
Xavier membolak-balikkan lembar kerja miliknya, matanya menyapu seluruh ruang kerja miliknya dengan sorot mata yang tajam.
Tok...Tok...Tok...
Sekretaris Ben masuk dengan beberapa map di tangannya.
'Apa jadwal hari ini Ben?" tanya Xavier acuh
'Hari ini jam 10 pagi kita ada pertemuan dengan perusahaan tambang emas, jam 2 siang ada makan siang dengan putri tuan Garron yang bernama Leanne setelah itu tuan muda tidak ada jadwal lagi" sekretaris Ben membacakan jadwal kerja milik Xavier
'Batalkan semuanya, aku ingin pergi ke rumah kekasihku" ucap Xavier gamblang
'Tapi tuan muda pertemuan dengan tuan Hans pemilik tambang emas itu sangatlah penting, apa tidak sebaiknya tuan muda menyetujui pertemuan itu, maksud saya umm...tuan muda sangat menyayangi nona Emillya dan berencana memberikan hadiah untuk nona Emillya" ujar sekretaris Ben
'Aku sangat paham maksud mu Ben, aku serahkan semua padamu" jawab Xavier menutup berkas miliknya dan berjalan keluar dari ruang kerja miliknya meninggalkan sekretaris Ben yang masih terbengong
'Kenapa tuan muda begitu percaya padaku? Bagaimana jika aku ada niat buruk untuk menghancurkan perusahaan milik tuan muda?" tanya sekretaris Ben seketika menghentikan langkah kaki Xavier
'Kenapa tidak dari dulu kamu hancurkan jika kamu punya niat buruk itu Ben? padahal kamu sangat tahu bahwa kamu lebih hebat dariku, bahkan kamu punya pasukan lebih banyak dari ku" ucap Xavier membuat sekretaris Ben terdiam
Otaknya tengah memikirkan kata yang cocok untuk tuan mudanya itu, entah kenapa sekretaris Ben merasa tuan mudanya sangatlah berbudi luhur.
'Saya tidak akan mengecewakan tuan muda!" teriak sekretaris Ben membuat Xavier tersenyum sekilas
***
Lio menatap pantulan tubuhnya di kaca, matanya tertutup mencoba mengusir rasa takutnya pada keluarga sang papah yaitu tuan Alfa.
Malam ini mereka akan mengadakan acara barbeque keluarga yang akan di adakan di rumah orang tua tuan Alfa.
Tok...Tok...Tok...
Lio tersadar dari lamunannya mendengar suara ketukan pintu.
CEKLEK
'Kamu sudah siap sayang, ayo berangkat" ajak nyonya Erika sambil menggenggam tangan Lio
__ADS_1
'Apa Lio tidak apa ikut ke acara itu?" tanya Lio ragu membuat nyonya Erika tersenyum manis
'Tidak apa sayang, kamu itu cucu mereka jadi wajar kalau kamu ikut" ucap nyonya Erika menenangkan Lio
'Tapi mah aku....
'Tidak usah takut sayang, kalau nenek dan kakek kamu tidak menerima kamu kan masih ada mamah, papah dan Leon juga kakak kamu Ley" terang nyonya Erika membuat Lio mengangguk mengiyakan
'Lagian kamu juga sudah punya Xavier, calon suami kamu jadi kenapa mesti takut" goda nyonya Erika membuat Lio tersipu malu
'Ayo sayang" ajak nyonya Erika dan Lio pun mengangguk
Keluarga tuan Alfa pun akhirnya berangkat menuju kediaman orang tuanya.
Sesampainya di kediaman Prayuda keluarga dari tuan Alfa, mereka langsung ikut bergabung menuju halaman depan rumah bernuansa Eropa itu.
'Kalian sudah datang, duduklah menantu" ajak wanita yang tidak lain adalah ibu dari tuan Alfa bernama Rose
Rose adalah wanita keturunan Eropa terlihat kecantikan nya menurun pada tuan Alfa yang terlihat sangat menawan, kecantikan Rose juga menurun pada Lio yang terlihat seperti gadis blasteran sehingga membuat Aleysa iri pada kecantikan Lio.
Tatapan Rose tertuju pada Lio yang berdiri di belakang tuan Alfa, mata birunya menatap Lio dengan tatapan tajamnya dan kemudian mengabaikannya membuat Lio menghela nafas pasrah.
'Ayo duduk sayang, kamu dekat papah saja ayok" tuan Alfa menuntun Lio duduk si sebuah kursi yang terbuat dari anyaman rotan sintetis
Semuanya asyik berbincang sedangkan Lio hanya duduk menatap semuanya dengan tatapan biasa karena dia sudah terbiasa di abaikan saat ada acara perkumpulan.
'Ehemm!" seseorang berdehem dan duduk di samping Lio
Lio menatap pria di sampingnya dengan tatapan penuh tanya, dia tidak mengenal pria itu.
'Kulihat kamu sendirian, apa kamu tidak ikut bergabung dengan yang lainnya?" tanya pria itu dengan nada meremehkan
'Kenapa kamu perduli, lagian aku tidak mengenal kamu jadi untuk apa mencampuri urusan ku" jawab Lio acuh hal itu membuat pria itu tertawa renyah
'Kamu sangat lucu biar ku perkenalkan diri, namaku Viandra Prayuda aku adalah cucu tertua dari grandpa Candra dan Grandma Rose, aku putra pertama dari tuan Alka" terang pria itu membuat Lio mengerutkan keningnya
Lio menatap pria bernama Viandra itu dengan tatapan aneh, sejak dia kecil dia tidak pernah bertemu dengan Viandra karena seingatnya Viandra sudah pergi ke Italia sejak umur 10 tahun untuk mengejar ilmu.
__ADS_1
'Kamu sangat cantik seperti grandma, apa kamu tidak mau memeluk kakak mu ini" ujar Viandra tersenyum manis
'Tapi aku tidak mengenalmu meski kamu adalah kakak sepupuku" ucap Lio masih bingung
'Sudahlah, ku dengar dari paman Alfa kamu akan menikah dengan pria keturunan dari Paris apa itu benar?" tanya Viandra menatap Lio tajam
'Memangnya kenapa? apa perdulimu!" jawab Lio acuh
'Aku hanya bertanya kenapa sedari tadi kamu sewot, kurasa sifatmu tidak jauh berbeda dengan saudara kembar mu itu" ejek Viandra
'Terserah" balas Lio
'Ku dengar dia adalah pria yang sudah tua, kenapa kamu mesti menikah dengan pria tua?" Viandra masih kepo dengan kehidupan Lio
'Urus saja urusanmu!" kesal Lio pergi dari hadapan Viandra
Lio menggerutu karena merasa terganggu dengan kedatangan Viandra, keluarga dari papahnya memang kurang kerjaan selalu sibuk mengurusi hidup orang lain tanpa tahu hidupnya sendiri.
'Gue cariin dari tadi ternyata lo malah santai disini" Leon menghampiri Lio yang sibuk memainkan ponselnya
'Aku tidak suka pada keramaian" ucap Lio
'Lo tidak lapar? ayo buruan ikut untuk makan bersama" ajak Leon menarik tangan Lio
Sesampainya di meja makan yang di tata di taman depan, Lio langsung duduk mengabaikan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.
'Apa kamu di undang untuk makan disini?" tanya Yunha menunjuk Lio
Yunha merupakan anak dari Joe adik dari tuan Alfa, dia seumuran dengan Lio dan sering sekali mencari Masalah dengan Lio.
Karena Lio mengabaikan sindiran-sindiran membuat Yunha kesal pada Lio dan menyiramkan air putih pada Lio.
Tuan Alfa langsung berdiri menatap Yunha tajam karena merasa mempermalukan dirinya dengan menggunakan Lio.
'Kuharap kamu mendidik putrimu ini dengan baik, kalau perlu bawa dia ke bakti sosial untuk melayani masyarakat disana!" ucap tuan Alfa tajam menatap Joe adik bungsunya yang kini terlihat malu karena perbuatan putrinya
Tuan Alfa menarik Lio mendekat padanya dan menatap satu persatu keluarganya yang menatap Lio seolah merendah membuatnya marah.
__ADS_1
🌻🌻🌻
riri-can