
Lio terbangun dan merasa sedikit sakit pada buah dadanya.
Lio mengingat semalam Xavier bermain disana membuatnya malu seketika.
Lio menatap Xavier yang masih tertidur pulas tanpa mengenakan pakaian, Xavier saat tidur hanya mengenakan boxer saja dan Lio baru mengetahui hal ini karena setahunya dulu saat di negara P saat tidur bersamanya Xavier selalu mengenakan baju hal itu membuatnya bangga pada Xavier karena menjaga dirinya.
'Terimakasih untuk semuanya sayang" ucap Lio mencium pipi Xavier
'Kamu belum mencium bibirku darling" ucap Xavier dengan suara seraknya karena baru bangun tidur
'Kamu sudah bangun?" tanya Lio
'Tentu saja aku bangun karena ada seorang ratu cantik menciumku" goda Xavier membuat Lio malu
'Kamu bisa saja" Lio bersemu merah
'Pagi darling" Xavier duduk dan mencium kening Lio
'Aku mencintaimu" ucapnya kembali
'Aku juga mencintaimu sayang" ucap Lio membalas perasaan Xavier
'Sebaiknya kita mandi" ucap Lio menatap jam yang kini sudah pukul 8 pagi
'Bagaimana dengan mandi bersama, apa kamu mau darling" Xavier menoel buah dada Lio
'Aku mau" ucap Lio
'Baiklah, ayo darling" Xavier beranjak bangkit dari ranjang dan menggendong Lio menuju kamar mandi
Selama di kamar mandi Xavier sesekali mencari kesempatan untuk menyentuh tubuh Lio dan Lio juga tidak menolaknya karena Xavier berhak melakukan itu padanya.
Setelah selesai mandi mereka berdua memakai baju kemudian keluar dari kamar untuk bergabung sarapan pagi bersama keluarganya.
'Cih, mentang-mentang sudah menikah makin melunjak ya!" sindir Leon menatap Xavier
Leon sudah menerima Xavier untuk menikah dengan Lio, Leon melakukan itu karena dia ingin lebih dekat dengan Xavier tetapi dengan caranya sendiri.
'Sibuk banget sih yang jomblo" balas Xavier menggunakan bahasa Indonesia dengan belepotan hal itu membuat semuanya yang di meja makan tertawa terpingkal-pingkal
Xavier merasa malu karena di tertawakan, padahal dia sudah bersusah payah untuk belajar bahasa Indonesia agar bisa beradaptasi dengan keluarga istrinya.
'Kamu sangat hebat bisa mengucapkan itu sayang" ucap Lio bangga memberikan dukungan pada Xavier
Xavier tersenyum senang karena Lio memuji usahanya, ini yang dia harapkan, usahanya di hargai bukan di rendahkan tetapi Xavier tahu keluarga Lio menertawai dirinya karena merasa lucu saja tidak ada unsur untuk mengejeknya.
'Makanlah" Lio memberikan piring berisi makanan untuk Xavier
'Terimakasih darling" ucap Xavier
__ADS_1
Akhirnya semuanya makan dengan lahap dan sesekali Leon mengajak Xavier adu mulut.
'Aku mencintaimu darling" ucap Xavier saat mereka tengah duduk di ruang santai
'Gombal aja terus, cih... Dasar bucin!" ejek Leon beranjak pergi menjauhi pasutri itu
'Iri, bilang bos!" balas Xavier menggunakan bahasa Indonesia dengan logatnya
'Menyebalkan!" balas Leon pergi menjauh
'Jam berapa kalian akan berangkat?" tanya nyonya Erika
'Jam 3 sore ibu mertua" balas Xavier
'Apa kalian tidak berencana menginap lebih lama lagi disini?" nyonya Erika menatap Xavier berharap
'Tidak bisa ibu mertua, pekerjaan ku sudah sangat menumpuk, dan juga sesekali kami akan pulang kesini jadi ibu mertua tidak perlu khawatir" ucap Xavier membuat nyonya Erika hanya pasrah saja
'Baiklah, mamah harap kalian baik-baik saja disana" nyonya Erika mengelus kepala Lio
'Jaga putriku disana" ucap tuan Alfa memohon
'Tentu saja ayah mertua, itu janjiku padamu aku akan menjaga Liora dengan baik" balas Xavier menatap tuan Alfa serius
'Ngomong-ngomong apa kak Ley sudah ada kabar mah, pah?" tanya Lio
Meski Aleysa sangat buruk sifatnya dia tetaplah putrinya, seorang ibu tidak akan melihat keburukan anaknya sendiri, biar bagaimanapun sifatnya itu tetaplah putrinya, selama ini dia kurang tegas dan bagus untuk mendidik anak-anak nya.
'Ibu mertua tenang saja, saya jamin besok pagi putri kalian sudah kembali" ucap Xavier mulai mengerti pembicaraan mereka
Selama beberapa minggu ini xavier memang berusaha belajar bahasa Indonesia, dan sepertinya usahanya mulai terlihat.
'Terimakasih nak" ucap tuan Alfa tersenyum senang
'Aku mengantuk darling" ucap Xavier
'Pergilah bawa suami kamu tidur sayang" ucap nyonya Erika melihat wajah lelah menantunya itu
Nyonya Erika dan tuan Alfa berpikir bahwa Xavier dan Lio telah melakukan malam yang begitu panas dan bergairah semalam karena melihat wajah kelelahan Xavier.
'Baiklah, mah, pah Lio ke atas dulu" pamit Lio beranjak pergi dan di ikuti Xavier
'Semoga mereka bahagia ya pah" ucap nyonya Erika melihat kepergian putri dan menantunya
'Ya...papah juga berdoa agar mereka terus bahagia" doa tuan Alfa
Jam 3 sore pesawat pribadi Xavier telah meninggalkan negara Indonesia hal itu membuat tuan Alfa sedih karena akan jarang ketemu putrinya itu.
Sedangkan Lio terlihat menyandarkan kepalanya pada dada bidang Xavier yang sibuk dengan tab nya.
__ADS_1
'Kenapa kita tidak berangkat bersama kak Emillya?" tanya Lio cemberut
'Emillya punya kehidupan sendiri darling, terlebih Ben mengajaknya untuk naik helikopter" terang Xavier mengecup kening Lio
'Kak Ben sangatlah baik dan perhatian bukan?" tanya Lio polos tanpa tahu Xavier yang kini menatap Lio dengan tatapan kesal karena tanpa sengaja memuji Ben di depan Xavier
'Kamu baru saja memuji pria lain di depan ku darling, apa kamu butuh hukuman?!" Xavier menaruh tab nya dan fokua pada Lio yang terlihat menciut
'A..aku h..hanya bertanya sayang" cicit Lio
'Kamu membuat mood ku rusak" kesal Xavier membuang muka
'Hei, aku hanya bertanya mengapa kamu begitu berlebihan!" Lio ikutan kesal padahal dia hanya bertanya tetapi respon Xavier sungguh berlebihan
Lio merasa dirinya tengah selingkuh dan ketahuan oleh Xavier.
'Kamu" Xavier menatap wajah kesal Lio
'Maafkan aku darling, aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku adalah pria pencemburu, maafkan aku" sesal Xavier
'Baiklah, lain kali aku tidak akan bertanya pria lain di hadapan mu" ucap Lio juga merasa bersalah
Xavier membawa Lio duduk di pangkuannya dan menatap wajah memesona Lio.
'Bukankah kamu terlalu kecil untuk ku" kekeh Xavier mengejek tinggi tubuh Lio
'Kamu baru saja mengejekku pria listrik!" Lio merasa kesal tinggi tubuhnya di permasalahkan
'Jangan mengelak darling, bukankah tubuh suami kamu ini begitu sempurna" ucap Xavier bangga
'Iya sayang kamu begitu sempurna, apa kamu menyesal menikahi gadis serba kekurangan ini!" kesal Lio
'Tentu saja tidak karena aku yang sempurna ini bisa menutupi kekurangan kamu, bukankah begitu darling" Xavier menggenggam tangan Lio dan meletakkannya pada dadanya
'Apa kamu merasakannya?" tanya Xavier
'Yaa, aku merasakannya" ucap Lio
'Dia terus berdetak jika berdekatan denganmu, setiap saat aku selalu jatuh cinta padamu darling, terimakasih sudah menjadi istriku, aku begitu bahagia memilikimu darling" ucap Xavier membawa Lio ke dalam pelukannya
Xavier tidak tahu harus berkata apa sekarang selain bersyukur pada tuhan bisa memiliki Lio.
🌻🌻🌻
Mau jugalah di bucinin babang Xavier, romantis banget ya babang Xavier hehehe...
Maaf banyak kesalahan dalam pengetikan nanti Author kembali memperbaiki.
riri-can
__ADS_1