
Lio tengah asyik sambil meminum teh bersama Emillya di taman bunga milik Emillya.
Taman itu begitu indah karena itu adalah taman rancangan seorang seniman ternama tentunya Xavier mengeluarkan uang yang lumayan banyak untuk memuaskan keinginan adiknya itu.
Xavier tidak pernah pelit akan harta pada orang lain, dia sangat benci dengan namanya sebuah pengkhianatan karena pernah merasakan pengkhianatan dari sang kekasih dan sahabatnya yang sekarang menjadi mantan sahabat.
Akibat dari pengkhianatan itu Xavier berubah menjadi sosok yang bengis hingga dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Liora Greensya yang di belakang nama manis itu tersemat nama kebesaran yaitu Xavier.
'Apa teh nya enak kakak ipar?" tanya Emillya menemani Lio yang yang sendirian
Emillya kadang kasihan melihat Lio yang tidak sebebas dirinya, Xavier melakukan itu karena Lio belum sekuat dirinya jika bertemu para musuh di luar sana.
Emillya saja yang kekuatannya sudah lumayan bagus masih di jaga ketat oleh Xavier.
'Lumayan, kapan-kapan ajari aku meracik teh ini kak" pinta Lio sembari menyeruput teh nya
'Tentu saja, ngomong-ngomong apa kakak ipar sudah mempunyai nama untuk calon keponakanku itu?" tanya Emillya penasaran
Dari yang dia dengar calon keponakannya itu berjenis kelamin laki-laki padahal itu belum terbukti nyata karena kandungan Lio masih terlalu dini untuk mengetahui jenis kelaminnya tetapi Xavier selalu ngotot mengatakan bayi yang di kandung Lio adalah laki-laki.
'Aku belum memikirkannya kak, lagian belum jelas jenis kelaminnya" balas Lio
'Benar juga tapi aku juga yakin calon keponakanku itu boy, tapi terserahlah mau itu boy atau girl sama saja yang penting kalian baik-baik saja" ucap Emillya
'Permisi nyonya muda dan nona" ucap seorang pelayan
'Ada apa?" tanya Emillya
'Ini ada kiriman paket buat nyonya muda nona" ucap pelayan itu memberikan bingkisan kotak yang tidak terlalu besar
'Saya permisi nyonya dan nona" pamit pelayan itu
Emillya melirik salah satu pengawal yang sedari tadi mengawasi mereka, pengawal itupun seolah mengerti maksud lirikan nona mudanya berjalan mendekat.
'Periksalah" perintah Emillya
__ADS_1
'Baik nona" patuh pengawal itu mulai membuka bingkisan kotak itu
Saat kotak itu sudah terbuka tercium aroma busuk yang menyengat membuat Emillya mendadak mual begitupula Lio yang merasa ingin pingsan saja melihat potongan tangan yang kini berwarna hitam keunguan.
Pengawal itupun menjauhkan kotak itu memberikannya pada temannya, mereka sudah terbiasa melihat hal seperti ini sama dengan Emillya makanya dia hanya mual saja mencium aromanya tetapi Lio, dia belum terbiasa dengan hidup yang tidak normal tentang kehidupan dunia hitam milik suaminya.
'Sebaiknya kita masuk saja kakak ipar, sepertinya di luar tidak aman untuk kita berdua" ajak Emillya
Emillya melihat wajah pucat Lio, dia khawatir terjadi sesuatu pada Lio dan berakibat fatal untuk kesehatannya dan calon keponakannya itu.
'Baiklah, aku merasa pusing sekarang" jujur Lio
Emillya menuntun Lio masuk dan membawa Lio menuju kamarnya karena Xavier belum pulang dari kantor, Emillya tidak mau terjadi sesuatu pada Lio saat meninggalkannya di dalam kamar sendirian.
Sedangkan di luar mansion terlihat beberapa pengawal yang sibuk mencari pelaku teror tersebut.
'Jika tuan muda tau kita tidak becus bekerja maka aku tidak menjamin tangan kita masih utuh" ucap seorang pengawal bernama Komry
'Sebaiknya hubungi anggota IT, pelakunya sepertinya sudah melarikan diri, aku sangat yakin di mansion ini ada mata-mata" pengawal bernama Dran berpendapat
Para pengawal melaporkan itu pada anggota IT yang bertugas di mansion supaya bisa melacak pelaku peneroran, hal itu mereka lakukan agar saat tuan muda mereka kembali mereka punya laporannya.
'Ternyata pelayan itu bukan berkhianat, tadinya aku berpikir dia adalah komplotan jahat" Jipga merupakan IT yang di tempatkan menjaga sistem ke amanan mansion
Tugasnya hanya perlu memblokir semua data yang ingin mencari tahu kehidupannya Xavier dan yang lainnya dan bahkan memberikan virus pada setiap yang ingin meng hacker jejaring situs ke amanan.
Setiap pengawal mempunyai peran masing-masing sehingga semua terkendali tanpa ada dua tugas untuknya kecuali sekretaris Ben yang begitu multifungsi karena dia sedikit berbeda dari yang lain.
'Malam nanti adakan rapat untuk setiap pengawal wanita karena aku curiga dengan seorang pengawal" ucap Jipga kembali dan tersenyum misterius
Memang Xavier mempunyai beberapa pengawal wanita dan mereka termasuk kategori elit karena kemampuan mereka begitu hebat dalam membidik musuh.
Xavier menempatkan para pengawal wanita itu pada bagian penjaga lapisan ke dua untuk penjagaan Lio dan Emillya.
Xavier memberikan tiga golongan untuk menjaga orang-orang yang dia sayangi, pada lapisan pertama terdapat para pengawal bersenjata lengkap dan kekuatan yang bagus untuk menjaga sistem keamanan luar, lapisan kedua terdapat pengawal elit dari golongan wanita dan mereka sudah sangat terlatih menjaga Lio dan Emillya, dan lapisan ketiga yaitu para Mafioso yang merupakan bawaan Xavier juga begitu sangat hebat kekuatannya untuk menghancurkan para musuh.
__ADS_1
***
Jam kini menunjukkan pukul 7 malam dan Xavier baru pulang bersama sekretaris Ben.
Xavier sudah mengetahui kejadian tadi siang dari laporan suruhannya, dia begitu murka karena istri dan adiknya mendapatkan teror dari musuhnya.
Potongan tangan itu adalah milik dari salah satu kepercayaannya yang menjadi salah satu mata-mata yang menyamar ke komplotan musuhnya, Xavier tidak menyangka jika kepercayaannya itu ketahuan dari laporan yang dia dapat kepercayaannya itu telah meninggal 3 hari yang lewat tentu saja potongan tangan itu membusuk.
Xavier memasuki kamarnya yang masih kosong, dia tahu jika istrinya itu masih berada di kamar Emillya karena takut.
Dan Xavier tidak berniat menjemputnya karena dia masih ada urusan dengan semua bawahannya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Xavier berjalan keluar dari kamar menuju paviliun yang merupakan tempat berkumpulnya para pengawal.
Malam itu hanya beberapa orang yang bertugas tetapi jangan sangka keamanannya berkurang karena dari luar mansion terdapat beberapa hewan peliharaan Xavier yang menjaga.
'Bawa wanita itu kemari" perintah Xavier
Jipga maju sembari menyeret seorang wanita cantik yang kini mempunyai bekas luka di sekitar wajahnya karena Dran memberikan hadiah untuk wanita itu.
'Bakar tubuhnya sekarang juga!" ucap Xavier memerintah
Dran pun mengangguk dan melirik temannya mengambil bensin untuknya.
Setelah mendapatkan bensin Dran langsung menyirami wanita itu dengan bensin kemudian membakarnya secara hidup-hidup.
Semua orang menontonnya tanpa ada yang mau menolongnya, teriakan memekik itu begitu menyakitkan tetapi semua orang hanya berdiam diri.
'Itu balasan bagi pengkhianat!" ucap Xavier tajam dan pergi meninggalkan paviliun itu
🌻🌻🌻
Semoga kalian suka yaaa..
riri-can
__ADS_1