KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Xa-Li (Xavier-Liora)


__ADS_3

Xavier mengecup lembut kening Lio yang masih tertidur pulas berbalut dengan selimut.


'Bangunlah darling, ini sudah siang" Xavier mengelus rambut Lio


'Aku masih ngantuk sayang" rengek Lio tanpa membuka matanya


'Bangun atau kita buat baby yang banyak disini" ancam Xavier membuat Lio mau tidak mau harus membuka matanya


Lio menatap Xavier dengan tatapan kesal karena acara tidurnya di ganggu.


'Jam berapa?" tanya Lio dengan suara serak membuat Xavier meringis karena tidak tahan dengan suara serak Lio


'Jam 3 pagi darling" balas Xavier


'Kenapa membangun kan aku di pagi buta begini?" tanya Lio menatap Xavier dengan tatapan meminta penjelasan


'Aku tidak bisa tidur darling, apa kamu tidak kasihan padaku?" Xavier menatap Lio dengan tatapan memelas


'Memangnya kenapa?" tanya Lio penasaran


'Aku tidak punya alasan darling, kamu harus temani aku" rengek Xavier


'Baiklah, jadi aku harus bagaimana?" Lio menatap Xavier dengan tatapan mengantuk


'Kita buat baby saja darling, buat baby yang banyak, ayolah" ajak Xavier manja


'Tidak mau, aku kan masih kecil Masa sudah punya baby" kesal Lio


'Satu saja darling, kita cicil saja iyaaa mau ya" pinta Xavier dengan nada merengek manja membuat Lio melotot karena terkejut dnegan tingkah aneh Xavier


'Kamu lagi demam ya sayang?" tanya Lio penasaran


'Ckck, ayolah darling, aku pengen punya baby sekarang" rengeknya kembali


'T.. tapi aku masih belum lulus sekolah, lagian di negara ku untuk memiliki baby harus menikah terlebih dahulu" ujar Lio


'Sekarang saja kita menikahnya darling, ayo bersiap ke kantor pengurusan pernikahan" ajak Xavier kembali


'Tapi ini masih jam 3 pagi, lagian kenapa kamu ingin sekali menikah?" tanya Lio penasaran


'Aku hanya tidak mau merusak kamu tanpa ada ikatan pernikahan darling, aku ingin punya baby" ucap Xavier memelas


'Tapi aku masih belum genap 18 tahun" ujar Lio


'Tidak apa-apa, bukankah cinta tidak memandang usia darling, lagian usiaku tidak tua masih 35 tahun" ucap Xavier bangga sedangkan Lio melotot menatap Xavier


'Aku 18 dan dia 35, jauh sekali jarak diantara kami" batin Lio

__ADS_1


'Bagaimana darling, ayo bersiap" Xavier menyadarkan Lio dari lamunannya


'Apa tidak terlalu cepat?" tanya Lio gugup


'Tidak darling, ayolah. Kamu tahu aku sangat menginginkan kamu darling, selama satu bulan lebih ini aku mencoba menahan agar tidak menyentuh kamu tetapi rasanya sangat sulit" ujar Xavier jujur


'Umm...aku...aku...


'Baiklah darling, aku harus menunggumu berapa bulan lagi atau bepara tahun lagi, aku akan menunggumu" Xavier tidak mau gadisnya berpikir bahwa dia menginginkan nya hanya karena nafsu padahal Xavier sangat mencintai dan menyayangi Lio sepenuh hati


'Baiklah, tapi apa tidak bisa besok saja" Lio masih mengantuk


Lio berpikir bahwa Xavier sepertinya kurang kerjaan saja, membangunkan dirinya di pagi buta dan mengatakan sudah siang terlebih Xavier mengatakan ingin punya baby membuat Lio menggelengkan kepalanya.


'Baikkah besok" putus Xavier


'Sekarang kita tidur dulu, aku masih mengantuk" Lio kembali membaringkan tubuhnya tetapi di tahan Xavier


'Aku tidak bisa tidur darling, kenapa kamu meninggalkan suami kamu dan memilih untuk tidur!" kesal Xavier sambil menatap Lio


'Jadi aku harus bagaimana? Masa aku juga tidak boleh tidur?" sungut Lio


'Ayolah darling, temani aku sekarang" Xavier menatap Lio dengan tatapan memelas


'Baiklah tuan kejam, aku temani" pasrah Lio


'Elus lah darling" pinta Xavier


Lio mengelus kepala Xavier secara perlahan, beberapa hari terakhir ini Xavier berulah dengan bersikap manja padanya padahal sebelumnya Xavier yang selalu memanjakannya.


'Apa sudah tidur?" tanya Lio penasaran


Karena tidak mendapatkan balasan, Lio menatap Xavier yang kini menutup kedua matanya serta deru nafasnya yang terdengar perlahan membuat Lio menyimpulkan bahwa Xavier sudah tertidur.


'Astaga, baru juga di elus sudah tidur, katanya tidak bisa tidur" Lio mengelus lembut pipi Xavier


'Dia pakai perawatan apa sih, sampai kulit wajahnya halus dan bersih begini?" monolog Lio pada dirinya sendiri


Lio memilih menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang, tangannya masih sibuk mengelus lembut kepala Xavier hingga tidak beberapa lama Lio ikut tertidur.


Pagi harinya Xavier membuka matanya dan mengucek nya secara pelan.


Mata tajamnya menatap Lio yang masih tertidur pulas dengan duduk sambil bersandar pada kepala ranjang.


'Kamu sangat cantik darling, aku merasa tidurku semalam sangatlah nyenyak, terimakasih darling" Xavier mengecup kening Lio dan mrmbenarkan letak posisi Lio agar tidurnya lebih nyaman lagi


Xavier memilih keluar dari kamar Lio, saat akan menuju kamarnya Xavier melihat adik kesayangannya tengah sibuk dengan sebuah drama yang berasal dari negeri ginseng itu, Xavier hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Emillya yang menutup matanya saat ada adegan ciuman padahal di negaranya itu bukanlah hal yang aneh lagi.

__ADS_1


'Untuk apa menutup mata padahal kamu sudah jelas pernah melakukannya!" sindir Xavier tajam


'Ihh kakak, diam saja!" balas Emillya kesal karena acara kesenangannya di ganggu


Xavier pergi menuju kamarnya, lagipula adik nya itu tidak akan berani berbuat hal lebih selain dari ciuman.


Xavier sudah rapi dengan setelan jas nya yang berwana abu-abu, dengan cepat Xavier kembali menuju kamar Lio.


Ternyata Lio sudah rapi dengan sebuah kaos dan celana jeans, terlihat simpel dan enak untuk di lihat.


'Sudah siap darling?" tanya Xavier


'Sudah" balas Lio


Xavier menautkan jarinya pada jari-jari mungil milik Lio, tangan Lio sangat pas dalam genggamannya membuatnya semakin senang.


Xavier sudah mengurus semua berkas milik Lio, karena pernikahan antar negara yang berbeda sangat lah sulit, harus mengurus ini dan itu belum lagi pengeluaran yang lumayan banyak tetapi itu bukan penghalang bagi Xavier, baginya memiliki Lio seutuhnya adalah sebuah anugerah yang tidak akan bisa di ungkapkan dengan sebuah kata-kata.


'Apa kamu yakin untuk menikahi aku sayang?" tanya Lio


Sejujurnya Lio takut menikahi pria asing, tetapi entah kenapa hatinya malah senang membuatnya menyimpulkan bahwa dia menerima Xavier.


'Tentu saja darling, setelah ini kamu adalah istriku, apa kamu senang?" Xavier menggigit gemas hidung Lio yang tidak mancung  dan tidak juga pesek


Setelah mengurus semuanya Xavier membawa Lio menuju sebuah danau yang terlihat indah.


'Kamu ingin pernikahan yang seperti apa darling?" tanya Xavier mengecup kening Lio


'Yang sederhana saja" jawab Lio


'Apa tidak ingin yang mewah, aku bisa mengabulkan nya darling, katakanlah kamu mau tema seperti apa?" Xavier masih mencoba memberikan masukan tentang tema pernikahan


'Aku hanya ingin tempatnya terbuka seperti di sebuah taman, dan juga banyak anak-anak disana" ungkap Lio


'Aku bisa mengabulkannya darling" kekeh Xavier


'Terserah kamu saja" putus Lio


Xavier kembali membawa Lio pulang karena jam yang sudah menunjukkan pukul 5 sore, mereka terlalu lama mengurus berkas-berkas penting tadinya di kantor sipil.


🌻🌻🌻


Cieeee yang mau menikah, kan author juga pengen nikah juga wkwk..


Semoga kalian suka yaa...


riri-can

__ADS_1


__ADS_2