KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Ben dan Emillya


__ADS_3

Setelah tiga Minggu berada di rumah sakit dan luka tembakan Emillya sudah sembuh akhirnya keduanya pulang ke rumah yang sudah di siapkan oleh sekretaris Ben.


Sekretaris Ben menggendong Emillya memasuki kamar mereka.


'Istirahatlah sayang, aku ada urusan sebentar" sekretaris Ben mencium kening Emillya kemudian pergi menuju ruang kerja


Di ruang kerja terlihat Freddy memperlihatkan sebuah video tentang penyerangan saat pesta pernikahannya dengan Emillya.


'Perinta apa yang akan tuan berikan untuk saya tuan?" tanya Freddy serius


Sejujurnya sekretaris Ben sangat marah melihat video menyerangan itu tetapi itu menyiksa para musuh bukanlah perintahnya, yang memegang kendali adalah Xavier.


'Awasi saja klan Black Mamba, ku rasa Joshua tidak akan bisa berkutit jika kita langsung menyerangnya, kita biarkan dia bahagia dulu setelah itu langsung habisi" kekeh sekretaris Ben


'Baiklah tuan, dan untuk pernikahan tuan saya ucapkan semoga selalu bahagia tuan" Freddy memberikan selamat untuk sekretaris Ben


'Terimakasih, dan kuharap kamu segera menemukan tambatan hatimu" ucap sekretaris Ben dengan wajah datarnya


Freddy yang melihat wajah datar tuannya hanya tersenyum simpul, dia tau bagaimana sifatnya itu, Xavier dan sekretaris Ben adalah dua pria yang memiliki kesamaan yang banyak hanya saja kini sifat Xavier lebih banyak berubah setelah berumahtangga dengan Lio, besar kemungkinan tuannya sekretaris Ben juga akan berubah menjadi bucin setelah menikah dengan Emillya, memikirkan itu Freddy hanya bisa bergidik ngeri, dia tidak bisa membayangkan dirinya yang hobi membunuh tiba-tiba menjadi bucin, memikirkan itu saja sudah membuat Freddy mual.


'Saya permisi tuan" pamit Freddy meninggalkan sekretaris Ben yang kini fokus pada perusahaan yang baru saja dia buka


Perusahaan yang bergerak dalam bidang kecantikan itu dia berikan untuk sang istri, yaitu Emillya.


Sekretaris Ben sangat tau bagaimana tipikal Emillya yang sangat memperhatikan penampilan, perusahaan itu akan sekretaris Ben ubah dengan tema kecantikan yang menawan, bukankah itu merupakan salah satu tipe penampilan Emillya.


Baru saja dia meninggalkan istri cantiknya itu, sekretaris Ben sudah di liputi perasaan rindu, sepertinya dia tidak bisa berjauhan dengan istri cantiknya itu.


'Mengapa wajahnya terus menerus terlintas di kepala ku" guman sekretaris Ben


'Tunggulah rubah manis, malam ini kamu tidak akan ku lepaskan" kekeh sekretaris Ben


Dengan cepat sekretaris Ben mengerjakan pekerjaannya yang masih tertunda karena beberapa minggu ini dia sangatlah sibuk mengurus semuanya.


Setelah beberapa jam berlalu akhirnya sekretaris Ben menutup komputer miliknya dan beranjak pergi menuju kamar mereka.


CEKLEK


Sekretaris Ben menatap ranjang dimana istri cantiknya kini sudah tertidur pulas, matanya tertuju pada jarum jam yang kini sudah menunjukkan pukul 12 malam, sepertinya dia terlalu lama di ruang kerjanya.


'Maafkan aku sayang, aku bukan tuan Xavier yang terlalu sabar menunggu kesiapan kakak iparmu" ucap sekretaris Ben langsung naik ke atas ranjang


Sekretaris Ben membaringkan tubuhnya dan membawa Emillya ke dalam dekapannya.

__ADS_1


Sekretaris Ben perlahan mencium leher jenjang Emillya yang begitu putih bersih.


'Akhhh..." erang Emillya di sela-sela tidurnya karena sekretaris Ben menggigit dan mengh*isap lehernya sehingga meninggalkan bekas kemerahan


Sekretaris Ben juga memainkan kedua gundukan daging milik Emillya sehingga Emillya mau tidak mau membuka matanya.


'Sayang" panggil Emillya serak


'Aku menginginkan kamu sayang" ucap sekretaris melepaskan ciumannya pada leher Emillya dan menatap manik mata Emillya


'Apa aku boleh melakukannya sayang?" tanya sekretaris Ben dengan suara beratnya


'Tentu saja boleh sayang" balas Emillya mengalungkan kedua tangannya pada leher sekretaris Ben


Sekretaris Ben tersenyum puas mendengar jawaban istrinya dan langsung meraup bibir sexy Emillya.


Emillya juga membalas lum*atan menuntut sekretaris Ben, ciuman itu sangatlah panas sehingga membuat Emillya kesusahan untuk meraup oksigen.


Emillya adalah gadis yang sangat bersih, meski dia pernah berpacaran tetapi dia tidak pernah memberikan ciuman atau apapun untuk mantan pacarnya.


Orang yang memerawani bibirnya adalah suaminya sendiri yaitu sekretaris Ben, jadi wajar saja dia tidak bisa berciuman semahir sekretaris Ben.


Sekretaris Ben mulai melepaskan satu persatu kancing kemejanya hingga terlepas semua memperlihatkan otot-otot bisepnya yang begitu menggoda iman.


Tangannya terjulur dan berhenti pada perut sixpack sekretaris Ben, dengan pelan dan lembut Emillya mengelusnya.


'Jangan menyiksaku sayang" ucap sekretaris Ben dengan suara seraknya


Sapuan Emillya pada perut sixpack nya membuat junior besarnya itu terbangun.


Sekretaris Ben meraih tangan Emillya dan membawanya menuju pen*isnya yang kini sudah berdiri dengan sempurna.


'Sekarang dia menginginkan kehangatan sayang" ucap sekretaris Ben membuat Emillya malu


Emillya membuang semua egonya, suaminya berhak mendapatkan hak nya, seharusnya dia sebagai seorang istri memberikan jalan masuk untuk suaminya.


Emillya menurunkan tali baju tidurnya yang hanya sebesar jari kelingking kemudian mengeluarkan salah satu buah dadanya sembari menggigit bibirnya dengan wajah genitnya.


Sekretaris Ben terkejut melihat keberanian istrinya itu, wajahnya tersenyum senang karena inisiatif istrinya.


'Apa kamu ingin aku mengh*isapnya sayang?" tanya sekretaris Ben sembari menggoda


'Tentu saja sayang, aku ingin kamu menghisapnya, aku menjaganya dengan baik agar kamu puas" balas Emillya dengan suara seperti desahan

__ADS_1


Sekretaris Ben menutup matanya menahan gejolak nafsu yang membara mendengar suara sexy Emillya.


'Kamu yang meminta sayang, jangan salahkan aku" ucap sekretaris Ben meraup ujung buah dada Emillya ran mengh*isapnya dengan kuat


Emillya mengerang saat sekretaris Ben menggigit gemas put*ing miliknya yang kini sudah memerah akibat ulah suaminya.


Emillya yang tadinya duduk di ranjang kini beralih duduk di pangkuan sekretaris Ben.


Sekretaris Ben melepaskan isapannya, matanya menatap wajah menggoda istrinya yang kini memainkan perut sixpack nya.


'Mau yang lebih sayang?" tanya sekretaris Ben membuat Emillya mengangguk patuh


'Kuharap kamu tidak menyesal" ucapnya lagi


'Untuk apa aku menyesal sayang, seluruh tubuhku ini sekarang milikmu, lakukanlah tetapi pelan-pelan karena ini pertama kalinya untukku" ucap Emillya merona karena malu


Sekretaris Ben tersenyum puas dan mulai melancarkan aksinya dengan memberi foreplay berupa rangsangan agar cairan milik istrinya keluar dan memudahkan dirinya untuk menerobos nantinya.


Emillya sudah hilang kendali karena rangsangan yang di berikan suaminya membuatnya mabuk kepalang.


Matanya terpejam sembari menggigit bibirnya saat sekretaris Ben menjilati pusat intinya itu.


Emillya seperti cacing kepanasan dengan isapan sekretaris Ben pada cairan miliknya itu dan mulai menusuk-nusuk lubang vag*inanya dengan lidahnya.


'ARRRGGHHHH....!" erang Emillya keenakan


Sekretaris Ben tersenyum licik mendengar erangan kenikmatan istrinya.


Sekretaris Ben memundurkan kepalanya dari hadapan vag*ina Emillya yang kini terlihat memerah karena ulahnya.


'Aku mulai sayang" ucap sekretaris Ben


Perlahan sekretaris Ben mengarah ujung pen*isnya menuju lubang kenikmatan Emillya yang terlihat masih kecil.


Dengan dorongan pelan juniornya itu mulai memaksa masuk membuat Emillya menggigit bibirnya menahan rasa sakit yang mulai terasa.


Sekretaris Ben menatap wajah panik istrinya membuatnya menarik tubuh atas Emillya dan meraup bibir sexy Emillya agar Emillya bisa mengalihkan rasa sakitnya.


🌻🌻🌻


Astagaaa.... author tidak tau lagi mau berkata apa soal sekretaris Ben dan Emillya wkwkwk..


Semoga kalian suka yaaa....

__ADS_1


riri-can


__ADS_2