
Emillya meneteskan air matanya karena baru saja tombak besar milik sekretaris Ben menusuk miliknya dengan kuat sehingga membuat miliknya mengeluarkan darah saat sekretaris Ben mengeluarkan kembali miliknya setelah memaju mundurkan pinggulnya sehingga pelepasan pertama mereka berhasil dengan sempurna.
Sekretaris Ben membaringkan tubuhnya disamping Emillya tanpa melepaskan penyatuan mereka.
'Maafkan aku sayang, maaf sudah membuatmu kesakitan" ucap sekretaris Ben merasa menyesal tetapi dia begitu bahagia karena bisa memiliki Emillya seutuhnya sekarang
'Aku tidak apa-apa sayang, hanya sedikit sayang" ucap Emillya
Keduanya diam karena nafas mereka masih belum stabil hingga beberapa menit kemudian terlihat sekretaris Ben kembali menindih tubuh Emillya.
Sekretaris Ben kembali memaju mundurkan pinggulnya sehingga menciptakan gelombang suara yang terdengar.
PLOP...PLOP...PLOP....
Sekretaris Ben mempercepat temponya saat merasa milik istrinya menjepit miliknya dengan kuat menandakan Emillya akan melakukan pelepasannya.
'Kita sama-sama sayang AAARRGGGGHHHHH....SSHHHHHH!" erang sekretaris Ben mengeluarkan bibir unggulan pada rahim Emillya
Keduanya tepar setelah melakukan beberapa ronde sesuai kemauan sekretaris Ben.
'Terimakasih sayang" ucap sekretaris Ben membawa Emillya ke dalam pelukannya dan mencium kening Emillya yang mengeluarkan keringat karena ulahnya
Keduanya pun tertidur dengan perasaan yang membuncah karena bahagia.
***
Sedangkan di mansion milik Xavier terlihat Xavier yang tengah membantu baby Geoff menyusu pada buah dada Lio.
'Apa aku boleh ikut menyusu darling?" tanya Xavier polos
'Tidak boleh, ini hanya milik putra kita" balas Lio
'Tapi aku penasaran dengan rasanya darling, ayolah kumohon" pinta Xavier dengan wajah manjanya
'Hanya sedikit" ucap Lio pasrah
'Tidak jadi deh, aku sudah berjanji tidak akan mengambil hak milik putraku sendiri, maafkan daddy son hampir saja daddy mengambil milikmu, minumlah lagi" ucap Xavier mencium pipi gembul putranya
'Kak Emillya sudah pulang sayang, bagaimana kalau kita berkunjung kesana" Lio memberikan pendapat
'Boleh tetapi setelah putra tampan kita selesai menyusu dan mandi" Xavier tidak bosan menatap wajah menggemaskan putranya itu
'Dia sangat menggemaskan darling, aku punya saingan yang begitu hebat darling, di lihat dari segi manapun dia lebih unggul dariku nantinya" ucap Xavier sedih
'Meski putra kita lebih unggul dimasa depan tetapi kamu yang lebih unggul di hadapan terlebih dahulu sampai kapan pun" ucap Lio jujur
'Aku mencintaimu darling" ucap Xavier mencium kening Lio
'Aku juga sangat sangat mencintaimu sayang" balas Lio membuat Xavier tersenyum puas
'Oh iya, apa kamu tidak mau mengadakan resepsi pernikahan kita darling sekaligus memperkenalkan putra tampan kita ini kepada seluruh dunia?" tanya Xavier sembari memainkan jemari mungil baby Geoff
__ADS_1
'Aku pikir itu tidaklah perlu sayang, aku takut terjadi sesuatu pada putra kita" ujar Lio memperlihatkan kekhawatirannya
'Baiklah, bagaimana bagusnya saja darling" Xavier menghargai keputusan istrinya
Setelah baby Geoff selesai menyusu dan Xavier sudah memandikannya kini ketiganya tengah berada di dlaam mobil sport keluaran terbaru.
Xavier memilih mengemudi sendiri dengan penajaga yang mengawas dari kejauhan.
Sekitar 20 menit mobil itu memasuki mansion yang dominan berwarna emas.
'Rumah kak Emillya bagus sayang" ucap Lio kagun
'Apa rumah kita tidak bagus sayang?" tanya Xavier penasaran
Di lihat dari segi apapun, mansion miliknya yang lebih bagus, rumah milik sekretaris Ben tidak seberapa dengan villa miliknya di puncak.
'Tentu saja bagus hanya saja itu terlalu besar untuk kita bertiga" ucap Lio
'Kata siapa kita bertiga? setelah baby Geoff berumur 1 tahun aku berencana ingin memiliki baby lagi, begitu seterusnya saat baby kita berumur 1 tahun kita harus membuat baby lagi supaya rumah kita ramai" selonong Xavier membuat Lio melongo
Yang benar saja dia harus melahirkan kembali setelah baby Geoff berumur 1 tahun, dan apa tadi katanya? dia harus melahirkan kembali setelah baby mereka nantinya berumur 1 tahun? Lio tidak akan mau karena rasanya begitu teramat sakit.
'Aku tidak mau sayang, sakit" rengek Lio manja
'HAHAHAHA....Aku hanya bercanda darling, tidak mungkin aku memberikan rasa sakit untukmu, bagaimana setelah putra kita berumur 3 tahun?" Xavier ingin sekali memiliki seorang putri cantik seperti istrinya
'Bisa aku pikirkan" ucap Lio menghela nafas
Saat memasuki rumah besar yang terlihat sepi itu terlihat Emillya yang baru saja menuruni tangga.
'Kak Emillya" panggil Lio membuat Emillya terkejut
Tetapi rasa terkejut itu berubah menjadi rasa bahagia karena bisa melihat kakak iparnya yaitu Lio dan keponakannya.
'Halo kakak ipar, ayo silahkan duduk" Emillya menarik tangan Lio dan menuntunnya untuk duduk
Xavier yang sekilas menatap penampilan adik kesayangannya itu dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
Matanya tidaklah buta, dia melihat dengan jelas beberapa kissmark di leher jenjang adiknya itu.
Rasa marah dan kesal bercampur di dalam hatinya, adiknya kini sudah tidak bersih karena perbuatan sekretaris Ben, padahal Emillya baru saja keluar dari rumah sakit, apa sekretaris sekaligus adik iparnya itu tidak bisa menahan lebih lama lagi hingga Emillya sembuh total.
'Dimana bajingan itu?!" tanya Xavier tajan membuat Lio dan Emillya bingung
'Maksud kakak apa?" tanya Emillya dengan kening mengerut
'SAYANGGGGGGGG.....!" suara teriakan
Tiba-tiba sekretaris Ben datang dengan berlari menuruni tangga dan langsung memeluk Emillya tanpa menyadari kehadiran Lio dan Xavier.
Emillya tersenyum kaku melihat tingkah suaminya di depan kakaknya dan kakak iparnya sendiri.
__ADS_1
'EHEMM!"
Xavier berdehem membuat sekretaris Ben terkejut dan langsung melepaskan pelukannya pada Emillya.
'T..tu...tuan" gugup sekretaris Ben
Sekretaris Ben merasa seperti terciduk seolah dirinya tengah melecehkan Emillya yang notabet sebagai istrinya.
Xavier tersenyum sinis menatap sekretaris Ben yang kini menelan ludahnya dengan susah payah.
'Kurasa kamu membutuhkan hukuman Ben!" ucap Xavier tajan
'Maafkan saya tuan, saya tidak menyadari kehadiran tuan dan nyonya" gugup sekretaris Ben
'Sungai Amazon sepertinya butuh seorang penjaga seperti kamu Ben" ucap Xavier lembut tetapi bernada tajam
Tiba-tiba saja sekretaris Ben menangis dan memeluk Emillya dengan erat.
Sontak hal itu membuat ketiganya terkejut terlebih Xavier yang melotot melihat tingkah konyol sekretaris Ben.
'Sayangggg.... lihatlah dia terus mengancamku hiks...hiks... apa kamu rela aku di kirim ke sungai Amazon sayang?" adu sekretaris Ben dengan isakan palsunya
'Beraninya!" kesal Xavier dan langsung menatap Lio yang kini menatapnya juga
'Darling hiks..lihatlah dia berani menuduhku, aku hanya mengatakan jika sungai Amazon butuh penjaga, aku tidak mengancamnya" adu Xavier juga membuat Lio dan Emillya pusing seketika
'Kamu mengancamku tuan, aku sudah punya buktinya!" sekretaris Ben menatap Xavier tajam
'Beraninya kamu menuduhku, ku harap macan kumbang miliknya masih lapar!" balas Xavier tajam
'Kamu dengar sendiri kan sayang, kakak mu ingin memberikan aku pada hewan peliharaannya sebagai makanan" adu sekretaris Ben kembali
'Darling, kamu juga lihat kan aku tidak pernah mengatakan itu, aku hanya mengatakan jika macam milikku itu sepertinya masih lapar" Xavier juga tak mau kalah
'DIAM!" bentak Lio dan Emillya secara bersamaan membuat kedua pria tampan itu terdiam dan menampilkan wajah kagetnya
'Kamu berani membentakku darling?" tanya Xavier dengan wajah sedihnya
'Kenapa kamu membentakku sayang?" sekretaris Ben menatap Emillya dengan tatapan terluka
'Freddy, rekam kelakuan keduanya dan sebarkan ke seluruh media!" ancam Emillya membuat keduanya kicep
Keduanya kembali menampilkan wajah datarnya dan menatap Freddy tajam seolah mengatakan 'jangan lakukan itu jika masih ingin hidup"
Freddy hanya bisa mengangguk patuh pada dua pria tampan itu daripada masa depannya terancam.
🌻🌻🌻
Ada-ada saja ulah Xavier dan sekretaris Ben wkwkwk... Suami takut istri deh keduanya wkwkwk...
riri-can
__ADS_1