KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Penyesalan Tuan Alfa


__ADS_3

Tuan Alfa Pov


Siapa di dunia ini yang tak mau memiliki anak?  Tentu saja semuanya ingin, tetapi itu tidak berlaku untukku lebih tepatnya aku tidak menyukai kehadiran nya karena harta peninggalan dari orang tuaku akan sirnah begitu saja setelah kelahiran nya.


Aku adalah pengusaha dalam bidang bisnis kuliner bahkan usaha yang aku rintis dari nol sudah merambah ke luar negeri.


Pernikahan ku dengan istriku sangat lah bahagia dengan kehadiran putri kecil kami yang kami beri nana Aleysa Amanda Prayuda, dia cantik karena kecantikan istriku menurun padanya hingga beberap tahun kemudian istriku hamil lagi, kami tidak melakukan USG agar menjadi kejutan nantinya.


Kami tidak curiga dengan kehamilan yang dirasakan istriku, kehamilannya normal saja seperti orang hamil pada umumnya hingga, kami tidak pernah berpikir bahwa istriku mengandung bayi kembar hingga pas kelahirannya semuanya berubah.


Kelahirannya merupakan petaka bagi keluarga ku, kelahirannya menjadi bumerang yang akan menurunkan harta kekayaan ku, kelahirannya akan membuat ku dan keluarga ku di pandang hina nantinya.


Biar aku jelaskan sedikit saja, di dalam keluarga prayuda ada sebuah larangan atau pantangan yang sudah turun temurun dari kakek dan nenek ku,  kekayaan banyak itu akan dibagikan kepada keturunan Prayuda apabila sudah menikah dan memiliki anak berjenis kelamin perempuan dan laki laki ataupun sebaliknya, tetapi apabila kelahiran anak perempuan secara berurutan maka harta warisan itu akan hilang dan si*alnya itu terjadi padaku saja, tentu saja aku kecewa dan marah bahkan kesal maka dari itu aku tidak pernah mengharapkan kehadirannya di dunia ini.


Aku tidak perduli padanya sejak dia lahir, aku memberikan nya nama Liora Greensya tanpa ada embel embel nama Prayuda dibelakangnya tetapi anak bungsuku yang berjenis kelamin laki laki aku beri nama Leon Antonio Prayuda, aku selalu membedakan keduanya sejak kecil.


Aku tau caraku padanya sangat menyakitkan bahkan aku sering menyiksanya dengan mengatainya dengan kata kata kasar yang tidak seharusnya dia dengar saat usia kecilnya, aku juga sering memukuli nya meski itu bukan kesalahan nya, itu semua aku lakukan karena aku tidak menerima kehadiran nya yang membuat harta warisan Prayuda tidak dibagikan padaku.


Bahkan lebih parahnya, datanya yang tercatat di negara adalah merupakan anak dari supir pribadi ku dan istrinya.


Aku sering melihatnya duduk sendirian di taman belakang dengan berbagai buku yang berjudul 'Cara menjadi anak yang baik" atau 'Cara agar disayangi keluarga" tetapi aku tidak perduli, rasa kesalku tidak sebanding dengan rasa sakitnya bagiku dia adalah anak pembawa si*al.


Bahkan saat para pelayan menyakitinya yang membuatnya terluka aku tidak perduli hingga para pelayan mulai berani dan menyiksanya berlarut larut.

__ADS_1


Bukan itu saja saat acara perkumpulan keluarga prayuda, dia sering di kucilkan dan dihinakan, mengatainya dengan kata kata tajam dan menyakitkan tentu saja aku tidak perduli.


Aku sering melihat mata bengkak nya karena akibat sering menangis tetapi aku tidak kasihan, malahan dalam hatiku berkata dia pantas mendapatkan nya.


Saat dimeja makan aku akan menanyai putri sulung ku dan putra bungsu ku tentang kesibukan mereka dan mengabaikannya dengan mata berharap itu agar aku menyapanya.


Entah sudah berapa kali aku mengabaikan bahkan tidak terhitung saking seringnya.


Puncaknya saat dia tidak sengaja menabrak ku dan membuat map kerja samaku jatuh kelantai, entah setan apa yang membisikkan ku untuk menghabisinya dan tentu saja aku menyiksanya dengan mencambuknya beberapa kali hingga seraga putihnya itu berwarna sedikit merah pada bagian belakangnya. Itu adalah darah akibat cambukanku padanya menggunakan ikat pinggang dan mulai saat itu dia selalu menghindar apabila bertemu denganku.


Dia selalu menunduk takut saat menatapku, aku senang melihat ketakutan nya, aku senang melihat wajah menderita nya, aku bahagia melihat tubuhnya banyak bekas luka.


Hingga saat Leon meminta dan memohon padaku agar memberikan nya izin study tour ke bali, awalnya aku tidak mau tetapi melihat putra kesayangan ku memohon membuatku luluh.


Malam itu aku memberikan nya sebuah kartu tetapi dia menolaknya dengan alasan tidak bisa menggunakannya tentu saja aku terkejut tetapi aku senang melihat kebo*dohan nya karena bagiku penderitaan nya merupakan kebahagiaan ku sendiri.


Entah kenapa aku mendadak ingin menyapanya dan, saat itu aku berpikir aku hanya kasihan saja hingga istriku tanpa babibu melemparkan nya kartu itu dan mengata ngatainya, aku cukup sedih melihat wajah menderita nya.


Saat itu aku mulai sadar bahwa yang aku rasakan saat itu bukan rasa kasihan melainkan rasa lain yang seharusnya orang tua lakukan pada anaknya sendiri.


Aku pergi meninggalkan nya menuju kamarku tetapi itu hanya alasan, aku bersembunyi dibalik tembok dan melihat interaksi nya dengan salah satu pelayan dirumahku, pelayan itu adalah yang menjaganya selama ini bahkan pelayan itu adalah nama ibunya yng terdaftar dinegara ini.


Ternyata aku sangat kejam, aku kejam terhadapnya, aku melihat kesakitan nya selama ini entah kenapa aku menangis melihatnya menangis.

__ADS_1


Semuanya berubah begitu saja, dalam hatiku mulai tumbuh rasa ingin melindungi nya seperti orang tua pada umumnya tetapi aku masih diam diam saja.


Hingga aku mendengar bahwa anak bungsuku yaitu Leon mengalami kecelakaan di bali, saat itu duniaku rasanya mau runtuh saja melihat putra kesayangan ku itu mengalami kecelakaan yang parah yang membuat salah satu ginjalnya rusak parah dan harus di angkat dan mengganti nya dengan ginjal yang baru serta sehat.


Tubuh ku menegang saat putri sulungku datang dan mengatakan bahwa dia yaitu Liora yang harus menjadi pendonornya.


Aku melihat wajah keterkejutan nya, aku melihat raut wajah sedihnya tetapi dia hanya pasrah saja dengan apa yang dikatakan putri pertama ku itu.


Keluarga ku termasuk berkecukupan bahkan kami bisa saja mendapat pendonor dengan cepat tetapi aku hanya berkata saja bukan berbuat hingga dia menjalani operasi itu, aku sangat sedih, marah dan kesal secara bersamaan  karena begitu tidak baik sebagai sosok ayah.


Jujur saja dalam hatiku sangat sakit melihatnya sekarang begitu tidak berdaya apalagi saat aku masuk kedalam ruang inapnya dia terlihat begitu ketakutan padaku membuatku berpikir bahwa aku sudah keterlaluan padanya, aku berpikir untuk memulai dari awal.


Yahh, besok aku akan meminta maaf padanya dan soal harta itu aku sudah tidak memperdulikan nya lagi yang terpenting putri kecil ku mendapatkan kasih sayang dariku meski terlambat.


Tapi bukankah tidak ada kata terlambat jadi aku masih punya waktu.


Aku sungguh tidak sabar memeluk tubuh mungilnya itu, mencium keningnya dengan sayang dan mengatakan bahwa aku sangat menyayangi nya.


'Bersabarlah sayang, papa akan segera datang padamu"


Tuan Alfa POV end


🌻🌻🌻

__ADS_1


Haloo gengs.. Bagaimana menurut kalian part yang ini, kasih komentar ya gengs


riri-can


__ADS_2