
Xavier melepaskan ciumannya dan kembali mengecup bibir Lio karena gemas.
'Kenapa kamu datang kesana darling?" Xavier menatap lembut pada Lio
'Aku bosan dan kak Emillya mengajakku kesana" cicit Lio pelan sembari menunduk
'Kalau bicara denganku angkatlah kepalamu darling, tatap mataku" Xavier mengangkat wajah Lio hingga mereka saling berpandangan
'Jadi kamu bosan?" ulang Xavier
'Iya, aku bosan di rumah itu" Lio memilin milin bluss nya
'Bagaimana kalau kamu ikut denganku ke tempat rahasia ku" tawar Xavier
'Iya, aku mau" ucap Lio pelan
'Bersiaplah darling, pegangan yang erat" Xavier menghidupkan meain mobil dan melajukan nya kencang
Mobil Xavier melaju menuju hutan membuat Lio was was, dia cukup takut melihat sekeliling yang hanya di tumbuhi pohon pohon tinggi dan semak semak belukar, terlihat tempat itu tidak terawat dengan baik.
'Kamu kenapa darling?" Xavier melihat ada kecemasan dari Lio
'Umm tidak apa apa, aku cuma sedikit takut" Lio menatap Xavier ragu
'Tenanglah darling, aku ada bersama mu tidak perlu cemas begitu" Xavier menggenggam tangan Lio menggunakan satu tangan sedang satunya mengemudikan setir mobil
Mobil mewah itu berhenti di dekat pohon besar menjulang tinggi, saat keluar suasana hutan sangat damai karena terdengar suara suara burung yang berkicau ria bahkan terlihat ada beberapa burung yang terbang membuat Lio terkagum.
Dia tidak tau bahwa di negara P ini masih terdapat hutan belantara yang masih terjaga kealamiannya, berbeda dengan negaranya yang terdapat banyak tempat wisata alam yang belum terjamah entah kenapa dia rindu akan negaranya itu tapi segera dia tepis karena tujuannya sekarang adalah mencari kebahagiaan nya sendiri.
'Ayo darling" Xavier menggenggam tangan Lio dan menuntunnya berjalan meuju bagian barat.
Mereka berdua berjalan sekitar 10 menit karena jalannnya cukup kecil dan tidak muat untu dilewati mobil.
Mata Lio membulat kagum melihat pemandangan indah dihadapannya, terlihat air terjun dari kejajuan dan dibawahnya ada sungai yang mengalir deras, bahkan disamping sungai itu terdapat danau yang sangat jernih.
'Sangat mengagumkan" ucap Lio takjub
Xavier tersenyum saat mendengarnya, dengan pelan dia menuntun Lio menuju danau jernih itu dan mendudukkannya di rerumputan hijau.
'Apa kamu suka darling?" Xavier menatap wajah Lio yang masih menatap air terjun yang tinggi itu
'Suka, aku tidak tau ada tempat seperti ini" Lio menatap Xavier senang
'Tempat ini hanya aku yang tau darling, saat aku tidak baik aku akan kesini mencari ketenangan, bahkan sekretaris Ben tidak tau tempat ini. Kamu orang pertama yang aku bawa kesini" Xavier menatap sekeliling seolah mengingat apa yang sudah terjadi pada hidupnya
'Aku dengar, tuan pernah punya kekasih" tutur Lio pelan
'Kamu mendengarnya dari Emillya?" tanya Xavier mendadak dingin
Lio menatap Xavier sedikit takut karena mendengar nada dingin yang terucap dari mulut Xavier.
__ADS_1
Xavier mendesah pasrah saat melihat ketakutan gadisnya, dia tidak suka melihat raut wajah itu.
'Ya, aku dulu pernah punya kekasih. Kamu tau darling saat itu aku belum seberjaya ini, aku sangat mencintainya bahkan apapun akan aku lakukan dan berikan padanya semampuku tetapi dia menghianati kesetiaan ku" Xavier menjedanya
'Dia selingkuh dengan sahabat ku sendiri, mereka bahkan sudah menjalin sebuah hubungan sebelum kami bersama, aku merasa seperti keledai bo*doh yang diperalat olehnya, dan mulai saat itu aku tidak percaya lagi yang namanya cinta" jujur Xavier menatap Lio sendu bahkan terlihat air mata menggenang di pelupuk matanya membuat Lio berinisiatif memeluk Xavier
'Mungkin tuhan ingin menunjukkan bahwa dia tidak pantas untuk kamu tuan" Lio melepaskan pelukannya
'Kamu benar, tuhan tidak ingin aku salah memilih" ucap Xavier tersenyum penuh arti menatap Lio
'Bagaimana kalau kita ke bawah air terjun saja" ajak Xavier
'Apa airnya tidak dalam tuan?" Lio sedikit takut
'Tenanglah, ada aku disamping mu" Xavier membawa Lio menuju air terjun dan turin kesungai itu dengan menarik tangan Lio
Lio semakin mendekatkan tubuhnya saat merasa frekuensi air itu semakin dalam saja bahkan air itu sudah sampai pada dadanya.
Mereka berhenti di dekat air terjun sehingga air terjun itu mengenai mereka saat jatuh.
Xavier memegang pinggang Lio dengan erat seakan takut terlepas begitu juga dengan Lio yang memegang erat lengan Xavier karena takut.
'Aku mencintaimu darling" ungkap Xavier sembari menatap wajah polos Lio
Lio membelalakkan bola matanya saat mendengar perasaan Xavier.
'Aku mencintaimu sejak aku pertama melihatmu, aku tidak suka melihatmu dekat dengan yang lain dan aku cemburu melihatnya" ujar Xavier sedikit malu mengungkapkan rasa cemburunya
'Apa kamu menyukai ku juga darling?" Xavier bertanya dengan hati hati
Dia siap mendengar apapun jawaban Lio, karena dia sadar bahwa mereka baru bertemu tetapi apa salah jatuh cinta pada pandangan pertama? Itu bukan salahnya, itu kehendak hatinya sendiri.
'Aku... aku tidak pernah jatuh cinta tuan" ucap Lio jujur
Ucapan Lio sungguh membuat Xavier down seketika, dia mendesah pelan agar Lio tidak mendengar keputus asahannya.
'Tapi jujur saja aku merasa nyaman dekat dengan mu tuan, aku merasa aman saat bersamamu meski kita baru bertemu tapi aku nyaman bila dekat mu" Lio menunduk malu saat mengucapkannya
'Benarkah darling?" Xavier bahagia mendengarnya
'Aku akan coba untuk menyukai dan mencintai tuan" Lio menatap Xavier dengan senyuman manisnya
Xavier merasa sangat bahagia, hatinya sangat senang bahkan jantungnya berdetak tak seirama mendengar penuturan dari mulut mungil gadisnya.
Xavier mengangkat tubuh mungil Lio dan menggendong nya layaknya bayi koala.
Wajah mereka saling berhadapan, Xavier menatap Lio bahagia dengan pelan Xavier mendekatkan wajahnya dan mencium bibir gadisnya dengan lembut.
Xavier juga menuntun Lio agar membalas lumatannya, hingga Lio mulai terbiasa dengan permainan bibir Xavier.
Mereka berciuman sangat lama hingga Lio merasa pasokan oksigennya mulai menipis, Xavier melepaskan ciumannya saat merasa Lio susah bernafas.
__ADS_1
Xavier menempelkan kening mereka berdua setelah selesai berciuman panas tadi.
'Aku sangat bahagia darling" Xavier mencium pipi kiri Lio
Lio sangat malu sekarang, dia tidak bisa berkata kata lagi karena malu bahkan untuk menatap Xavier pun dia tidak sanggup.
'Tuan, ini sangat dingin" Lio mulai merasa dingin karena air terjun itu sangat dingin
'Baiklah mari kita pulang, tapi sebelum itu aku tidak suka kamu memanggilku tuan panggil aku dengan nama Maxwel darling" pinta Xavier
'I.. Iya kak Maxwel" cicit Lio pelan
'Aku bukan kakak mu darling, cukup Maxwel tanpa embel embel apapun" Xavier sedikit cemberut membuat Lio gemas melihatnya
'Iya sayang" Ucap Lio malu
'Aku suka darling" Xavier mengecup bibir Lio dan melepaskan nya kemudian berjalan keluar dari sungai itu
Xavier masih menggendong Lio dan berjakan menuju mobil yang terparkir jauh.
'Kamu tidak lelah, sayang?" Lio berucap tetapi saat kata 'Sayang" Lio memelankannya membuat Xavier terkekeh
'Aku kuat darling, kemanapun kamu ingin aku gendong, pasti aku bawa" gurau Xavier meski ucapannya serius
'Benarkah? Bagaimana kalau kita jalan saja sampai kerumah" goda Lio
'Aku tidak mau darling, kita sudah sangat basah dan kamu nanti sakit. Aku tidak suka melihat wajah kesakitan dari wajah manis mu ini" Xavier menggigit hidung Lio pelan
'Aww, sakit" rengek Lio cemberut membuat Xavier tertawa kuat
Baru pertama kali ini Lio melihat Xavier tertawa bebas setelah mengenalnya selama satu bulan lebih ini.
'Aku suka melihatmu tertawa bebas seperti ini, jadi tertawalah kedepannya karena aku akan membuat senyuman itu terbit setiap hari" batin Lio dalam hatinya
'Apa yang kamu lihat darling? Apa kamu terpesona dengan wajah tampan ku ini" ucap Xavier penuh percaya diri
'Iya, kamu sangat tampan" Lio menggoda Xavier sehingga terlihat wajah merona Xavier membuat Lio terkikik
'Kamu menggodaku darling, jadi terimalah hukuman dariku nanti saat dirumah" bisik Xavier di telinga Lio yang kini menegang
Xavier mendudukkan Lio ke kursi penumpang dan meletakkan jas besarnya kebahu Lio agar rasa dingin Lio sedikit berkurang kemudian dia melajukan mobilnya menuju mansion mewah miliknya.
🌻🌻🌻
Horeeeee... Akhirnya cinta Xavier terbalas gengs, jadi gimana menurut kalian
Oh iya author sudah menepati janji ya gengs untuk Crazy Up, jadi author juga berharap kalian untuk VOTE, LIKE, SHARE, and KOMEN biar author tau respon kalian dan juga agar author semangat untuk menulis lagi.
Oke bye bye gengs dan maaf apabila banyak Typo bertebaran karena author masih pemula.
riri-can
__ADS_1