KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Lamaran Xavier


__ADS_3

Tidak terasa mereka berempat berbincang-bincang cukup lama hingga jam yang kini menunjukkan pukul 8 malam.


'Sebaiknya kita tidur saja, ini sudah malam sekali" ucap tuan Alfa


'Umm..pah, apa Leon boleh mengajak Lio keluar" Leon menatap tuan Alfa berharap


'Kamu masih belum sehat, lain kali saja" terang tuan Alfa khawatir dengan kondisi Leon


'Huff, baiklah tetapi setelah Leon lebih baik bolehkan membawa Lio keluar" Leon ingin sekali jalan-jalan dengan saudara kembarnya


'Baiklah setelah kamu sehat kamu boleh mengajak kakak mu main" balas tuan Alfa


'Pah, berhenti mengatakan dia kakak ku, kamu hanya beda beberapa menit saja" kesal Leon


'Tetap saja Lio kakak mu meski usia kalian hanya beberapa menit saja" tuan Alfa menatap Leon sinis


'Terserah" Leon beranjak pergi meninggalkan ketiganya


'Pergilah nak untuk istirahat" tuan Alfa dan nyonya pergi setelah melihat Lio yang berjalan menuju kamarnya


Di dalam kamar Lio masih belum bisa tidur karena belum mengantuk.


Tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk membuat berdiri dan membuka pintu kamarnya.


'Leon? ada apa?" tanya Lio bingung melihat Leon yang berdiri dengan wajah dinginnya


'Kekasihmu menunggu di bawah" ketus Leon pergi begitu saja


Leon masih kesal lantaran tidak diperbolehkan keluar untuk jalan-jalan bersama Lio dan lagi ada pria yang merupakan Xavier datang untuk menemui Lio.


Lio mengerutkan keningnya tetapi dia buru-buru menuruni tangga menuju lantai bawah.


Sesampainya di lantai bawah terlihat sosok Xavier yang mengenakan jas abu-abu gelap tengah duduk memainkan tab nya.


'Ehem" Lio berdehem membuat Xavier menoleh ke arahnya


'Darling" panggil Xavier beranjak berdiri dan berjalan menuju Lio


'Aku merindukan kamu darling" ucap Xavier memeluk Lio erat dan menghirup aroma tubuh Lio yang menurutnya sangat menenangkan


'Lepas dulu, aku susah untuk bernafas" kesal Lio


'Baiklah darling, kita duduk di luar saja, aku melihat ada kursi di taman" ajak Xavier menuntun Lio untuk keluar


'Sepertinya kamu adalah pemilik rumah ini" ejek Lio sambil terkekeh


'Bukankah sebentar lagi aku bagian dari pemilik rumah ini darling" balas Xavier menggoda Lio


'Hentikan" balas Lio malu

__ADS_1


'Nah sekarang duduklah ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu" Xavier mendudukkan Lio di kursi sedangkan dia berlutut dihadapan Lio


'Apa yang kamu lakukan?" tanya Lio bingung


'Diamlah darling, aku tengah memikirkan kata yang cocok" Xavier menatap wajah Lio dengan tatapan sayang membuat Lio menunduk malu


'Angkatlah kepalamu darling biar aku bisa melihat wajah cantikmu itu" ucap Xavier dan Lio pun mengangkat kepalanya dengan ragu


'Sejujurnya aku ingin melamar kamu untuk aku jadikan seorang istri darling, aku merasa nyaman Bersama kamu, aku tidak percaya yang namanya cinta sebelum bertemu denganmu setelah kejadian yang dulu menimpa ku, aku bukanlah pria romantis seperti yang kamu harapkan, aku bukan pria yang memiliki banyak kata-kata romantis tetapi aku adalah pria yang sekali berucap langsung aku laksanakan, aku menginginkan kamu darling, aku menginginkan kamu untuk menjadi istriku, hanya kamu yang aku butuhkan di dunia ini sebagai pelengkap hidupku, apa kamu bersedia menikah dengan ku darling?" Xavier menyodorkan sebuah cincin berlian putih dengan beberapa ukuran bunga matahari di setiap cincin itu


'Tapi aku masih ingin sekolah" balas Lio jujur


Lio masih ingin sekolah seperti gadis remaja pada umumnya, dia juga ingin sekali merasakan bangku kuliah.


'Aku tidak melarang kamu untuk sekolah darling, aku bahkan ingin istriku memiliki ilmu yang bagus agar bisa membantuku nanti mendidik putra-putri kita nantinya" jawab Xavier lembut


'Memangnya sekolah setelah menikah itu boleh?" tanya Lio bingung


Setahunya menikah itu tidak boleh untuk anak sekolah tetapi mengapa Xavier mengajaknya untuk menikah.


'Semuanya bisa darling asal ada uang yang mengatur" kekeh Xavier tersenyum sombong


'Aku sangat kaya jadi semuanya pasti bisa teratasi" ucapnya lagi membuat Lio kesal


'Tapi aku ingin sekolah disini" Lio mencoba mengecoh Xavier


'Apa kamu tidak lelah nantinya, butuh waktu berjam-jam menuju Indonesia" ucap Lio khawatir


'Apa pun untukmu darling, tetapi apabila kamu meminta dunia ini untuk aku jelajahi maka aku tidak akan bisa darling, kecuali kamu menemani ku" ucap Xavier lembut


'Menyebalkan" Lio memukul dada Xavier


'Sakit darling" Xavier meraih tangan Lio dan mengecup nya


'Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Xavier serius


'Aku mau" balas Lio tanpa ragu


'Terimakasih darling" Xavier memasang cincin berlian itu di jari manis Lio kemudian berdiri


'Apa aku boleh menciummu?" tanya Xavier polos


'Dinegaraku ciuman itu hanya di lakukan oleh sepasang suami-istri saja dan itupun tidak di muka umum" ucap Lio tersenyum mengejek


'Dasar gadis nakal" Xavier mencubit pipi Lio dengan gemas


'Sebentar lagi kita akan menikah, apa kamu masih menolaknya?" tanya Xavier kembali


'Negaraku sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral, kurasa kita tidak bisa ciuman tuan Maxwel" Lio masih menggoda Xavier hal itu membuat Xavier gemas melihat Lio yang selalu mencari celah

__ADS_1


'Kamu membuatku tidak sabaran darling, rasakan hukuman mu" Xavier langsung meraup bibir merah alami Lio


Xavier mencium Lio dengan lembut, menuntun nya agar Lio juga bisa membalas setiap ciumannya.


'Ehem" suara deheman seseorang


Xavier tidak peduli dengan deheman itu dia tetap mencium Lio tetapi Lio langsung mendorong Xavier.


Xavier merasa dirinya terganggu dan menoleh ke belakang, terlihat pria yang dia cemburui dulu sebelum mengetahui bahwa Leon adalah kembarannya Lio.


'Dasar pengganggu!" kesal Xavier menggunakan bahasa negaranya


'Menjauh dari pria itu Lio, dia adalah pria yang sangat ganas dan tidak tahu malu" balas Leon menggunakan bahasa Indonesia hal itu membuat Xavier kesal


'Gunakan bahasa Inggris!" kesal Xavier


'Cih, lo juga gunakan bahasa Inggris" balas Leon menatap Xavier tajam


'Kembalikan istriku" Xavier menarik lengan Lio


'Istri? Kapan kalian menikah sia*lan! Lio bukan istrimu!" balas Leon tajam


'Sebentar lagi kami menikah, menjauh darinya" kesal Xavier memeluk Lio dengan erat


'HENTIKAN!" teriak Lio menatap keduanya kesal


'Kalian sungguh memalukan!" kesal Lio berjalan meninggalkan kedua nya


'DARLING!" teriak Xavier


'Siapa yang kamu panggil darling pria tua?" Leon mendengus mendengar panggilan sayang Xavier pada Lio


'Diamlah kamu bocah busuk" Xavier mencoba mengejar Lio tetapi di tahan Leon


'Mau kemana?" tanya Leon


'Masuk" balas Xavier


'Enak saja, orang luar tidak boleh masuk ke rumah ini, pergi sana pulang!" usir Leon mendorong Xavier


'Bre*ngsek! kalau bukan saudara Lio sudah aku hancurkan bocah busuk ini"  batin Xavier


Xavier memilih untuk mengalah dengan pergi begitu saja meninggalkan Leon yang tersenyum puas.


'Rasakan, itu akibatnya membawa kabur Lio" ucap Leon tertawa senang


🌻🌻🌻


riri-can

__ADS_1


__ADS_2