KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Cemburu


__ADS_3

Lio duduk di halte menunggu kedatangan Xavier, tidak lama kemudian Arion menghentikan motornya di depan Lio.


'Gak pulang?" tanya Arion menatap Lio dengan tatapan putus asa


Arion sejujurnya sangat sulit menghilangkan perasaan sukanya pada Lio, begitu banyak kenangan yang mereka lalui bersama sejak masih kecil dan itu sangatlah susah untuk di lupakan.


'Lagi nungguin jemputan" jawab Lio seadanya


'Gak sekalian bareng aku aja, rumah kita dekatan" Arion berharap Lio mau bersamanya


'Enggak usah deh, sebentar lagi juga datang" tolak Lio secara halus


'Yaudah gue temani sampe jemputan kamu datang" Arion turun dari motornya dan duduk di samping Lio


'Ehhh, enggak usah Yon, kamu pulang aja duluan sebentar lagi Maxwel datang" ucap Lio tidak enak


'Maxwel?" tanya Arion penasaran


'Ah itu dia pria yang aku sukai" jawab Lio dengan jujur tentu hal itu membuat Arion kecewa


Tin... Tin... Tin...


Lio dan Arion menoleh ke arah mobil yang berhenti di belakang motor Arion.


Terlihat Xavier yang keluar dengan wajah kesalnya, matanya menatap tajam pada Arion karena sudah berani duduk di samping Lio.


'Kamu sudah datang" ucap Lio senang


'Ayo pergi" ajak Xavier menarik tangan Lio menuju mobilnya meninggalkan Arion yang masih mematung menatap Xavier


Xavier melajukan mobilnya dengan cepat membuat Lio terkejut, pasalnya Xavier tidak pernah melakukan hal ini.


'Pelan-pelan dong" ucap Lio takut


Xavier tidak mengindahi ucapan Lio, Xavier terus melajukan mobilnya menuju bandara dimana pesawat pribadinya mendarat.


'Kamu kenapa?" tanya Lio menatap Xavier dengan kening mengerut


Xavier menghentikan mobilnya di parkiran mobil dan mengalihkan pandangannya pada Lio dengan tatapan tajamnya.


'Kamu membuatku takut" ucap Lio bergidik ngeri melihat tatapan tajam Xavier


Xavier tersadar dan mengubah mimik wajahnya kembali normal seperti biasanya.


'Maafkan aku darling" sesal Xavier


'Sebenarnya kamu kenapa?" tanya Lio penasaran

__ADS_1


'Aku tidak suka melihat kamu duduk berduaan dengan pria itu" jujur Xavier menampilkan raut wajahnya yang sedih


'Namanya Arion, dia sahabat kecil aku" jelas Lio


'Meskipun dia sahabatmu darling, aku tidak suka" ucap Xavier merajuk


'Hari ini aku akan pulang dan akan meninggalkan kamu disini, aku takut dia merebutmu dariku" ucap Xavier membuat Lio melongo


'Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Lio menggelengkan kepalanya


'Dia masih seumuran kamu darling, sedangkan aku lebih cocok kamu panggil uncle" Xavier menatap wajah Lio dengan tatapan terluka


'Aku tidak akan berpaling darimu sayang" jelas Lio


'Yakin?" Xavier menatap mata Lio seolah mencari Kebohongan tetapi tidak dia dapat


'Tentu saja, aku hanya mencintai kamu bagaimana bisa aku berpaling darimu yang punya segalanya" ucap Lio dengan senyum menggodanya


'Wahh, aku tidak menyangka bahwa calon istriku begitu matre" kekeh Xavier


'Untuk apa kekayaan mu itu kalau tidak aku habiskan" gurau Xavier


'Tentu saja semuanya untukmu darling" Xavier mengecup pipi Lio setelah kecemburuan nya teratasi


'Bagaimana dengan kak Emillya, bukankah dia juga ada bagian di hartamu itu, jangan pelit pada adik sendiri" ucap Lio


'Ayo darling" Xavier menggenggam tangan Lio


Lio menatap Xavier dengan cemberut karena tidak senang dengen kepulangan Xavier ke negara P.


'Apa kamu yakin untuk pulang?" tanya Lio dengan wajah sedihnya


'Pekerjaanku banyak darling, setelah selesai aku akan datang kembali kesini" ucap Xavier mengecup kening Lio


'Tapi aku akan rindu kamu" ucap Lio manja


'Benarkah? kita bisa menggunakan telepon, di sana akan ada supir yang mengantarmu pulang, jadi jangan coba-coba untuk bertemu dengan pria itu" Xavier menatap Lio seolah mengingatkan


'Iss, harusnya aku yang bilang kan kamu tampan dan tajir punya segalanya, aku yakin banyak yang suka padamu buktinya kakak ku sampai menjebakmu" ucap Lio kesal


'Lagian kamu aneh sekali, suka pada bocah seperti ku" sambung Lio kembali


'Karena kamu begitu spesial dan beda dari wanita lainnya darling, hanya kamu yang aku butuhkan di dunia ini" ujar Xavier mencubit gemas pipi Lio


'Kamu semakin mahir menggombal" ejek Lio


'Tentu darling, aku sengaja belajar untuk merayu kamu seorang, apa kamu suka" Xavier tersenyum melihat Lio yang malu

__ADS_1


'Pergilah" ucap Lio


'Baiklah darling, kuharap kamu baik-baik saja disini jangan sampai ada yang lecet sedikit pun, disini aku sudah menaruh penjaga untuk menjaga kamu saat keluar rumah jadi tidak perlu khawatir" Xavier membawa Lio ke dalam pelukannya dan mencium aroma tubuh Lio


Xavier merasa berat meninggalkan Lio tetapi pekerjaannya tidak bisa di tunda.


'Terserah kamu saja sayang, aku akan menurut" patuh Lio


'Ini baru gadisku, aku pergi" Xavier melepaskan pelukannya dan kembali mencium bibir Lio cukup lama setelah itu Xavier pergi


Lio meneteskan air matanya setelah kepergian Xavier, andai dirinya cepat lulus maka dia akan tinggal bersama Xavier setelah menikah.


'Nona" panggil pria berusia 28 tahun


'Apa kamu supir sekaligus penjaga yang di bilang Maxwel" Lio menatap pria yang lumayan tampan di depannya dan pria itupun mengangguk membuat Lio tersenyum


'Baiklah, kita pulang saja tapi sebelum itu bisa antar Lio ke swalayan?" tanya Lio berharap


'Tentu nona, mari saya antar" pria itu mempersilahkan Lio jalan duluan


Lio memasuki swalayan kecil, awalnya pengawal itu terkejut melihat Lio yang lebih memilih swalayan yang kecil padahal Xavier adalah pria kaya tetapi mengapa Lio memilih swalayan kecil itu.


Lio menjelaskan semua isi swalayan besar dan kecil sama saja yang membedakan hanya brand nama saja, manfaatnya sama saja, pria itu tersenyum dalam hatinya melihat kesederhanaan calon nyonya mereka.


Setelah membeli beberapa cemilan dan keperluan pribadinya, Lio langsung keluar.


'Kakak mau minum?" Lio menyodorkan minuman botol pada pria itu


'Tidak nona" tolak pria itu tersenyum


'Ngomong-ngomong nama kakak siapa?" tanya Lio penasaran


'Nama saya Zein nona" ucap pria itu ramah


'Oo begitu, baiklah kita pulang" ucap Lio memasang sabuk pengaman


'Syukurlah nona berhenti bertanya, takutnya mobil ini ada cctv dan tuan Xavier menontonnya, maka aku tidak yakin bahwa aku masih bisa bernafas bebas besok"  batin Zein


Meskipun Zein asli dari Indonesia tetapi dia sudah tahu bagaimana sifat dari Xavier yang tidak akan suka kalau miliknya di ganggu, makanya Zein hanya menjawab seadanya karena takut.


🌻🌻🌻


Aaawwww..... Author tidak tahu mau berkata apa buat kalian, novel Author masuk 15 besar sebagai novel baru terfavorit dan itu berkat kalian semua wahai para reader's, terimakasih sebesar-besarnya kepada para pembaca, Author akan usahakan update setiap hari sebagai rasa terimakasih kepada kalian tetapi hanya bisa 3-4 chapter saja guys karena kesibukan Author.


Terimakasih sekali lagi..


riri-Can

__ADS_1


__ADS_2