KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Rasa Rindu yang Membuncah


__ADS_3

Seperginya Xavier, tuan Alfa langsung bergegas berjalan menuju Lio.


Perlahan air matanya mengalir menatap wajah yang selama dua bulan ini dia cari, dan ternyata putri kecilnya pulang sendiri bersama dengan pengusaha besar itu.


'Maafkan papah sayang, terimakasih sudah pulang" ucap tuan Alfa meneteskan air matanya


Tuan Alfa mengelus lembut kepala Lio yang masih tertidur pulas.


'Papah berpikir kita tidak akan bertemu lagi karena kamu membenciku, aku sangat senang melihatmu kembali ke sini sayang" ucapnya lagi


Tidak lama kemudian terlihat Lio perlahan membuka matanya membuat tuan Alfa yang melihatnya jadi was-was, dia takut putrinya tidak memaafkan dirinya.


Lio menatap sosok pria yang sangat dia rindukan, semuanya dia rindukan dari pria di depannya, air matanya mengalir karena merasa masih bermimpi.


'Pah, sekali saja tolong sayangi aku" pinta Lio meneteskan air matanya


Tuan Alfa merasa tak kuasa mendengar ucapan putrinya, dia sangat berdosa terhadap Lio.


'Iya sayang, papah janji bukan sekali saja tetapi selamanya akan terus menyayangi kamu" jawab tuan Alfa memeluk Lio dengan erat


'Papah mohon jangan menyiksaku seperti ini, papah janji akan merubah semuanya, bagiku kamu lebih berharga dari apapun itu, jadi papah mohon kasih kesempatan buat papah untuk memperbaiki semuanya" pinta tuan Alfa mencium kening Lio


'Apa kamu mau memaafkan papah?" tanya tuan Alfa dan di angguki Lio


'Terimakasih nak, papah tidak tahu lagi mau berkata apa, hatimu sungguh baik, entah kebaikan apa dulunya yang kuperbuat hingga memiliki putri yang tulus hatinya" tuan Alfa menghapus air matanya


'Apa kamu lapar? Ayo sayang kita makan, mau makan apa biar papah yang siapkan?" tanya tuan Alfa antusias


'Aku hanya ingin melihat papah dan Leon" pinta Lio menatap tuan Alfa karena masih tidak percaya


Lio masih mengingat dengan jelas bahwa dirinya tertidur dalam dekapan Xavier tetapi pas bangun tidur dia sudah ada di kamarnya yang dulu dan melihat papahnya berada di depannya.


'Bagaimana dengan kondisi kamu sayang, apa kamu disana baik-baik saja?" tanya tuan Alfa menatap Lio dengan tatapan lembut


'Lio baik pah, Leo dimana?" Lio ingin sekali melihat saudara kembarnya


Tuan Alfa hanya terdiam mendengar pertanyaan dari Lio.


'Leon ada di kamarnya, sejak tahu bahwa kamu pergi dia selalu mengurung diri di kamar dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi kamu" ujar tuan Alfa sedih


'Aku ingin bertemu dengan Leon" pinta Lio


'Baiklah nak, ayo ikut papah" ajak tuan Alfa menuntun Lio menuju kamar Leon


Di depan pintu kamar Leon, tuan Alfa berhenti dan menatap Lio dengan ragu.


'Kok kita berhenti pah?" tanya Lio bingung

__ADS_1


'Masuklah nak, Leon hanya ingin melihatmu saja" ucap tuan Alfa sendu


Lio mengangguk karena sudah tidak sabar melihat kembarannya itu, terakhir kali dia melihatnya yaitu sebelum terjadinya kecelakaan naas itu, saat di rumah sakit pun dia tidak melihatnya.


CEKLEK


Pintu kamar Leon terbuka dan memperlihatkan suasana yang gelap karena lampu kamar di matikan serta gorden jendela tidak di buka padahal masih siang.


Lio terbatuk karena merasa pengap dengan asap rokok di ruangan itu membuat Lio takut terjadi sesuatu pada Leon.


Dengan cepat Lio mencari saklar lampu dan menghidupkannya, terlihat di depannya sangat berantakan, puntung rokok ada di mana-mana dan tampak Leon yang duduk di lantai bersandar pada ranjang dengan menutup kedua matanya.


Leon terlihat lebih kurus dari sebelumnya, Lio juga mengingat saat pertama kali melihat tuan Alfa badannya juga terlihat kurus dari terakhir kali mereka bertemu.


Dengan ragu Lio berjalan menuju Leon dan berjongkok di depannya.


'Yon" panggil Lio dengan suara pelan


Karena tidak mendapatkan respon dari Leon membuat Lio mengguncang tubuh Leon sedikit keras.


'Leon" panggil Lio kembali dan kali ini usahanya berhasil karena Leon membuka matanya


Leon menatapnya dengan tatapan tajam tetapi beberapa menit kemudian tatapan tajam itu berubah menjadi tatapan sendu seperti menahan rasa kesedihan yang mendalam.


'Bahkan aku selalu berhalusinasi melihatmu, kapan kamu pulang" ucap Leon sedih


'Yon, apa kamu menganggap aku hanya sebuah ilusi saja?" tanya Lio sedih


'Pergilah bayangan sia*lan! Mengapa kamu menyiksa ku seperti ini, kumohon jangan menyiksaku seperti ini" pinta Leon menangis membuat Lio ikut menangis


Dengan cepat Lio memeluk Leon dan menepuk punggungnya beberapa kali sehingga membuat Leon tersadar sesuatu.


Leon melepaskan pelukan Lio dan menatap lekat Lio.


'Lio" panggil Leon dengan ragu sedangkan Lio hanya mengangguk dengan deraian air mata


'Liora" panggil Leon kembali karena tidak percaya


'Iya Leon" balas Lio membuat Leon langsung sadar


Leon langsung bangkit tetapi saat akan bangkit dia merasa persendian nya terasa sakit, entah sudah berapa lama dia duduk saja tanpa ada pergerakan sehingga membuat darahnya susah mengalir.


Lio membantu Leon untuk bangkit dan mereka bertatapan cukup lama hingga Leon membawa Lio ke dalam pelukannya.


'Terimakasih hiks..hiks.. terimakasih sudah kembali" isak Leon membuat tuan Alfa yang masih berdiri di depan pintu ikut menangis melihat interaksi kedua anak kembarnya


'Yon lepas dulu aku susah bernafas" Lio merasa sesak karena Leon memeluknya secara erat

__ADS_1


Leon tersadar dan langsung melepaskan pelukannya sembari menatap Lio dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


'Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Lio bingung


'A..aku masih tidak percaya kamu berdiri di depanku sekarang" ucap Leon berbinar


'Kamu pikir aku hanya sebuah ilusi!" kesal Lio membuat Leon mengerutkan keningnya


'Kamu berubah, bahkan caramu berbicara sangatlah beda sekali, apa kamu orang yang menyamar sebagai Lio?!" Leon menatap Lio dengan tatapan tajam


Sedangkan Lio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah saudara kembar.


'Iya aku hanya orang yang menyamar" balas Lio acuh


Leon mendorong Lio supaya menjauh darinya, matanya menatap tajam Lio dan tuan Alfa yang berdiri di depan sana.


'KELUAR!" teriak Leon murka


Lio dan tuan Alfa terkejut mendengar teriakan Leon.


Tuan Alfa masuk ke dalam kamar Leon dan memeluk Leon yang kini memukul-mukul kepalanya sendiri.


'Sadarlah nak" pinta tuan Alfa


'Kenapa papah membawa orang palsu kemari, apa papah ingin membuatku semakin menderita?" Leon menatap tuan Alfa dengan tatapan putus asa


'Apa menurutmu dia itu palsu nak?" tanya tuan Alfa dengan lembut


Leon perlahan mengalihkan tatapannya kepada Lio dan menatapnya dengan tatapan meneliti hingga dia sadar bahwa orang ya g berada di depannya memang saudara kembarnya.


'Apa kamu sudah melihatnya nak?" tanya tuan Alfa dan di angguki Leon


'Kemarilah nak" ajak tuan Alfa


Lio berjalan mendekat dan tuan Alfa langsung memeluk Lio dan Leon secara bersamaan.


Tuan Alfa merasa sangat bahagia dan rasa bahagianya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata saja.


🌻🌻🌻


Nah, mereka sudah bertemu guys, author merasa sedikit buntu dengan beberapa perubahan seperti yang kalian minta, jadi tolong hargai author yang sudah berusaha ini untuk menyenangkan kalian.


Dan untuk yang selalu meminta up, author mohon dengan sangat jangan terlalu berharap lebih karena author juga manusia, author hanya bisa menulis 6-8 chapter perhari jadi maaf tidak bisa up setiap hari karena mencari sebuah ide itu cukup sudah.


Semoga kalian suka.. dan chapter selanjutnya akan up hari ini jadi tunggu yaa..


riri-can

__ADS_1


__ADS_2