
Lio tertidur karena kelelahan setelah jalan-jalan bersama Xavier seharian, mereka berdua hanya pergi ke arena permainan san bioskop juga taman karena Lio tidak tahu rekreasi paling bagus di kotanya akibat tidak pernah main sedari dulu.
Xavier menatap lembut wajah damai Lio yang tengah tertidur pulas, Xavier merasa bahwa Lio adalah sebuah hadiah yang begitu luar biasa diberikan oleh tuhan padanya, setelah keterpurukannya yang begitu menyakitkan kini berganti dengan sebuah kebahagiaan.
'Biarkan aku memiliki kamu seutuhnya darling" ucapnya pelan sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Lio
Xavier sudah berdamai dengan masa lalunya, dia tidak akan mau memikirkan mantan kekasihnya dan sahabatnya yang berkhianat itu, meski rasa sakit masih membekas tetapi perlahan Xavier merasa rasa sakit itu perlahan mulai menghilang setelah kedatangan Lio ke dalam hidupnya.
Katakan dirinya terlalu lebay mencintai Lio, tentu saja kalian berpikir Xavier lebay karena kalian tidak merasakan apa yang dia rasakan.
Dengan pelan Xavier keluar dari dalam mobil dan memutari mobil untuk menggendong Lio yang tengah tertidur pulas.
Terlihat Leon juga yang baru pulang dari acara bermainnya bersama teman-temannya.
Leon menatap Xavier tajam entah karena apa, Xavier mengabaikan Leon dan langsung menggendong Lio.
'Biar gue aja yang gendong" ucap Leon
'Tidak usah, aku yakin tubuh kerempeng mu itu tidak akan sanggup menggendong Lio" ucap Xavier mencibir Leon seraya melenggang pergi
'Si*alan!" maki Leon
Leon menatap postur tubuh Xavier yang berjalan dari belakang, di bandingkan tubuhnya tubuh Xavier lebih kekar dan berotot, hal itu membuat Leon mencebikkan bibirnya karena kesal.
'Kenapa gue kesal dengan ucapannya, padahal yang dia bilang memang benar tetapi tetap saja gue kesal" ucap Leon
Leon menyerahkan kunci motornya pada penjaga agar memasukkannya ke dalam garasi, setelah itu dia masuk ke dalam rumah.
Di lantai atas tempatnya kamar Lio, Xavier menyelimuti tubuh Lio setelah itu mengecup keningnya.
'Selamat istirahat darling, besok pagi aku akan datang kemari" ucap Xavier pergi
Xavier memilih menuju rumahnya yang sudah di beli oleh sekertaris Ben karena tidak sewajarnya dia tinggal bersama Lio yang belum menjadi istrinya.
Saat akan menuju lift tiba-tiba saja tangannya di tarik dan pelakunya adalah Aleysa.
Karena kekuatan Xavier lebih besar di bandingkan tubuh Aleysa alhasil Aleysa terjungkal jatuh ke lantai.
__ADS_1
Xavier menatap Aleysa dengan pandangan merendahkan, sejujurnya Xavier merasa muak melihat Aleysa yang hanya memakai tank top dan hot pant saja, seandainya Lio yang memakainya di depannya maka dia akan teramat senang sekali tetapi melihat Aleysa berpenampilan seperti seorang wanita malam di depannya membuatnya kesal.
Tiba-tiba saja Aleysa berteriak kencang dan mengacak-acak rambutnya serta menurutnya tali tank topnya.
Xavier berdecih melihat aksi Aleysa yang tengah tidak waras, Xavier tahu kalau Aleysa tengah menjebaknya, mata Xavier menatap sekeliling hingga matanya tertuju pada CCTV yang ada tepat di atas mereka, senyum liciknya terukir.
Karena teriakan Aleysa yang bergitu memekik membuat seisi rumah terkejut dan langsung menuju lantai dua.
Xavier membiarkan Aleysa berbuat sesukanya karena dia ingin mempermalukan Aleysa pada semua orang, bukankah dia begitu baik daripada hanya dia yang melihat kebusukan Aleysa lebih baik semua orang tahu.
'Papah" isak Aleysa berdiri dan berlari menuju tuan Alfa
Tuan Alfa memeluk Aleysa sembari menenangkannya, semuanya menatap Aleysa dengan tatapan bingung.
'Papah hiks..dia mencoba memperkosa Ley" adu Aley menunjuk ke arah Xavier
Semua yang ada menatap Xavier seolah bertanya-tanya, sedangkan Xavier hanya diam saja mempersilahkan Aleysa memainkan dramanya.
Tuan Alfa menatap Xavier dengan tatapan yang sulit di katakan, entah kenapa dia merasa tidak percaya dengan apa yang Aleysa katakan terlebih penampilan Xavier masih rapi tidak ada bekas sesuatu pun, seandainya Xavier ingin memperkosa Aleysa pasti Aleysa memberontak tetapi kenapa hanya Aleysa saja yang berantakan.
Dia adalah seorang ibu tentunya tidak akan terima putrinya di perlakukan seperti itu oleh Xavier.
'Mamah hiks...Ley sudah kotor hiks.. siapa yang mau dengan Ley" isak Aleysa berhambur ke pelukan nyonya Erika
Nyonya Erika menatap Xavier tajam, entah kenapa dia merasa sangat kecewa padahal dia begitu menyukai Xavier yang akan menikah dengan Lio ternyata sifat Xavier begitu menjijikkan menurutnya.
'Kamu harus menikahi Ley putriku" ucap nyonya Erika menahan rasa amarahnya
Para pelayan menatap Xavier seolah merendahkan membuat Xavier kesal dan marah, tidak ada seorangpun yang boleh menatapnya seperti itu.
'Mah, Ley mau dia menikahi Ley hiks.. bagaimana jika Ley hamil" isak Aleysa dengan sandiwaranya
Xavier menghela nafas panjang dan setelah itu menunjuk ke arah atas tepatnya CCTV yang berada di atas mereka.
Semuanya menoleh terlebih Aleysa yang juga ikut menoleh, tiba-tiba wajahnya pucat.
'Lihat saja cctv itu" ucap Xavier langsung pergi mengabaikan semuanya
__ADS_1
Seperginya Xavier, tuan Alfa langsung menuju bagian penajaga cctv rumah yang ada di belakang rumah di ikuti oleh nyonya Erika dengan membawa Aleysa yang memucat karena takut.
Tuan Alfa menyuruh penjaga memutar rekaman cctv itu, saat rekaman cctv itu di putar amarah tuan Alfa memuncak.
Matanya menatap tajan Aleysa yang kini menunduk takut.
PLAK
Satu tamparan kuat mengenai wajah mulus Aleysa, Aleysa memegangi pipinya yang terasa kebas karena tamparan tuan Alfa.
'Papah menampar Ley?" tanya Aleysa dengan tatapan terluka
'Kamu pantas mendapatkan itu, di sekolahkan tinggi-tinggi bukannya semakin bermoral malah semakin melunjak! apa kamu mau membuat nyawa semua orang terancam karena tingkah kotormu itu!" ucap tuan Alfa tajam
'Pah tenanglah" ucap nyonya Erika menenangkan suaminya
'Bagaimana aku bisa tenang mah, bagaimana aku bisa tenang memiliki putri ku berotak dangkal seperti dirinya! dimana otakmu kamu letakkan Aleysa! untung saja aku tidak percaya tadinya!" ucap tuan Alfa sembari menatap tajam nyonya Erika yang tadinya terbawa suasana
Nyonya Erika menunduk karena merasa dia tengah di sindir suaminya itu, nyonya Erika menatap tajam putri sulungnya itu.
'Kenapa kamu melakukan hal itu nak?" tanya nyonya Erika meneteskan air matanya
Penjaga yang melihat situasi yang tidak baik langsung pergi meninggalkan ketiganya.
'Katakan! kenapa kamu melakukan hal itu! Apa kamu sudah bosan hidup!" tuan Alfa berucap tajam
'Pah jangan seperti ini, tenanglah sedikit pasti Aleysa punya alasan tersendiri" ucap nyonya Erika menenangkan tuan Alfa
Aleysa menatap nyonya Erika dengan senang karena merasa nyonya Erika membelanya.
Aleysa tersenyum dalam hatinya memikirkan kebohongan tang selanjutnya akan dia katakan.
🌻🌻🌻
Ckckck.... Aleysa gak ada otak ya guys, Author pengen jambak deh.
riri-can
__ADS_1