
Xavier keluar dari kediamannya dengan wajah sangarnya.
Sekertaris Ben yang mengetahui tuan mudanya sedang mode sesungguhnya terdiam seketika.
Sudah lama Xavier tidak mengeluarkan auranya itu, semenjak mengenal Lio Xavier tidak pernah lagi mengeluarkan aura itu.
'Ke markas!" perintah Xavier dan sekretaris Ben mengangguk
Mobil keluaran terbaru itu melenggang menuju hutan yang jarang di ketahui oleh orang lain
Hutan itu merupakan markas kebesaran Xavier, dan disana semua bisnis hitamnya di jalankan.
Saat Xavier memasuki bangunan berlantai 4 itu semua orang yang berbaju serba hitam memberinya hormat.
'Selamat datang tuan" ucap mereka bersamaan
Xavier hanya membalasnya dengan mengangguk dan masuk ke dalam ruangan berisi orang-orang kepercayaannya.
'Selamat datang tuan" sapa Vello yang merupakan hacker kepercayaan Xavier
'Aku punya tugas untukmu, periksa orang-orang aneh yang ada di sekitar rumah!" perintah Xavier
Vello langsung bergerak cepat membobol pertahanan keamanan rumah Xavier dan tentunya kemanan rumah Xavier begitu susah di retas karena banyaknya pengaman dan punya sandi tersendiri bagi setiap komplotannya untuk memasuki keamanan rumah itu, dari cctv yang telah dia retas Vello menemukan salah satu maid yang terlihat tengah sembunyi di balik dinding kemudian melemparkan sesuatu ke luar gerbang.
'Pelayan ini terlihat aneh tuan" lapor Vello menunjukkan rekaman cctv itu
Xavier mengingat dengan jelas maid itu adalah orang yang mengantarkan surat yang di tujukan untuk istrinya.
Xavier melirik sekretaris Ben, sekretaris Ben yang paham langsung meraih ponselnya dan menghubungi kepercayaannya yang berjaga di mansion utama.
'Arah jam 9, bawa wanita itu kemari!" perintah sekretaris Ben dan menutup ponselnya tanpa mau mendengarkan jawaban suruhannya
Vello kembali meretas kembali cctv jalanan menuju mansion utama, terlihat di ujung jalan mobil berwarna hitam, mobil itu seperti mobil jaman dahulu tetapi Vello tahu mobil itu merupakan mobil langka dan antik tentunya pemiliknya hanya ada beberapa orang saja dan penyuka barang antik tentunya.
Vello memeriksa plat nomor mobil itu dan menghubungkannya dengan situsnya yang lain untuk memeriksa plat nomor mobil itu.
Cukup memakan waktu karena plat itu tidak terdaftar membuatnya mengumpat kesal.
'Maafkan saya tuan, saya tidak bisa melacak plat mobil itu" ucap Vello menyesal
Xavier mengangguk dan melirik Troy yang sibuk dengan laptopnya.
Troy pun paham kemudian dan mengirimkan data-data berisi daftar-daftar pemilik mobil langka tersebut pada Vello.
Vello memeriksa beberapa mobil yang sesuai hingga matanya tertuju pada mobil hitam dan pemiliknya.
'Ketemu" ucapnya
'Pemilik mobil itu adalah Yohsua tuan" lapor Vello serius dan mengirimkan file profil Yoshua
Xavier ingat dengan pria bernama Yoshua itu dan pengiriman surat berinisial Y.H terlampir di surat itu, pria itu juga termasuk masuk kategori musuhnya tetapi kekuatan Yoshua tidak sebanding dengan kekuatannya, bagaimana bisa Yoshua bisa membobol pertahanan keamanan rumahnya.
'Sepertinya kalian menganggap remeh diriku" kekeh Xavier kemudian
'Sifat iblisnya mulai keluar" batin sekretaris Ben
'Mereka sepertinya menggali lubang kuburan mereka sendiri" batin Vello
'Aku senang berperang, dan kuharap kali ini musuhnya setara dengan kekuatan tuan" batin Troy tersenyum manis
Troy adalah anggota termuda di kelompok Xavier, usianya setara dengan Lio, wajah manis Troy hanyalah topeng belaka karena nyatanya Troy adalah seorang psychopath jika dirinya merasa terganggu maka tidak akan bisa mengampuni lawannya sendiri.
Sifat Troy yang masih tahap pendewasaan membuat Xavier memberikan tugas Troy dalam ruangan saja yaitu hacker seperti Vello, bedanya Vello lebih mendominasi karena sudah berpengalaman.
Pertemuan pertama Xavier dengan Troy yaitu saat mobil yang di kendarai oleh sekretaris Ben hampir menabrak Troy.
__ADS_1
Flashback
Xavier menatap sekretaris Ben tajam karena menurutnya tidak becus saat mengendara karena hampir saja menabrak seorang pejalan kaki.
Sekretaris Ben meminta maaf dan turun dari mobil menghampiri pria muda yang tidak lain adalah Troy.
'Maaf karena hampir saja menabrabmu" sekretaris Ben menatap aneh wajah Troy yang terlihat marah
'Jika maaf berlaku apa gunanya pisau ini" kekeh Troy dengan senyum manisnya sambil memperlihatkan sebuah pisau kecil
Sekretaris Ben terkejut mendengarnya dan tidak lama kemudian dia tersenyum manis juga layaknya menemukan sebuah berlian.
Xavier yang melihat sedari tadi dari dalam mobil langsung keluar menghampiri keduanya.
'Siapa namamu anak muda?" tanya Xavier melihat Troy yang masih tersenyum manis
'Namaku adalah Hagra tetapi saat ini namaku adalah Troy" Troy tersenyum manis
Xavier yang awalnya terdiam tersenyum manis juga dan menyambut salaman Troy.
'Mau bergabung dengan kelompokku?" tanya Xavier
Xavier merasa Troy adalah sebuah berlian karena nantinya dia membutuhkan Troy pada masanya.
'Apa jaminannya untukku?" Troy menyipitkan matanya
'Pisau tumpul atau beberapa mainan untukmu, pilihlah" Xavier tersenyum licik saat menyebutkan kata beberapa mainan
Tentunya mainan yang Xavier maksud adalah manusia yang berkhianat padanya.
'Aku pilih keduanya, setuju" kekeh Troy
'Setuju" Xavier melepaskan salaman mereka berdua
Flashback off
Troy adalah kesayangan semua orang di dunia hitam milik Xavier karena masih muda, mereka menganggapnya sebagai adik kecil mereka.
Xavier duduk manis di sofa mengamati semua orang yang ada di ruangan itu.
Sekretaris Ben terlihat tengah serius menatap ponselnya yang Xavier perkiraan tengah membalas pesan dari adik tercintanya, Xavier tidak mau ambil pusing karena dia juga pernah pada posisi sekretaris Ben.
Vello yang terlihat tengah membobol pertahanan bank untuk mencuri uang yang akan di gunakan sebagai hadiah untuk beberapa panti asuhan.
Xavier juga baru beberapa bulan ini mengetahui kebiasaan bawahannya itu suka membobol uang dan membangikannya pada panti asuhan, Xavier juga tidak mau mempermasalahkan itu menurutnya kesenangan bawahannya juga kesenangan untuknya.
Sedangkan Troy malah asyik dengan game onlinenya, memang jika sifat asli Troy muncul yaitu Hagra maka dia akan terlihat normal pada umumnya.
Tidak lama kemudian terlihat seorang bawahan memasuki ruangan membawa seorang maid yang tadi pagi memberikan surat itu.
Xavier tersenyum licik melihat wanita itu dan menyuruh bawahannya membawa wanita itu ke ruang eksekusi.
Xavier mengeluarkan pisaunya setelah memasuki ruang eksekusi itu di ikuti oleh sekretaris Ben.
'Katakan apa Yoshua yang menyuruhmu?" tanya Xavier menggoreskan ujung pisau itu pada wajah mulus pelayan itu
'Tidak mau menjawab?!" Xavier menusuk ujungnya sehingga wajah pelayanan itu mengeluarkan darah cukup banyak
Pelayan itu meringis kesakitan saat wajah mulusnya di tusuk pisau tetapi dia harus tetap menutup mulutnya.
'Bawakan gergaji milikku dan gunting!" perintah Xavier
Sekretaris Ben mengambil gergaji dan gunting besar kemudian memberikannya pada Xavier.
'Mau pilih yang mana nona manis, ini atau ini?" Xavier tertawa renyah menunjukkan gergaji dan gunting itu secara bergantian
__ADS_1
Melihat maid itu diam amarah Xavier memuncak dan buru-buru menusukkan pisau miliknya pada leher wanita itu.
'ARRRGGHHHH!" teriak wanita itu kesakitan
'KATAKAN SIAPA YANG MENYURUHMU SIA*LAN!" teriak Xavier murka
'Beraninya kalian bermain-main denganku dan menjadikan istriku sebagai tujuannya!" amuk Xavier
'Buka mulutnya!" perintah Xavier
Sekertaris Ben berjalan mendekati wanita itu dan menekan kedua pipi wanita itu dengan kuat sehingga wanita itu membuka mulutnya.
Xavier memainkan guntingnya dan mendekatkannya pada mulut wanita itu.
'Nikmati hasil perbuatanmu" tawa Xavier
Xavier menarik lidah wanita itu dan mengguntingnya tanpa merasa bersalah sedikitpun, setelah lidah wanita itu lepas Xavier membuangnya sembarangan membiarkan wanita itu menangis menjerit-jerit dengan lumuran darah di mulutnya.
Xavier sangat tidak suka memaksa, jika orang yang dia tanya tidak menjawab maka lebih baik dia akhiri saja daripada amarahnya semakin meluap.
'Berikan dia perasan jeruk" ucap Xavier langsung pergi
Sekertaris Ben melaksanakan perintah tuan mudanya dengan menyuruh bawahannya memberikan perasaan jeruk pada wanita itu.
Xavier masih bertahan di markasnya untuk mendapatkan info lengkap Yoshua, dia tidak suka jika miliknya di ganggu terlebih wanita yang dia cintai ingin di ambil orang, jika ingin mengambil wanitanya maka bersiaplah nyawanya melayang.
'Yoshua tinggal di jalan Bromo anggrek bagian kiri tuan" lapor Vello memperlihatkan alamat rumah Yoshua
'Kirimkan hadiah untuknya" ucap Xavier serius
'Aku belum bermain dengan wanita itu kak" rengek Troy dengan wajah kesalnya
'Dia terlalu kecil untukmu, tunggulah mainan yang lebih besar lagi" balas Xavier mengelus kepala Troy
'Baiklah" Troy mengalah
Xavier kembali pulang setelah jam menunjukkan pukul 8 malam, dia begitu merindukan istrinya yang sangat dia cintai itu.
🌻🌻🌻
Yang punya suami posesif seperti Xavier silahkan tulis komentar kesal kalian, author boleh curhat sedikitlah, boleh ye kannn boleh ajalah wkwk..
Jadi awal kehamilan author gak di bolehkah buat apa-apa, semua serba di atur oleh suami sampai gedek sendiri author.
Author masih kuliah dan baru memasuki semester 7 karena pada saat nikah umur author masih lumayan muda yaitu 18 dan suami author umurnya 28 hehe cukup jauh ye kann.
Hayo tebak umur author sekarang berapa?
20
21
22
Hayo tebak guys...hehe..
Author nikah bukan karena kecelakaan guys tetapi karena suami author lamar author hehe, kenal suami author aja dari aplikasi ablo yaitu aplikasi berisi berkomunikasi dengan orang-orang dari dalam negeri maupun luar negeri, kalau pengen yaa monggo di download mana tau ye kan ketemu para bule dan mempunyai komitmen ke jenjang yang lebih serius bagi yang berminat ajalah wkwk tapi suami author 100% dari negara tercinta yaitu Indonesia hanya saja dia kerja di perusahaan yang bekerjasama dengan negara luar yaitu pt minyak terbesar di Indonesia hehe.. ada yang tau gak?
Lupakan soal pekerjaan suami author, jadi dulu author itu suka banget bule-bule luar wkwk, bahkan pernah masuk jejaring ummm baby sugar gitu wkwk tapi niatnya sih cari teman ngobrol buat lancarin bahasa Inggris author hingga ada yang mawarin author buat download aplikasi ablo itu guys dan ternyata jodoh author dari sana wkwkwk, astaga kalau ingat awal pertemuan yaa lumayan lucu juga karena author suka banget marah-marah ehh malah dapat jodoh yang luar biasa baiknya.
Astagaa... author malah curhat banyak tadinya cuma sedikit maafin author yaa... Dan semoga kalian suka dengan novel author jangan lupa untuk like yaa... Author tidak mau berharap banyak deh dari pihak NT lagi karena kata suami rezeki sudah ada yang atur hehe dan katanya author gak perlu cari duit karena katanya dia masih bisa hidupun author, cuma kan author juga pengen dapat penghasilan sendiri gitu tapi yasudahlah...
__ADS_1
Semoga kalian suka yaa...
riri-can