" Xavier berharap jawabannya itu bisa memuaskan keingintahuan putranya


'Jadi begitu" Geoff menganggukkan kepalanya pertanda menerimanya


Xavier menghela nafas panjang karena jawabannya bisa diterima putranya, kadang Xavier merasa buntu jika putranya itu bertanya.


'Mommy dimana?" tanya Geoff mencari sang Mommy


'Masih di kamar, sebaiknya kita mandi dulu son" Xavier berdiri begitu juga dengan Geoff yang berdiri


'Mau mandi bersama?" tanya Xavier


'Tidak, Geoff sudah besar jadi tidak perlu di mandikan" ucap Geoff dengan wajah cool nya membuat Xavier menahan tawa


Putranya itu begitu percaya diri, biar bagaimanapun usianya baru menginjak 5 tahun tetapi pikirannya melebihi batas, kadang Xavier khawatir jika putranya itu tidak bisa menyesuaikan diri dengan anak seusianya, nyatanya putranya sangatlah hebat bisa berbaur dengan yang lain.


'Ayolah Dad, kapan Geoff bisa besar di mata Daddy" Geoff cemberut dengan memoyongkan bibirnya


'Umm... setelah kamu punya istri dan anak nantinya" kekeh Xavier Karena berhasil membuat putranya marah


'DADDY!" teriak Geoff membuat Xavier tertawa kuat


'Daddy menyebalkan, pasti adik nanti bakalan tersiksa memiliki Daddy yang suka menggoda terus" Geoff menatap Xavier sinis


Lihatlah, putranya adalah turunan darinya, sifatnya seratus persen darinya meski sifat ceria Lio mengalir pada Geoff tetapi sifatnya yang lebih dominan.


'Daddy mencintaimu son, pergilah mandi, tadi Daddy memasak cumi kesukaan mu" ucap Xavier mengecup kening Geoff


Geoff terdiam mendengar ungkapan Daddy-nya, setiap saat Xavier selalu mengatakan kata-kata itu, tetapi Geoff tidak akan pernah bosan mendengarnya karena menurutnya Daddy-nya begitu sangat mencintainya dan menyayangi dirinya.


Dan satu pagi, Xavier sekarang sangat hobby memasak setelah kehamilan Lio yang kedua, Lio tidak akan pernah mau makan jika masakan itu bukan Xavier yang masak.


Xavier setengah mati belajar memasak hanya untuk memenuhi keinginan istrinya itu, dan menurutnya memasak untuk keluarganya cukup menyenangkan karena bisa melihat mereka kenyang.

__ADS_1


'Cumi nya pakai kecap kan Daddy?" tanya Geoff memastikan


'Tentu son, pergilah mandi, Daddy dan Mommy tunggu di kamar" ucap Xavier mengecup kening putranya


Kehamilan yang kedua ini cukup membuat Lio kesulitan karena di trimester pertama, Lio selalu mual bahkan sampai trimester kedua Lio masih mual juga, dan sekarang Lio tengah hamil tua membuatnya susah bergerak kemana-mana, akhirnya Xavier mengambil kesimpulan untuk makan di dalam kamar saja.


'Mau makan sekarang atau nanti darling?" Xavier menghampiri Lio yang berbaring di atas ranjang


'Nanti saja, Geoff dimana sayang?" Lio tidak melihat keberadaan putranya itu


'Masih mandi, tunggu sebentar lagi pasti datang" Xavier dengan cepat mengecup bibir Lio yang dan mengelus perut Lio


'Kira-kira anak yang kamu kandung laki-laki atau perempuan?" Xavier menyentuh perut buncit Lio dan mengelusnya


'Entahlah sayang, ku pikir mau itu laki-laki atau perempuan sama saja" Lio tidak mau ambil pusing dengan jenis Kelamin anaknya


'Aku pengennya perempuan darling" sungut Xavier manja


Mereka berdua memilih tidak melakukan USG karena ingin menjadi kejutan.


Tok.. Tok.. Tok..


Pintu terbuka memperlihatkan Geoff yang sudah mandi dan terlihat segar dari sebelumnya.


'Kemarilah son, Daddy punya pertanyaan untukmu" Xavier memilih duduk karena tidak mau melihat kelakuannya yang manja pada Lio terlebih Xavier tidak mau membuat mata Geoff rusak olehnya yang bermesraan dengan Lio.


Geoff segera duduk di atas ranjang dekat Xavier dan menatap Lio yang tersenyum hangat padanya.


'Menurut kakak, bayi yang Mommy kandung itu perempuan atau laki-laki?" tanya Xavier menatap Geoff


Geoff sejenak menatap Lio yang menganguk membuatnya tersenyum.


'Tentu saja perempuan, iyakan Mommy?" Geoff tersenyum puas melihat Lio yang cemberut


Lio sebenarnya ingin mengajak Geoff untuk mengerjai Xavier tetapi Geoff malah menolaknya.


🥀🥀🥀


Enaknya punya suami yang begitu baik seperti Xavier.

__ADS_1


riri-can


__ADS_2