KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Ciuman Lembut


__ADS_3

Lio duduk termenung di kursi taman, dia sudah lebih dari sebulan di negara P ini tetapi dia tidak pernah melakukan apapun selain istirahat, makan dan tidur. Selalu begitu saja dan itu sangat membosankan untuknya.


'Halo kakak ipar" sapa Emillya


Lio menatap perempuan cantik di depannya yang tidak lain adalah Emillya.


Sebenarnya Lio tidak suka dipanggil dengan sebutan kakak ipar karena menurut nya dia dan Xavier tidak ada hubungan meskipun sebenarnya dia sangat nyaman bersama Xavier terlebih usianya dan Emillya berpaut 3 tahun membuatnya kurang nyaman.


'Apa kamu tidak suka aku disini?" Emillya menampilkan raut wajah sedih membuat Lio terkejut


'Tidak kok, aku hanya sedikit pusing saja tadi karena bosan disini" jujur Lio


'Kamu bosan?" mata Emillya membulat terlihat senang


'Bagaimana kalau kita jalan jalan keluar, mumpung masih musim semi" tawar Emillya


Mata Lio berbinar tetapi seketika dia mendesah pelan.


'Kenapa?" Emillya memandang wajah sedih Lio


'Pasti tuan Maxwel tidak memperbolehkan kita keluar" pasrah Lio


'Bener juga" Emillya sudah tau tabiat kakaknya


Emillya berpikir panjang untuk mendapatkan ide hingga dia mendapatkan ide yang sangat bagus.


'Bagaimana kalau kita ke kantor kakak saja, pasti dia senang" Emillya mengeluarkan ide nya tadi


'Memangnya tidak apa kita kesana?  Mungkin tuan Maxwel lagi sibuk kerja" Lio takut Xavier terganggu dengan kedatangan mereka


'Tenang saja pasti kakak malah senang, ayo bersiap 15 menit lagi kita jumpa di ruang santai" Emillya duluan pergi dan di ikuti oleh Lio


Lio membuka kamarnya sendiri dan membuka lemari besar nan tinggi di depannya, dalam lemari itu terlihat banyak sekali perlengkapan untuknya.


Matanya meneliti setiap baju untuk dia pakai nanti saat kekantor Xavier.


'Semuanya hanya bluss dan rok, aku tidak nyaman pakai rok rok ini karena terlalu pendek" desah Lio cemberut


Pilihannya jatuh pada bluss berwarna biru polos dengan brokat baby blue di sekitar atasan dan bawah, itu terlihat sangat indah menurutnya.


Setelah mengganti baju Lio turun kelantai bawah dan melihat Emillya yang kini sudah rapi dengan baju tanpa lengan berwarna pink dan celana jins berwarna hitam, dia terlihat sexy memakai nya karena body tubuhnya sangat bagus berbeda dengannya.


'Kamu cantik sekali, pasti kakak nanti makin cinta" kekeh Emillya menggoda Lio


'Kamu bisa saja, kamu juga cantik kok bahkan sangat cantik dan umm sexy" Lio menatap Emillya dengan senyuman manis


'Ah kamu bisa saja, ayo pergi biar aku aja yang nyetir" ajak Emillya menuju mobilnya


Mobil sport berwarna merah cerah itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang tidak terlalu padat sehingga mereka masih bisa santai untuk sampai ke gedung pencakar langit itu.

__ADS_1


Mobil mereka berhenti di depan gedung megah itu, Emillya melemparkan kuncinya pada penjaga yang merupakan pengawal pribadinya, pengawal itu adalah suruhan kakaknya yang ditugaskan untuk menjaganya jadi saat kemanapun dia pergi maka penjaga itu akan ikut meski mereka tidak semobil.


Mereka berdua lewat begitu saja melewati resepsionis yang menjaga tanpa peduli pandangan dari ketiga resepsionis itu.


Mereka memakai Lift khusus untuk menuju ruangan Xavier.


Ting


Pintu Lift terbuka, dan saat keluar mereka berdua mendengar suara ribut bahkan terdengar suara pukulan disambung suara pecahan membuat Lio bergidik ngeri sedangkan Emillya biasa saja karena sudah sering mendengar hal itu.


'Selamat siang nona Emillya dan nona Lio" sekretaris Ben menyapa kedua wanita yang sangat tuan mudanya sayangi


'Tuan Ben, itu ada apa? Kenapa ribut sekali?" Lio menatap sekretaris Ben bingung


'Sebaiknya nona Lio dan nona Emillya pergi karena tuan muda tidak bisa diganggu" sekretaris Ben sebenarnya sudah pasrah dengan kelakuan tuan mudanya di dalam sana


'Tapi...


'Biarkan Lio masuk kak Ben, mungkin dia bisa menenangkan serigala lapar itu" potong Emillya menggunakan bahasa negara P


Sekretaris Ben nampak menimbang kemudian dia mengangguk dan menyuruh agar Lio masuk kedalam situ, dia tau tuan mudanya akan luluh melihat Lio datang.


'Masuklah nona, tuan sudah menunggu mu di dalam" sekretaris Ben berbohong agar kemarahan tuan mudanya segera reda


'Tapi tadi tuan Ben bilang it..


'Masuklah" Emillya memotong ucapan Lio dan mendorong nya m


'Maafkan saya nona, saya janji setelah ini saya akan meminta maaf" batin sekretaris Ben menyesal


'Rencana ku sungguh mengagumkan hehe" batin Emillya dengan senyum licik


Sedangkan Lio kini mematung melihat pemandangan di depan sana.


Terlihat Xavier memukul dua orang pria menggunakan tongkat golf, terlihat kondisi kedua pria itu sangat menyedihkan membuat Lio takut.


Tubuhnya menegang melihat Xavier yang akan mengayunkan tongkat golf itu pada kedua pria itu.


Matanya membulat melihat darah yang kini mengalir di lantai karena Xavier memukul kepala pria itu secara bergantian, Lio merasa Xavier sangat berbeda sekarang. Terlihat jelas urat urat di wajah Xavier yang menandakan dia tengah marah bahkan sorot mata itu sangat tajam tidak seperti biasanya yang memandang nya lembut bahkan mata dengan sorot tajam itu sekarang menatapnya tetapi tiba tiba membulat saat melihatnya.


'Darling" suara lembut Xavier menggema di ruangan itu


Dengan cepat Xavier membuang sembarangan tongkat golf yang berhias darah segara itu dan berjalan ke arah Lio.


Lio mundur beberapa langkah karena takut melihat sosok Xavier yang sekarang, entah kenapa dia mendadak ingin pergi saja dari ruangan itu.


Greb


Tubuh mungil Lio mendarat pada dada bidang Xavier, Xavier memeluk erat tubuh gadisnya.

__ADS_1


Dia sangat terkejut melihat kedatangan gadisnya di tengah kekacauan yang tengah dia perbuat, Xavier mengecup kening Lio dengan lembut untuk menyadarkan kebungkaman Lio.


'Darling" Xavier mengguncang bahu Lio hingga tidak beberapa lama tangis Lio pecah bahkan tangisannya sangat kencang


Xavier kembali memeluk tubuh Lio dan membawanya keluar dari ruangan itu.


Di depan pintu ruangannya terlihat sekretaris Ben dan Emillya yang tengah  berdiri memandang kedatangan mereka.


Sekretaris Ben meneguk ludahnya susah payah melihat tatapan tajam tuan mudanya begitu juga Emillya yang sekarang menyesal karena mendorong Lio masuk ke dalam sana.


'Tunggulah hukuman kalian!" ucap Xavier dingin menusuk indra pendengaran sekretaris Ben dan Emillya yang kini mematung


Xavier pergi membawa Lio yang jiwanya sedikit terguncang melihat perlakuan nya tadi, sedangkan sekeretaris Ben dan Emillya saling menatap dengan wajah pucat mereka.


'Bagaimana ini kak Ben, Emil gak mau di hukum lagi" Emillya merengek pada sekretaris Ben


'Saya juga tidak tau nona, bagaimana ini" panik sekretaris Ben


'Ujung ujungnya aku yang jadi korban" batin sekretaris Ben sambil mendesah pasrah


Xavier mendudukkan Lio kedalam kursi mobil dan ikut masuk setelah itu mengemudikannya entah kemana.


Mobil mewah itu berhenti di tepi jalan yang terlihat sepi membuat Lio sadar dan menatap Xavier takut.


'Jangan menatapku dengan tatapan itu darling, aku tidak suka melihatnya" ucap Xavier sendu


'Aku memiliki alasan darling" ucapnya lagi


Lio menatap kedua bola mata Xavier untuk mencari kebohongan tetapi dia tidak menemukan nya malahan dia melihat sorot mata yang terluka membuatnya mengangguk.


Xavier membawa tubub Lio kepelukannya dan memeluknya erat.


'Aku tidak bisa bernafas" ucap Lio tersendat


'Maafkan aku darling" sesal Xavier


Xavier menatap Lio dan perlahan mendekatkan wajahnya hingga wajah mereka sangat dekat.


CUP


Xavier mengecup bibir Lio dan kembali melepaskannya, dia melihat respon Lio yang hanya mengerjabkan matanya membuatnya tersenyum senang dia kembali mencium bibir manis Lio yang sudah menjadi candunya.


Ciuman itu sangat lembut dan pelan membuat Lio terbuai, bahkan tanpa sadar Lio membuka mulutnya agar Xavier lebih leluasa tentu saja Xavier tersenyum puas di sela sela ciumannya itu.


🌻🌻🌻


Hellooo gengs... Jumpa lagi dong dengan author gaje ini.


Jangan lupa buat Vote, Like, share and komen ya gengs biar author tau respon kalian terhadap karya ini.

__ADS_1


Oke thak's guys.


riri-can


__ADS_2