KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Ngidam


__ADS_3

Usia kandungan Lio kini memasuki bulan kedua dan tentunya Lio terlihat makin bersinar dengan kehamilannya.


Kebanyakan ibu-ibu yang hamil akan terlihat tidak terawat saat hamil berbeda dengan Lio yang semakin cantik saja.


Lio sangat suka makan tetapi tidak lama kemudian makanan itu akan segera dia muntahkan hal itu membuat Xavier khawatir dan menyuruh sekretaris Ben menebus vitamin untuk istrinya.


Setelah mengkonsumsi vitamin itu Lio tidak pernah muntah lagi malah Lio semakin lahap untuk makan.


Kehamilan pertama Lio tidak begitu membuatnya susah tetapi Xavier yang  terlihat susah karena dia yang mengalami ngidam, awal Xavier ngidam yaitu ingin makan ice cream topping cabe sungguh sangat aneh dan lebih anehnya lagi bukan Xavier yang makan melainkan sekretaris Ben, mengingat itu Lio tersenyum lucu.


Bayangkan rasa manis nan lembut dipadukan dengan rasa pedas yang luar biasa, pasti rasanya sangat wow sekali.


'Darling" panggil Xavier manja


Lio mengalihkan matanya dari tv menatap Xavier yang berjalan dengan langkah malas.


'Kamu kenapa sayang?" tanya Lio penasaran


'Aku pengen minum perasan jeruk di campur sirup melon" ucap Xavier


'Baiklah mari kita buat" ucap Lio menggandeng tangan suaminya itu menuju dapur


Lio membuatkan minuman keinginan suaminya dengan serius.


'Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Emillya yang baru pulang dari kuliah


'Biasalah bapak-bapak ngidam" kekeh Lio melirik  Xavier yang bergelayut manja padanya


'Tidak tau malu" ejek Emillya dan Xavier hanya acuh


'Jangan kasih gula atau madu darling" ucap Xavier menolak saat Lio akan memberikan sedikit gula pada minuman itu


'Jadi mau di campur apa?" tanya Lio bingung


'Garam" balas Xavier


Lio dan Emillya terbengong dengan ucapan Xavier, mereka berdua meringis membayangkan rasa minuman itu bayangkan saja ketika rasa itu di sampur, asam, manis dan asin pasti rasanya sangat aneh.


Lio pun menuruti keinginan suaminya itu karena dia tahu jika Xavier sedang ngidam.


Setelah minuman itu selesai Lio memberikannya pada Xavier tetapi Xavier bukan meminumnya tapi malah memberikannya pada Emillya.


Emillya membulatkan bola matanya saat Xavier menyodorkan minuman setan itu padanya, seharusnya tadi dia langsung pergi ke kamarnya sehingga tidak menajadi sasaran ngidam gi*la kakaknya.

__ADS_1


'Minumlah" ucap Xavier polos


'Aku tidak haus kak" tolak Emillya


'Kubilang minum!" perintah Xavier memaksa


'Bantulah aku Tuhan, sepertinya kakakku ingin membunuhku dengan minuman setan itu" mohon Emillya dalam hatinya


'Kakak ipar" Emillya menatap Lio seolah mencari bantuan


'Sayang, minuman ini tidak layak untuk di minum" Lio menjauhkan gelas berisi minuman itu


'Tapi aku pengen Emillya yang minum darling" balas Xavier ngotot dengan keinginannya


'Jika tidak mau minum maka kakak tidak merestui hubunganmu dengan Ben!" ancam Xavier


Emillya melototkan matanya, entah setan apa yang merasuki kakaknya itu, padahal hubungannya dengan sekretaris Ben sudah semakin serius bahkan sekertaris Ben sudah melamarnya, kakaknya akan memisahkan dirinya dengan sekretaris Ben jika tidak mau meminum minuman setan itu.


Dengan terpaksa Emillya meraih minuman itu dan menatapnya ragu.


Perlahan Emillya meminumnya dan menelannya dengan susah payah.


Rasanya begitu aneh dan Emillya ingin segera memuntahkan minuman itu tetapi harus dia tahan dulu sebelum kakaknya itu pergi.


Emillya mau menangis rasanya saat meminumnya, dia berharap ada yang menolongnya dari kejahatan kakaknya itu.


Setelah gelas yang penuh itu habis setengah Xavier mengajak Lio kembali ke kamar, meninggalkan Emillya yang berlari ke wastafel memuntahkan semua minuman yang masuk ke dalam perutnya itu.


Sejak kakaknya mengidam tidak ada lagi hidup yang tenang untuknya dan penghuni mansion itu tetapi Lio tidak pernah masuk ke dalam daftar tujuan ngidam anehnya itu dan yang paling menderita adalah sekretaris Ben.


Xavier membaringkan tubuhnya di atas rangjang sesekali memainkan kedua gundukan daging milik istrinya.


Sudah lebih sebulan dia tidak menyentuh istrinya dan sekarang dia menginginkannya tetapi mengingat kandungan istrinya belum kuat membuatnya harus menahan lebih kama lagi.


'Kapan kita bisa melakukannya daring" rengek Xavier mengecup bibir Lio


'Sekarang juga boleh" balas Lio


'Tapi aku takut terjadi sesuatu padamu dan baby kita" ucap Xavier khawatir


'Kita bisa melakukannya dengan pelan dan lembut sayang" sejujurnya Lio juga menginginkan itu tetapi suaminya selalu menolak dengan alasan kandungnya masih belum kuat padahal kata dokter kandungannya sudah kuat dan baik-baik saja


Xavier pun mulai memberikan ciuman pada Lio tetapi tangannya masih aktif bermain di buah dada Lio.

__ADS_1


Lio menikmati ciuman mereka yang begitu panas dan tanpa sadar mendesah karena Xavier memberikan kenikmatan untuknya.


Akhirnya setelah berpuasa sebulan lebih Xavier kembali merasa nikmat dunia untuk kesekian kalinya, tentunya kali ini mereka berdua melakukan secara perlahan mengingat Lio yang tengah mengandung dan tidak boleh capek.


'Terimakasih darling, aku mencintaimu" Xavier mengecup kening dan bibir Lio setelah kegiatan panas mereka berdua


Lio menutup matanya karena merasa mengantuk sedangkan Xavier yang memeluk Lio mengelus perut Lio yang masih rata hanya saja sedikit menonjol dari sebelumnya yang menandakan bahwa calon anak mereka berkembang dengan baik.


'Sehat terus ya boy" ucapnya sambil mengelus perut Lio


'Aku sangat yakin kamu adalah boy dan aku ingin mengatakan kalau kamu telah lahir nantinya kamu harus membantu daddy menjaga mommy dan calon adik-adik mu nantinya, kamu mengerti boy?" Xavier mengajak interaksi calon anaknya


Sedangkan Lio yang masih belum tertidur hanya terkekeh geli dengan perkataan suaminya, tentu saja calon anak mereka belum merespon karena masih belum berbentuk bayi normal pada umumnya.


'Dia tidak akan membalasnya daddy" kekeh Lio


'Tidak apa, aku akan terus memperingatinya supaya bisa menjaga kamu dan calon baby kita selanjutnya, siapa suruh dia boy" balas Xavier


'Hei, apa kamu tidak suka jika calon anak kita laki-laki, bukankah itu bagus itu tandanya bakalan ada yang menyaingi ketampanan mu tuan tampan" goda Lio


'Itu yang aku benci darling, nanti kamu akan berpaling dariku" balas Xavier kesal


'Mengapa kamu cemburuan sekali padahal ini calon baby kita" ucap Lio mencubit lengan Xavier


'Auuuww... Kamu menyakitiku hanya ingin membelanya darling" Xavier mengelus cubitan Lio yang pelan


'Dasar lebay deh, berhenti bersikap kekanakan tuan apa kamu tidak malu dengan usiamu itu" balas Lio dan Xavier pun diam


Xavier membalikkan tubuh Lio dan menatap wajah istrinya itu, terlihat wajah yang menjadi candunya itu tengah menatapnya dengan tatapan berbinar.


'Kamu sangat cantik" ucap Xavier mencium bibir Lio karena gemas sendiri


'Kamu juga tampan sayang" balas Lio setelah ciuman Xavier usai


Mereka berdua tertidur sambil berpelukan melupakan tubuh mereka yang berkeringat di campur cairan percintaan mereka berdua.


🌻🌻🌻


Yang gak pernah rasain ngidam saat hamil siapa aja nih?


Padahal dulu author berharap bisa ngidam supaya bisa ngerjain suami seperti ibu-ibu yang lain ehh malah suami author yang ngidam wkwk.


Semoga kalian suka yaaa jangan lupa buat like biar author merasa termotivasi karena merasa di hargai, bolehlah kasih author bunga dan vote nya atau kalau bisa tip nya juga oke wkwkwk.

__ADS_1


riri-can


__ADS_2