KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Nasi Goreng 2


__ADS_3

Lio memasuki kamarnya dengan wajah masamnya, entah kenapa ada sesuatu yang menggerogoti hatinya untuk melawan kakaknya itu tetapi Lio merasa percuma juga karena Aleysa sangatlah cerdik dan licin layaknya seekor belut yang bersembunyi di dalam lumpur.


'Kamu kenapa darling?" tanya Xavier yang baru keluar dari dalam kamar mandi


'Tidak apa-apa" balas Lio cemberut


Xavier mengerutkan keningnya mendengar jawaban Lio, Lio baru saja mengucapkan kata keramat bagi seorang perempuan yang menyimpan kata bahwa ada apa-apa, entah kenapa Xavier merasa perempuan punya persamaan dalam menjawab kata itu padahal apa susahnya mengatakan yang sejujurnya.


'Hei, katakanlah darling sebenarnya ada apa?" tanya Xavier memeluk tubuh Lio


'Huwaaaa..... kakak ku datang dan mengatakan aku anak pembawa hama, sedari dulu dia selalu menganggap rendah aku hiks...hiks.. sebenarnya aku juga tidak tahu kesalahan apa yang aku lakukan pada kak Ley sehingga dia benci padaku" adu Lio mengeratkan pelukannya


Dalam hati Xavier merasa gemas dengan nada manja Lio saat menangis, tetapi dia harus menahan rasa lucunya itu agar Lio tidak mengamuk.


'Ehemm, kamu abaikan saja darling" balas Xavier mengecup puncak kepala Lio.


Shella mendongak karena postur tubuh Xavier yang lebih tinggi darinya sedangkan tubuhnya terlalu pendek untuk Xavier.


'Why?" tanya Xavier menatap wajah Lio


'Kak Ley sangat cantik, apa kamu akan berpaling pada kak Ley?" tanya Lio polos


Seketika tawa Xavier meledak untung saja kamar Lio kedap suara sehingga tidak terdengar keluar.


'Kenapa kamu berpikiran kesana darling?" tanya Xavier membawa Lio untuk duduk di sofa kecil dan duduk sambil memangku Lio


'Aku kan hanya bertanya, tinggal jawab saja, nanti kalau kamu suka aku bisa tahu dari sekarang" balas Lio cemberut


CUP


Xavier mengecup bibir Lio sekilas dan menatap wajah Lio dengan intens, Xavier melihat mata Lio dengan serius.


'Dengarkan aku darling, aku tidak akan pernah menyukai wanita mana pun kecuali kamu, bagiku semuanya hanyalah angin, prioritas utama ku adalah kamu jadi jangan pernah berpikir bahwa aku akan berpaling darimu" ucap Xavier dengan jujur


Lio terkekeh merasa lucu mendengar ucapan manis Xavier, kadang Lio merasa Xavier tidak cocok berkata seperti itu karena wajahnya sangatlah tidak mendukung.


'Kenapa kamu tertawa seperti itu darling?" tanya Xavier penasaran


'Aku merasa kamu tidak cocok berkata romantis seperti itu" kekeh Lio


'Benarkah? padahal aku sudah bersusah payah mengatakan itu, aku belajar dari beberapa buku cara menenangkan wanita pujaannya" balas Xavier memainkan rambut Lio


'Baiklah pria tampan aku menghargai usahamu ini" uvap Lio sambil mengecup pipi Xavier


'Mengapa kamu tidak mau inisiatif mencium ku di sini?" tanya Xavier sambil menyentuh bibirnya

__ADS_1


'Aku hanya merasa tidak enak saja" balas Lio


'Oh ayolah darling, kalau mau mencium ku ciumlah ini!" kesal Xavier


'Lain kali saja" balas Lio acuh


'Kamu ini" Xavier merasa kesal tetapi dia juga tidak mau memaksa kehendak Lio


'Bagaimana kalau kamu sarapan saja, lihatlah jam itu sudah pukul 8


pagi" tunjuk Lio menatap jam yang bertengger di dinding


'Baiklah masaklah untuk suami mu ini" goda Xavier membuat Lio malu


'Jangan menggodaku" balas Lio menyembunyikan wajahnya pada dada bidang dan kekar Xavier


'Kamu sangat menggemaskan darling, berlama-lama denganmu membuatku semakin tidak sabar" ungkap Xavier berdiri sambil menggendong Lio layaknya baby koala


Xavier berjalan keluar sambil menggendong Lio menuju lantai bawah.


Saat menuju dapur beberapa pelayan melihat acara romantis Xavier dan Lio, terlebih bi Asti yang tersenyum senang melihat bagaimana Xavier memperlakukan Lio dengan sangat baik.


'Lihatlah non Lio, aku begitu iri melihat keromantisan mereka" ucap pelayan A


'Benar, aku merasa tidak kuat melihatnya" ucap pelayan B juga


Sesampainya di dapur Xavier menurunkan Lio dari gendongannya.


'Aku ingin kamu memasak nasi goreng seperti waktu itu" ucap Xavier


'Tapi itu tidaklah terlalu sehat untuk di makan pagi-pagi" ucap Lio


'Ayolah darling, aku sudah lama tidak memakan itu" ucap Xavier memohon


'Baiklah, sekarang kamu duduklah biar ku buatkan" Lio memakai celemek berwarna coklat


'Tidak mau, aku ingin melihatmu memasak" tolak Xavier langsung memeluk Lio dari belakang


'Kebiasaan deh, kalau kamu bertingkah seperti ini maka aku akan susah bergerak nantinya" ucap Lio


'Baiklah darling, masak yang enak" ucap Xavier mencium pipi Lio dan kemudian bersandar pada dinding dekat Lio memasak sembari menatap wajah Lio yang serius saat memasak


'Apa kamu tidak bosan melihatku terus?" tanya Lio menyadari kalau Xavier menatapnya sedari tadi


'Tidak akan" balas Xavier

__ADS_1


'Terserah kamu saja" pasrah Lio


Setelah selesai memasak Lio segera menyiapkannya dan membawanya menuju meja makan, Xavier mengikut dari belakang.


'Makanlah" ucap Lio menatap Xavier dengan senyuman hangat


'Apa kamu tidak berencana menyuapiku?" tanya Xavier


'Baiklah bayi besar, duduklah biar aku suapi" ucap Lio pasrah


Xavier adalah tipe pria yang tidak mau di tolak tetapi saat bersamanya Xavier akan berubah menajadi pria penurut yang manis.


'Apa enak?" tanya Lio penasaran


'Tentu saja enak darling" balas Xavier setelah menelan makanan yang ada di dalam mulutnya


'Bagaimana dengan pekerjaan kamu di sana?" tanya Lio penasaran


'Sekretaris Ben yang mengurus" ucap Xavier jujur


'Kamu mengalihkan tugasmu pada kak Ben, bagaimana dengan kak Emillya, apa dia masih suka merajuk?" tanya Lio merindukan sosok Emillya yang begitu menyayanginya


'Itu sudah tugasnya menjadi seorang sekretaris sekaligus asisten darling dan soal Emillya dia sering merengek untuk ikut ke sini" balas Xavier tersenyum manis mengingat betapa lucunya adik perempuannya itu saat merajuk


'Aku merindukan kak Emillya" ucap Lio


'Maka cepatlah lulus darling" balas Xavier membuat Lio mengangguk


'Nah sudah habis, kamu rencana mau kemana sekarang?" tanya Lio melihat Xavier yang tengah minum


'Saat minum saja dia begitu tampan" ucap Lio dalam hatinya dengan tatapan memujanya


'Jangan menatapku seperti itu darling atau kamu akan sulit untuk bernafas" ucap Xavier menyadarkan Lio


'Dasar mesum" ucap Lio cemberut


'Pria punya jiwa mesum itu adalah hal yang wajar darling, memang itu sudah menjadi sifatnya, bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar bukankah kamu pernah mengatakan akan membawa ku untuk pergi keluar" ucap Xavier lembut


'Baiklah aku bersiap-siap terlebih dahulu, tunggu sebentar yaa" ucap Lio langsung pergi berlari menuju lantai dua


Xavier menggelengkan kepalanya melihat sifat kekanakan Lio, Xavier tidak mau menapik bahwa dia adalah seorang pedofil sekarang karena menyukai gadis yang masih sma.


🌻🌻🌻


Pengen jugalah punya laki seperti Xavier, apa ada juga yang mau selain Author?

__ADS_1


riri-can


__ADS_2