KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Belajar Menari


__ADS_3

Xavier membawa Lio ke dalam kamarnya dan membaringkannya diatas ranjang dia juga ikut berbaring dan memeluk Lio dengan erat.


'Apa kamu bosan darling?" Xavier menatap Lio yang menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya


'Iya, aku cukup bosan disini" jujur Lio


'Bagaimana kalau kamu ikut dengan Emillya untuk belajar menari" tawar Xavier


'Menari? Untuk apa aku belajar menari?" Lio sangat bingung sekarang


'Tentu saja agar kamu bisa memuaskan aku nantinya darling, aku ingin nanti kita punya anak yang banyak kalau bisa minimal kita punya anak sebanyak 17 dan itu harus perempuan semua agar aku tidak punya saingan" ucap Xavier dengan senyum hangatnya


Lio hanya bisa mendesah pasrah mendengar ucapan Fulgar Xavier, dia mulai terbiasa sekarang meski masih sedikit risih tetapi bukankah kita harus menerima semua kekurangan pasangan kita, lagian Xavier hanya menggodanya jadi tidak ada yang salah.


'Apa itu tidak banyak? Dan maksimal nya berapa?" tanya Lio gugup


'Umm kita bisa memiliki anak maksimal nya 30 darling, pasti sangat menyenangkan dikelilingi oleh bayi-bayi cantik seperti ibunya yaitu kamu" Xavier mengelus lembut rambut Lio dan mengecup puncak kepala Lio


'Kalau begitu kamu saja yang melahirkan" Lio cemberut


'Aku tidak bisa darling, cobalah periksa milikku ini, apa mempunyai lubang sepertimu? Milikku tumpul darling" ucap Xavier dengan nada sedih padahal dia hanya sedang menggoda Lio


'Kenapa kamu genit sekali? Aku sedikit ngeri melihatnya" jujur Lio sambil menatap Xavier dengan tatapan ngeri


'Kalau aku tidak genit, bagaimana nantinya kita punya baby, darling" Xavier gemas melihat Lio yang menatap nya tajam


'Jangan menatap ku seperti itu darling, atau kita akan segera mendapatkan baby" kekeh Xavier sambil menggoda Lio


'Dasar menyebalkan" Lio buru-buru berdiri meninggalkan Xavier yang sekarang tertawa keras karena sudah berhasil menggodanya


'Jangan tinggalkan aku darling, kita belum membuat baby nya!" teriak Xavier setelah Lio keluar dari kamarnya


Lio berjalan dengan wajah ditekuk karena kesal pada Xavier, matanya meneliti menatap setiap sudut untuk mencari Emillya hingga tatapannya tertuju pada taman dimana Emillya tengah duduk santai dengan teh di tas meja.


'Kak Emillya" sapa Lio


'Kakak ipar? Apa yang kakak ipar lakukan disini? Mana bayi besarmu" ejek Emillya


' Kak Emillya!" kesal Lio

__ADS_1


'Baiklah, jadi ada apa?" tanya Emillya serius


'Umm aku mau tanya sesuatu boleh?" tanya Lio gugup


'Katakanlah kakak ipar" Emillya menatap Lio dengan senyum hangatnya


'T..tadi Xavier bilang aku bisa belajar menari padamu, jenis tarian apa itu?" tanya Lio gugup


Tiba-tiba saja Emillya tertawa kuat bahkan sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya membuat Lio kesal.


'Katakankah kak Emillya" sungut Lio merasa kesal di tertawa kan oleh Emillya


'Baiklah-baiklah, jadi si tuan IBLIS ingin aku mengajari kamu untuk menari?" tanya Emillya dengan senyuman aneh


'Iya, apa itu tarian aneh?" tanya Lio polos


'Hmm tidak juga, nanti aku akan membawa mu untuk ikut latihan menari, sekarang aku tidak bisa karena cuaca nya mulai terasa dingin" Emillya menatap awan yang masih cerah tetapi hawanya terasa dingin


'Benar juga, mungkin ini musim dingin pertama ku disini, biasa nya kamu akan kemana saat musim dingin?" tanya Lio penuh harap


'Aku hanya ingin tidur saja, bahkan untuk mandi pun aku malas karena dingin" Emillya berkata jujur


'Siapa yang mau keluar saat musim dingin kakak ipar, orang bo*doh saja yang ingin menggigil di luar sana" Emillya menatap Lio dengan senyum manisnya


Emillya bisa dikatakan seperti seorang bangsawan yang menjaga semua tutur sapa dan intonasi suaranya, bahkan cara berjalan dan berpakaian nya terlihat seperti seorang bangsawan.


'Begitu ya? Aku pikir bisa jalan-jalan keluar" Lio mendesah pelan


'Hei, kenapa kamu begitu kecewa sekali? Kakak ipar bisa menghabiskan waktu bersama kak Xavier di atas ranjang, buatkan aku keponakan yang cantik dan tampan" kekeh Emillya


'Kenapa kamu dan Xavier sangat menyebalkan, bahkan senang sekali berkata fulgar" kesal Lio


'Di negara ini, kata-kata itu tidaklah terlalu fulgar kakak ipar, lagian kamu akan terbiasa dengan segala ucapan suami kamu itu" Emillya meminum teh nya dengan anggun


'Dia bukan suami ku" Lio mengingatkan


'sekarang belum, tapi nanti iya" ucap Emillya dengan gamblang


'Sudahlah, aku masuk saja ke dalam" Lio pamit menuju kamarnya

__ADS_1


Emillya menatap calon kakak iparnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


'Aku tau, melihat dari wajahmu saja kamu terlihat seperti seorang dewi, betapa beruntungnya si IBLIS itu memiliki mu kakak ipar" ucap Emillya pelan


'Tentu saja tuan muda sangat beruntung nona" ujar sekretaris Ben


Emillya mengalihkan pandangan nya dari Lio menuju Sekretaris Ben yang kini berjalan ke arahnya.


'Apa yang sedang nona lakukan disini?" tanya sekretaris Ben menatap Emillya tajam seolah mengingatkannya agar segera masuk ke dalam rumah


'Kamu sangat menyebalkan kak Ben, semoga nanti istri mu bisa memperbudak mu" umpat Emillya menatap sekertaris Ben kesal


'Bukankan nona akan jadi istri saya nantinya" sekretaris Ben berucap tanpa merubah ekspresi datarnya


Emillya membulatkan bola matanya saat mendengar ucapan sekretaris Ben.


'Apa katamu?" Emillya menatap sekretaris Ben bingung


'Nona, silahkan masuk beberapa jam lagi sudah masuk musim dingin, dan itu bisa membuat nona kedinginan duduk diluar" sekretaris Ben melepas jas nya dan meletakkannya di bahu Emillya kemudian meninggalkan nya


Emillya menatap kepergian sekretaris Ben dan buru-buru masuk dengan wajah merah meronanya karena malu.


Emillya membungkus tubuhnya dengan selimut tebal, wajahnya memerah karena malu dengan ucapan sekretaris Ben yang begitu membuatnya melayang.


'Ternyata kak Ben diam-diam perhatian, ihh... kan gemas jadinya, dan apa tadi katanya? aku yang akan jadi istrinya? Huwaaa...... Manis sekali kata-katanya" Emillya bergerak-gerak tidak jelas di atas ranjang setelah mendengar ucapan sekertaris Ben


Tiba-tiba Emillya tersadar dengan tingkah anehnya.


'Hufff, tenanglah Emillya, dari buku bangsawan halaman 70 no 3 sebagai wanita bangsawan harus bisa menjaga sikap, janganlah terlalu memperlihatkan rasa suka kita pada lawan jenis, oke.. aku harus bersifat acuh dan anggun terhadap kak Ben, tidak boleh memperlihatkan rasa suka padanya" Emillya menghembuskan nafas secara perlahan


'Tapi aku tidak tahannn... Huwaaaa... Kenapa kak Ben sangat tampan, tidak bisa, aku harus bersikap seperti putri bangsawan di depannya" Emillya masih merona dengan ucapan sekertaris Ben yang mengatakan bahwa dia adalah istrinya di masa depan


🌻🌻🌻


Cieeeeeee... Sekretaris Ben mulai beraksi menggoda nona Emillya, apa menurut kalian mereka berdua cocok?


Ayo buruan komentar guys, ketik pendapat kalian


riri-can

__ADS_1


__ADS_2