KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Malam Pertama yang Tertunda 2


__ADS_3

Xavier mencium bibir Lio dengan lembut dan melu*mat nya saat Lio membuka bibirnya.


'Balas ciumanku darling" ucap Xavier di sela-sela ciuman mereka


Lio pun menuruti ucapan Xavier dan membalasnya sehingga Xavier tersenyum puas.


Xavier melepaskan pangutannya saat merasa pasokan oksigen miliknya semakin menurun.


'Kamu semakin mahir dalam berciuman darling" goda Xavier dan kembali melu*mat bibir Lio


Ciuman panas itu semakin menjadi saat Xavier mengelus buah dada Lio dari balik baju.


'S..sayang" lirih Lio karena merasa geli


'A..apa tidak nanti malam saja sayang kita lakukan?" Lio menatap Xavier yang kini menatapnya penuh nafsu


'Aku sudah tidak tahan darling, kumohon" Xavier memohon dengan wajah sedihnya


'Baiklah lakukanlah sayang" ucap Xavier


Xavier masih memberikan kecupan-kecupan mesra pada Lio dan meninggalkan jejak kepemilikannya pada leher Lio.


Xavier menghentikan sejenak kegiatannya dan menatap wajah Lio yang tertutup.


'Darling bukalah matamu, aku tidak mungkin menyakiti mu, aku akan melakukannya dengan lembut" ucap Xavier membelai lembut wajah Lio


Lio pun mengangguk membuat Xavier kembali menjamah tubuh istrinya dengan lembut.


Lio menatap wajah Xavier yang terlihat begitu berseri saat menyusu pada salah satu payu*daranya.


'Ummm..." lenguh Lio saat Xavier men*jilati  put*ingnya


Karena tidak tahan Lio menekan kepala Xavier lebih kuat dan menjambak rambut Xavier.


Xavier tersenyum saat mengisap pu*ting Lio, meski dia merasa sedikit sakit saat Lio menjambak rambutnya tetapi dia tau kalau Lio tidak sadar melakukan itu.


Xavier melepaskan isapannya dan melihat put*ing milik Lio yang memerah karena ulahnya.


Lio merasa malu saat Xavier menatap miliknya cukup lama dan berniat menutupinya dengan kedua tangannya tetapi Xavier menahannya.


'Jangan di tutup darling, biarkan aku melihatnya" ucap Xavier lembut


'Tapi aku malu" cicit Lio


'Untuk apa malu pada suami sendiri" kekeh Xavier


Xavier merebahkan tubuh Lio di atas ranjang yang kini sudah telanjang tanpa ada kain sedikitpun yang menutup.


Tatapan matanya menatap kagum kemolekan tubuh istrinya yang tersipu malu.


'Jangan menatapku seperti itu, aku malu" cicit Lio pelan


Xavier terkekeh mendengar ucapan istrinya dan kemudian naik ke atas ranjang sambil menindih tubuh Lio.


'Kamu sangat cantik darling, aku begitu memujamu" kagum Xavier mengecup kening Lio

__ADS_1


Xavier langsung meraup kembali bibir Lio kali ini cumannya cukup ganas membuat Lio kewalahan mengikutinya.


'Ahhhh..." desahan manja keluar dari bibir mungil Lio saat Xavier mengelus-elus intinya


Xavier tersenyum puas saat mendengar desahan Lio yang semakin membangkitkan gairahnya.


Xavier melepaskan kamejanya sehingga yang tertinggal adalah celana kerjanya.


Dengan cepat Xavier meraup puncak payu*dara Lio dan mengh*isapnya kuat membuat Lio menggelinjang hebat.


Tangan kekar Xavier masih asyik bermain di bawah sana tentunya dia melakukannya dengan lembut agar istrinya menikmati kegiatan panas mereka.


'Ahhhh a..aku mau pipis" rengek Lio di sela-sela desahannya


'Keluarkanlah darling" ucap Xavier tersenyum bangga karena berhasil membuat istrinya mendapatkan pelepasan pertamanya


'T..tapi aku malu emmmm...ahhhh" Lio semakin tidak sabar


'Keluarkanlah darling" ucap Xavier semakin semangat melakukan kegiatannya itu


'AAAHHHHHHHH....aku pipis" ucap Lio polos dengan nafas yang terengah-engah dan berbaring lemas di atas ranjang


Xavier bangkit dari atas tubuh Lio dan berdiri sembari menatap wajah Lio yang masih lelah.


Xavier menekuk kan kedua kaki Lio dan melebarkannya sehingga va*gina milik Lio terlihat jelas di depan sana.


Lio kembali merapatkan kedua kakinya karena merasa malu saat Xavier menatap intens miliknya itu.


'Jangan di tutupi darling, aku ingin melihatnya" Xavier menahan kedua kaki Lio


Dengan cepat Xavier menciumi paha milik Lio dan sesekali menj*ilatinya membuat Lio bergerak tidak nyaman diatas ranjang.


'Sayang" rancau Lio saat merasa Xavier menjilati vagi*nanya


'Ahhhh...i..itu ahhhhh hentikan" Lio mencoba menjauhkan kepala Xavier tetapi Xavier menahan pinggul Lio dengan kuat dan masih sibuk menjilati inti milik Lio


SLLRUPPP....SLRUPPPP....


Terdengar suara isapan Xavier yang menggema di dalam kamar itu.


'AAHHHH...SAYANG AHHHH I..ITU AHHHH HENTIKAN" desah Lio tidak tahan saat lidah Xavier menusuk-nusuk ke dalam lubang ***********


Cukup lama Xavier bermain pada vag*ina milik Lio dan menghentikannya saat Lio kembali melakukan pelepasan keduanya.


Xavier berdiri dan membuka celananya hingga tanggal semua memperlihatkan junior besarnya yang berotot.


Lio membulatkan bola matanya melihat milik Xavier yang berurat, Lio merasa takut melihatnya.


'Tahanlah sebentar darling, ini akan terasa sakit sebentar" Xavier memposisikan junior besarnya pada vag*ina milik Lio yang terlihat mekar akibat ulahnya


'A..aku takut hiks..itu begitu besar apa muat pada milikku" isak Lio ketakutan


'Tentu saja cukup daring, bersabarlah sebentar ini hanya sakit di awal saja" Xavier mendorong pelan pen*isnya itu


'ARRRGGHHHH...sakit" isak Lio saat milik Xavier baru masuk setengah

__ADS_1


Lio meneteskan air matanya karena tidak tahan, jujur saja di bawah saba terasa perih.


'Maaf darling dan bersabarlah" Xavier menenangkan Lio yang kesakitan


'Tapi sakit" isak Lio


Xavier kembali mendorongnya tetapi kali ini dia mendorong cukup kuat dan memaksa miliknya itu masuk ke dalam pusat inti Lio.


'ARRRGGHHHH SAKITTT...HIKS...SAKITT" teriak Lio saat milik Xavier terbenam sempurna


Xavier menatap wajah Lio yang kesakitan dan matanya tertutup menahan rasa sakit itu.


'Maafkan aku darling" sesal Xavier karena tidak mah berhenti di tengah jalan terlebih dia sudah mengharapkan ini sejak lama


Cukup lama Xavier mendiamkan miliknya agar milik Lio terbiasa hingga dengan pelan Xavier menggerakkan, tentu Lio meringis kesakitan dan menangis terisak di atas ranjang.


Dan semakin lama ringisan kesakitan itu berubah menjadi desahan membuat Xavier tersenyum puas karena usahanya berhasil.


Lio terus mendesah dengan gen*jotan Xavier yang terasa sangat nikmat.


'Ahhh...ahhhh sayang ahhh..." desah Lio tidak tahan


'Yes darling, sebut namaku darling" pinta Xavier


'Max lebih cepat ahhh..ayo lakukan lebih cepat" ucap Lio ikut bermain dengan menekan pinggul Xavier agar pe*nis besar Xavier tertancap lebih dalam lagi


Lio mengangkat tubuhnya dan memeluk tubuh Xavier.


Xavier tersenyum bangga melihat respon istri kecilnya itu yang semakin membuatnya bergairah.


Xavier memangut bibir bawah Lio yang membengkak dan melu*matnya.


Sedangkan di bawah sana Xavier masih memaju mundurkan pinggulnya menikmati percintaan mereka.


'Aku mau pipis sayang ahhhh..." Lio semakin memeluk erat pinggul Xavier dengan kedua kakinya


'Bersamaan darling tunggu sebentar" Xavier melajukan ritme goyangannya sehingga membuat Lio tidak terkondisikan dengan suara desahan yang menggema di dalam kamar itu


'AHHHHHHH!" desah Lio melakukan pelepasannya


'ARRRGGHHHH!" Xavier juga melakukan pelepasannya dan berbaring di atas tubuh Lio


Nafas keduanya memburu dengan milik mereka yang masih menyatu sempurna.


'Terimakasih darling" ucap Xavier mencium kening Lio dengan sayangnya


'Sama-sama sayang" ucap Lio dengan nafas yang terengah-engah


Keduanya memilih istirahat setelah kegiatan panas mereka.


🌻🌻🌻


Apakah kalian cukup puas dengan malam pertama mereka? kalau tidak puas bayangkan saja sendiri ya guys karena author hanya bisa segitu terlebih pihak nv punya privasi tersendiri dan semoga kalian suka tentunya.


riri-can

__ADS_1


__ADS_2