
Xavier sibuk dengan berkas yang ada di atas meja sedangkan sekretaris Ben menatap tuan mudanya penuh tanda tanya.
'Apa kamu tidak punya pekerjaan lagi Ben, kulihat kamu hanya sibuk menatapku sedari tadi!" sindir Xavier tanpa menatap sekretaris Ben
'Maafkan saya tuan muda, sejujurnya ada yang ingin saya katakan kepada tuan muda" ungkap sekretaris Ben
'Aku tahu, aku serahkan semua kepadamu karena aku percaya, hanya saja apabila aku mengetahui kamu menyakiti hati nya maka bersiaplah nyawamu untuk melayang Ben" ujar Xavier menatap sekretaris Ben tajam
Sekretaris Ben tersenyum hangat menatap tuan mudanya, dia merasa senang karena perasaannya terhadap Emillya di terima dengan lapang dada oleh Xavier.
'Apa kamu masih mau berdiri disini? Sepertinya kamu butuh sebuah pekerjaan!" Xavier kembali menyindir sekretaris Ben
Sekretaris Ben hanya tersenyum kecil mendengar sindiran tuan mudanya.
'Apa kamu mendengarkan aku sekretaris Ben?!"Xavier menatap tajam sekretaris Ben yang masih terdiam di depannya membuatnya kesal
'Maafkan saya tuan muda, sejujurnya saya ingin mengajukan cuti hari ini" ucap sekretaris Ben
Xavier menatap sekretaris Ben dengan tatapan meminta penjelasan, melihat tuan mudanya tidak mengerti membuat sekretaris Ben menghela nafas panjang.
'Saya ingin mengajak nona Emillya jalan-jalan tuan muda" ungkapnya membuat Xavier hanya mengangguk saja
'Apa tuan muda menyetujui?" tanyanya kembali
'Apa kamu ingin membuat adikku kedinginan di luaran sana?" tanya Xavier polos
'Tentu tidak tuan muda, saya hanya ingin membawa nona Emillya melihat-lihat pemandangan saja" ujarnya
'Pergilah" ucap Xavier acuh tetapi dalam hatinya dia merasa senang karena adik satu-satunya akan di jaga oleh orang yang tepat
'Saya permisi tuan muda" pamit sekretaris
Xavier menatap kepergian sekretaris Ben dengan senyuman mengembang.
Di tempat lain tepatnya di dapur terlihat Lio dan Emillya yang sedang membuat cake.
'Menurut kakak ipar kita buat hiasannya meses atau toping coklat saja?" tanya Emillya menatap takjub kue buatan mereka lebih tepatnya Lio yang membuat sedangkan dia hanya melihat-lihat saja
'Terserah saja sih, atau kita bagi dua saja?" Lio malah balik bertanya
'Boleh juga, ayo kita hias" ujar Emillya semangat
Mereka berdua menghiasi cake itu dengan bebagai hiasan sehingga terlihat menarik.
'Tunggu sebentar, kita punya cherry di lemari es, kita buat itu saja hiasannya" tambah Lio dan di angguki Emillya
__ADS_1
'Kedepannya aku akan belajar memasak pada kakak ipar saja" ucap Emillya sedangkan Lio hanya tersenyum menanggapinya
'Ehemm" dehem seseorang yang tidak lain adalah sekretaris Ben
Emillya gugup melihat sekretaris Ben yang berdiri di sampingnya sedangkan Lio mengabaikannya dan fokus pada cake buatannya.
'Apa nona sedang sibuk?" tanya sekretaris Ben datar
'Ayo Emillya jangan bersikap murahan seperti ini, kamu sudah membaca semua isi buku wanita bangsawan jadi tenanglah, kamu pasti bisa" ucap Emillya dalam hatinya
'Tidak juga, apa kamu berniat membawaku keluar?" tanya Emillya elegan
'Bagus Emillya, kamu hebat sungguh hebat, pasti bisa kedepannya" batin Emillya
'Nona benar, saya ingin mengajak nona keluar untuk mel...
'AKU MAU!" sambung Emillya tanpa mau mendengarkan kelanjutan ucapan sekretaris Ben
Lio dan sekretaris Ben melongo melihat Emillya yang begitu antusias sedangkan Emillya merutuki dirinya sendiri.
'Kamu sungguh bo*doh Emillya, mana sikap wanita bangsawan mu? sungguh memalukan" batin Emillya memukul-mukul mulutnya pelan
'Baiklah nona, saya akan menunggu di depan saya harap nona tidak lama saat berdandan" ucap sekretaris Ben tersenyum kecil melihat tingkah menggemaskan nona mudanya
'Bagaimana ini kakak ipar, aku malu untuk berhadapan dengan kak Ben" Emillya menatap Lio dengan tatapan memelas
'Lupakan saja, sekarang bersiaplah karena sekretaris Ben sudah menunggu di depan" ujar Lio menyadarkan Emillya
'Kakak ipar benar, aku pergi dulu bye" pamit Emillya meninggalkan Lio menuju kamarnya
Sekitar 20 menitan terlihat Emillya keluar menggunakan sebuah gaun cantik membuatnya terlihat semakin menawan.
'Aku pamit ya kakak ipar bye" Emillya berlari menuju depan rumah di mana sekretaris Ben yang sudah menunggunya dengan senyuman yang sangat manis membuat Emillya semakin terpesona oleh ketampanan sekretaris kakaknya itu.
'Nona sangatlah cantik dan terlihat memukau hanya saja ini sudah masuk musim dingin, saya khawatir nona akan sakit di luar nantinya" sekretaris Ben membuka jas nya dan meletakkannya di bahu Emillya
Emillya memerah mendapatkan perlakuan romantis dari sekretaris Ben.
'Silahkan masuk nona" sekretaris Ben membukakan pintu mobil untuk Emillya
'Terimakasih" balas Emillya pelan karena malu
Setelah itu sekretaris Ben ikut masuk ke dalam mobil dan melakukan mobil mewah itu meninggalkan mansion mewah itu.
Sedangkan Lio masih sibuk dengan cake buatannya, matanya berbinar melihat cake buatannya dengan Emillya yang terlihat cantik dan enak.
__ADS_1
'Aku mencari mu sedari tadi darling, apa yang sedang kamu lakukan?" Xavier memeluk Lio dari belakang dan menyandarkan kepalanya pada leher Lio serta menghirup aromanya yang menurutnya sangat menenangkan
'Itu geli, tolong lepaskan" pinta Lio saat Xavier mengecup lehernya
'Tidak mau darling, apa kamu melihat mereka pergi sedangkan kita hanya berdua disini?" Xavier semakin memperbanyak kecupannya pada leher Lio membuat Lio tidak nyaman
'Lepaskan dulu, lihatlah cake nya sebentar lagi selesai" ucap Lio mencoba melepaskan diri dari dekapan Xavier tetapi tidak bisa
'Tidak mau" Xavier menolak permintaan Lio
'Baiklah terserah kamu saja" pasrah Lio
Xavier tersenyum puas setelah itu dia melepaskan pelukannya menatap cake buatan Lio yang terlihat enak.
Sejujurnya Xavier bukanlah pecinta makanan manis tetapi dia juga tipe pria pemilih makanan.
'Cobalah" pinta Lio menyodorkan cake buatannya di depan mulut Xavier
Dengan cepat Xavier menggigit nya dan mengunyahnya sembari menatap Lio dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
'Apa manis dan rasanya enak?" tanya Lio berbinar
Xavier tersenyum manis mendapat pertanyaan dari Lio, baginya cake itu memang terasa enak, dia baru tahu bahwa gadisnya itu sangat pandai memasak.
'Rasanya sangat enak darling tetapi lebih enak yang..
Xavier langsung meraup bibir Lio dan melu*matnya dengan lembut, setelah itu dia melepaskannya dan menatap Lio dengan senyum manisnya.
'Sungguh manis" sambung Xavier mengusap bibir Lio
Lio hanya menunduk karena malu, dia merasa Xavier sangat pandai dalam merayu dirinya.
'Kenapa menunduk darling, apa kamu malu?" tanya Xavier menggoda
'Diamlah, kenapa kamu senang sekali mencuri ciuman orang lain!" kesal Lio
'Kamu bukan orang lain darling, kamu adalah wanitaku dan calon istriku" pungkas Xavier mengecup pipi Lio berulang kali
🌻🌻🌻
Sekretaris Ben ternyata bisa jatuh cinta juga ya guyss, author pikir hanya Xavier saja wkwkwk...
Btw siapa yang setuju sekretaris Ben dengan Emillya? yang setuju silahkan komentar di kolom komentar biar author bisa mengaturnya dan semoga kalian suka yaa...
riri-can
__ADS_1