KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Meminta Restu 3


__ADS_3

Lio sudah bersiap dengan celana jeans hitam dan sebuah sweater berwarna putih, setelah merasa sudah rapi Lio keluar dari kamar mewah itu.


Sesampai di ruang santai terlihat disana Emillya yang cemberut.


'Kakak ipar, apa kamu berencana meninggalkan aku disini sendirian?" Emillya menatap Lio sedih


'Aku sangat bahagia kakak ipar disini karena aku punya teman, apabila kamu pergi gimana dengan ku, aku akan selalu di tindas oleh kak Xavier" ujar Emillya sedih sembari memeluk Lio


'Jangan pulang aku mohon" pinta Emillya memohon


Lio merasa tidak enak pada Emillya, di satu sisi dia ingin melihat keluarga nya yang sudah dua bulan ini dia tinggalkan tetapi disisi lain dia juga tidak mau meninggalkan Xavier, Emillya dan sekretaris Ben yang menyayangi dirinya.


Untuk apa berharap pada seseorang yang tidak menginginkan kita sendiri sedangkan ada orang lain yang menginginkan kamu untuk tetap di sisinya, maka Lio mengambil kesimpulan dia akan tetap bersama Xavier, tujuan dirinya pulang ke Indonesia hanya untuk bertemu keluarganya saja.


'Kakak tenanglah, aku hanya ingin bertemu saja dan tidak akan lama disana" putus Lio


'Benarkah? syukur lah aku senang sekali, terimakasih sudah memilih tinggal disini" ucap Emillya memeluk Lio erat


Tidak lama kemudian terlihat Xavier sudah rapi dengan setelan jas berwarna navy.


'Kak aku harap kakak menjaga kakak ipar di sana" ucap Emillya menatap Xavier sendu


'Tentu saja, tanpa kamu suruh sudah pasti aku menjaganya, kamu baik-baik lah disini, jangan keluar sendirian" ucap Xavier mengelus kepala Emillya


'Baiklah kak, kalian hati-hati disana, setelah urusan kalian selesai langsung pulang kemari" ucap Emillya cemberut


'Baiklah adik manja" goda Xavier


'Apa kamu tidak malu dengan kekasihmu yang disana" goda Xavier sembari menunjuk sekretaris Ben yang berdiri di dekat sofa paling ujung


Emillya menunduk karena malu, dia tidak sadar dengan kehadiran sekretaris Ben, seharusnya dia menjaga imejnya sesuai buku wanita bangsawan yang dia baca.


Sekretaris Ben tersenyum tipis melihat Emillya yang tengah malu.


'Baiklah kakak pergi" pamit Xavier sambil menggenggam tangan Lio


Emillya masih menunduk dan tidak sadar bahwa sekretaris Ben sudah berdiri di sampingnya.


'Apa nona tidak lelah menunduk terus? Apa menurut nona lantainya lebih menarik daripada aku nona?" tanya sekretaris Ben menggoda Emillya

__ADS_1


Emillya sudah sangat malu sekarang, dengan cepat Emillya berlari mengejar kakaknya dan Lio menuju halaman belakang dimana parkiran helikopter berada.


'Kakak tunggu!" teriak Emillya berlari meninggalkan sekretaris Ben yang tertawa renyah melihat tingkah menggemaskan Emillya


***


Lio menatap takjub pemandangan dari helikopter, terlihat sangat menawan dan cantik dengan kerlap-kerlip lampu yang menerangi semua penjuru kota.


'Apa kamu menyukainya darling?" tanya Xavier yang duduk di samping Lio


Xavier bisa mengoperasikan helikopter dan juga sudah mempunyai surat ijinnya, hanya saja dia ingin duduk di sampi Lio sang pujaan hatinya.


'Indah sekali" ucap Lio menatap pandangan dari atas


'aku akan sering membawa mu naik helikopter darling" balas Xavier dan hanya di balas Lio dengan senyuman


Sebelum keberangkatan mereka berdua tentunya Xavier sudah mengurus semuanya sehingga perjalanan mereka tidak terhambat menuju dimana negara Liora berasal.


'Tidurlah darling" Xavier membawa Lio ke dalam pelukannya karena melihat Lio yang mulai mengantuk


Lio menurut saja karena dia memang sudah sangat mengantuk.


Setelah mendarat Xavier menggendong Lio untuk menuruni helikopter.


Sedangkan di kediaman tuan Alfa tengah heboh mendengar suara yang berasal dari helikopter milik Xavier, mereka keluar dari rumah itu.


Tuan Alfa nampak terbengong melihat helikopter yang mendarat di halaman rumahnya, saat seseorang yang tidak lain Xavier turun dari helikopter itu sembari menggendong seorang gadis membuat tuan Alfa bingung, tetapi karena Xavier yang semakin dekat membuat tuan Alfa melihat jelas gadis yang di gendong Xavier.


'Putriku" guman tuan Alfa meneteskan air matanya


Tuan Alfa berjalan mendekat dan menatap Xavier penuh tanda tanya.


Tuan Alfa tentunya mengenal Xavier, karena wajah Xavier sering muncul di majalah bisnis ataupun televisi yang memperlihatkan semua kesuksesan besar milik Xavier.


'Tunjukkan dimana kamarnya!" ucap Xavier tajam seolah memerintah


Tuan Alfa yang faham langsung menuntun Xavier memasuki rumah miliknya itu.


Semua orang menatap ke datangan Xavier yang menggendong Liora nona muda mereka yang telah lama pergi.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar milik Lio, Xavier langsung merebahkan tubuh Lio dan menyelimuti nya.


Tuan Alfa masih menatap dua orang di depannya dengan banyaknya pertanyaan yang terlintas di pikirannya.


'Langsung saja, saya datang kemari untuk melamar putri bungsu mu untuk jadi istriku" ucap Xavier menatap tajam tuan Alfa


Tubuh tuan Alfa bergetar mendengar suara tegas milik Xavier, terlihat jelas begitu sangat berkuasa dan terlihat elegan.


'Maksud tuan Xavier apa?" tanya tuan Alfa sadar


'Tidak ada kata pengulangan, aku katakan sekali lagi Liora adalah calon istriku!" ujar Xavier acuh


Tuan Alfa semakin bingung, dia baru saja melihat putrinya selama ini dia cari ke berbagai tempat, dan ternyata putrinya berada dalam kawasan Xavier pengusaha besar itu, tentu saja suruhan nya tidak akan mengetahui keberadaan putrinya itu.


'Apa selama ini putriku berada di tempat tuan Xavier?" tanya tuan Alfa dengan wajah yang pucat


'Apa dia masih termasuk putrimu?!" tanya balik Xavier seolah mengejek tuan Alfa


Tuan Alfa menunduk karena merasa malu, marah dan sedih secara bersamaan mendengar perkataan Xavier.


'Maafkan saya" ucap tuan Alfa menyesal


'Kenapa meminta maaf padaku, seharusnya pada calon istriku" Xavier berkata cuek


'Saya merestuinya tuan Xavier, saya merasa malu berhadapan dengannya, sungguh saya menyesal memperlakukan nya dengan tidak baik selama ini" sesal tuan Alfa


'Aku tahu, aku tahu kamu mencarinya selama ini" ucap Xavier menatap tuan Alfa dengan tajam


'Terimakasih tuan, terimakasih sudah merawat putriku ini, aku sangat tidak becus jadi seorang ayah" isak tuan Alfa


'Sudahlah, tunggu saja dia sadar, aku akan keluar karena ada keperluan lain, katakan padanya aku akan datang nantinya" jelas Xavier langsung pamit meninggalkan Liora dengan tuan Alfa yang masih menatap dirinya


🌻🌻🌻


Gimana ini gaess... Xavier tipe pria yang langsung melakukan pembuktian tanpa mengucapkan kata-kata ya mom's kan author jadi iri kepada Liora.


Kalian setuju tidak apabila author bersama dengan Xavier? 😌


Semoga kalian suka dan jangan lupa untuk klik Like, Komen dan Core biar author semakin semangat.

__ADS_1


riri-can


__ADS_2