KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Pesta (Insiden)


__ADS_3

Setelah Emillya dan sekretaris Ben resmi menjadi suami istri kini semua orang beristirahat karena nanti malam akan mengadakan resepsi pernikahan.


Terlihat Emillya yang tengah menunduk malu saat berduaan dengan sekretaris Ben di dalam kamar yang di booking untuk mereka.


'Mengapa sedari tadi kamu menunduk terus manis, apakah lantainya lebih menarik ketimbang suamimu ini?" sekretaris Ben meraih dagu Emillya sehingga mata mereka berdua saling terkunci


Emillya mengalihkan pandangannya tidak tahan dengan tatapan sekretaris Ben yang seolah menyeretnya untuk masuk ke dalamnya.


'Apa kamu sudah tidak sabar sayang untuk nanti malam" goda sekretaris Ben berbisik pada telinga Emillya


Wajah Emillya memanas mendengar bisikan suaminya itu, dia merasa tidak kuat jika berduaan dengan sekretaris Ben.


'Bagaimana jika kita mencicil dulu" sekretaris Ben mengecup pipi Emillya


'Terimakasih sudah mau menerima pria pendosa ini sayang, aku berjanji akan selalu menjaga kamu, menyayangmu dengan seluruh hidupku ini" sekretaris Ben membawa Emillya ke dalam pelukannya


'Aku mencintaimu sayang" ucap sekretaris Ben kemudian mengecup kening Emillya cukup lama


'Aku juga mencintaimu" balas Emillya bersemu merah karena malu


'Tunggulah sayang hingga pestanya selesai, ku harap kamu kuat dengan keganasan ku nantinya" sekretaris Ben terkekeh melihat wajah memerah istrinya


Sekretaris Ben juga adalah seorang anak yatim dan lebih parahnya dia tidak mengenal kedua orangtuanya karena dia sejak kecil tinggal di panti hingga takdir mempertemukan dirinya dengan Xavier.


Takdir yang begitu luar biasa mengubah hidup kelamnya semakin berwarna, di tambah sejak kecil selalu di recoki oleh Emillya.


Sejujurnya sekretaris Ben sudah lama menyukai Emillya tetapi dia merasa tidak cocok mengingat umur Emillya juga lumayan jauh darinya tetapi melihat hubungan tuan mudanya dengan nyonya mudanya membuatnya memilih maju dan ternyata Xavier merestui hubungan mereka.


'Sebaiknya kita istirahat dulu karena nanti malam kita akan lelah menyambut tamu sayang" sekretaris Ben membawa Emillya ke atas ranjang dan mereka tidur


Sedangkan di kamar lain terlihat Xavier masih menangis dan Lio mencoba menenangkannya.


'Jangan menangis lagi sayang, aku yakin kak Ben akan menjaga kak Emillya" Lio menghapus air mata Xavier


'Tapi hatiku masih sakit darling" ungkap Xavier


'Sayang, kamu percaya kan pada kak Ben? maka cobalah ikhlas" Lio menatap mata Xavier dan Xavier mengangguk


'Aakhh..sshhh" ringis Lio saat merasakan pergerakan pada perutnya yang lumayan kuat


'Kenapa darling? apa baby nya nakal lagi?" Xavier menatap wajah Lio yang masih meringis


'Iya sayang, sepertinya baby kita tidak suka daddy-nya menangis" goda Lio


'Baiklah son, daddy tidak menangis lagi, oh iya daddy akan membuat perhitungan denganmu nanti karena membuat mommy kesakitan" ancam Xavier dan perlahan melupakan sesak di dadanya


'Kamu senang sekali mengancamnya sayang" Lio menatap Xavier kesal


'Aku hanya bercanda darling" kekeh Xavier membawa Lio ke dalam dekapannya

__ADS_1


***


Malam harinya terlihat Emillya memakai gaun berwarna silver dan menyambut hangat tamu yang berdatangan.


Lio duduk di kursi karena merasa lelah jika berdiri terlalu lama.


'Apa masih pengen darling?" tanya Xavier melihat kue milik Lio sudah habis


'Tidak, aku sudah kenyang sayang" Lio menatap Emillya yang terlihat bahagia


Xavier menyadari tatapan istrinya dan tersenyum manis.


'Apa kamu juga mau perta pernikahan kita seperti ini?" tanya Xavier


'Siapa pun wanitanya pasti mau sayang, hanya saja aku tidak suka menghambur-hamburkan uang, lebih baik di bagikan pada orang yang tidak mampu" jelas Lio membuat Xavier puas dengan jawaban istrinya


Di tengah-tengah kebahagiaan itu terlihat seorang pria tengah tersenyum licik melihat dua pengantin pria dan wanita tengah tersenyum bahagia.


'Targetnya adalah pengantin wanita" ucapnya sambil menyentuh alat di telinganya


Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan yang membuat semua orang berteriak histeris.


Di pelaminan terlihat sekretaris Ben yang membeku melihat istrinya kini berlumuran darah.


Xavier juga mematung melihat adik kesayangannya jatuh ke lantai dengan darah yang kini mengalir dari bahunya dan perutnya.


'EMILLYAAAA!" teriaknya histeris dan berlari dengan cepat


'Kakak" Emillya menatap Xavier dengan nafas tersengal


'Tetaplah sadar Emillya, ingat ilmu yang kakak berikan untukmu, jangan tutup matamu, ini perintah!" ucap Xavier meneteskan air matanya melihat wajah kesakitan adiknya


'SADARLAH!" teriak Xavier memasuki gendang telinga sekretaris Ben


Sekretaris Ben meneteskan air matanya melihat istrinya tertembak.


'Sayang" ucapnya lirih meraih tubuh Emillya dari dekapan Xavier


'Bawa Emillya, di belakang ada helikopter yang membawa kalian kerumah sakit" perintah Xavier melihat sekretaris Ben sudah sadar dari keterkejutannya


Sekretaris Ben membawa Emillya menuju pintu belakang dengan penjagaan yang ketat hingga menuju helikopter yang sudah di siapkan.


'Bertahanlah sayang, jangan membuatku menangis" isak sekretaris Ben


Emillya tersenyum meski rasa sakit mendominasi tubuhnya, meski dia tahu cara menembak dan cara agar kesadaran tetap terjaga saat tertembak tetapi Emillya tidak pernah tahu jika tembakan itu begitu dahsyat karena baru kali ini dia merasakan.


'Bertahanlah sayang" sekretaris Ben tidak tahan melihat wajah kesakitan Emillya


'BAJIN*GAN!" umpatnya

__ADS_1


Jelas-jelas penjagaan begitu ketat tetapi mengapa masih bisa kecolongan, dia baru saja menyanggupi janji pada Xavier untuk menjaga Emillya tetapi janji itu tidak bisa dia tepati karena kini Emillya terluka.


'Maafkan aku sayang" sesalnya


Helikopter itu mendarat di atap rumah sakit dan langsung di sambut langsung oleh pemilik rumah sakit.


Emillya langsung di tangangi oleh dokter-dokter handal.


Sekretaris Ben menunggu di depan ruang operasi, matanya tertutup mengingat senyuman Emillya.


'Maafkan aku sayang" isaknya sambil menonjok dinding hingga membuat tangannya terluka


Sedangkan di dalam gedung pesta terlihat semua orang mulai tenang setelah pemberitahuan Xavier jika pelakunya sudah tertangkap.


Leon menjaga saudara kembarnya saat mendapat perintah dari Xavier untuk menjaganya.


Di dalam kamar yang berisi tuan Alfa, nyonya Erika, Leon dan Lio hanya bisa menunggu kabar selanjutnya.


'AAKHHHH...shhhh...sakittt" ringis Lio menahan rasa sakit pada perutnya


'Kamu kenapa?" tanya Leon panik melihat wajah Lio yang tiba-tiba pucat


'Pah, Mah lihatlah Lio kesakitan" ucap Leon khawatir


Nyonya Erika mendekat dan menatap Lio yang semakin mengerang kesakitan.


'Mah hufff... sakittt shhh..." Lio meneteskan air matanya tidak tahan


'Pah Lio mau melahirkan" ucap nyonya Erika panik


'APA?!" teriak tuan Alfa dan Leon secara bersamaan


'Sebaiknya kita cepat membawanya kerumah sakit" tuan Alfa menggendong Lio dengan cepat


Saat akan membuka pintu terlebih dahulu di buka duluan dari luar.


'Xavier, Lio mau melahirkan" ucap nyonya Erika khawatir


'Apa?!" Xavier terkejut mendengar perkataan mertuanya itu


Seingatnya sekarang belum waktunya istrinya melahirkan pasti karena terkejut dengan insiden tadi.


Xavier mengambil alih untuk menggendong Lio dan langsung berjalan menuju Lift.


Xavier juga menggunakan helikopter agar lebih aman dan lebih cepat menuju rumah sakit.


🌻🌻🌻


Semoga suka yaa...

__ADS_1


riri-can


__ADS_2