KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Surat Nyasar


__ADS_3

Setelah mengetahui kehamilan Lio tingkah Xavier lebih posesif dari sebelumnya bahkan Lio tidak di perbolehkan turun dari ranjang, hal itu membuat Lio geram dengan tingkah suaminya yang sangat berlebihan padahal dia hanya hamil bukan sakit.


'Aku melakukan ini untuk kebaikan kamu darling" ucap Xavier melihat wajah masam Lio


Lio memutar bola matanya karena malas mendengar kata-kata itu, entah sudah berapakali Xavier mengucapkan kata itu, sungguh Lio semakin kesal setengah mati.


'Apa kamu mendengarkan aku darling?" tanya Xavier karena melihat Lio yang membuang muka


'Tentu saja aku mendengamu sayang" balas Lio dengan senyum paksa di dalam hatinya dia ingin sekali menjambak wajah tampan suaminya itu


'Baguslah, aku pergi dulu darling dan ingat jangan turun dari ranjang kalau bukan untuk ke kamar mandi saja" Xavier kembali mengeluarkan sifat posesifnya


'Iya suamiku pergilah bekerja" ucap Lio dengan senyum manisnya


'Sehingga aku bisa leluasa untuk kemana-mana" lanjut Lio dalam hidupnya


Tok... Tok... Tok...


Xavier membuka pintu dan menatap maid yang kini menunduk takut.


'Katakan ada keperluan apa?" tanya Xavier tegas


Xavier hanya berkata lembut pada Lio istrinya dan Emillya terkadang dia juga tegas pada keduanya agar bisa menghadapi masalah kedepannya.


'Ada surat untuk nyonya muda tuan" maid itu memberikan sebuah amplop berisi surat yang di tujukan untuk Lio


Xavier merasa bingung dengan maid itu karena sedari tadi dia hanya menunduk saja, bahkan maid yang ada di rumahnya jika memberikan sesuatu untuknya pasti mengangkat wajah tetapi Xavier bodoh amat dan berpikir maid nya itu takut padanya.


Xavier menatap Lio yang kini mengerutkan keningnya karena ingin tahu apa yang terjadi pada suaminya itu.


'Ada apa sayang?" tanya Lio penasaran


'Tidak ada" balas Xavier


Xavier membelakangi Lio dan membuka amplop berisi surat untuk Lio.


Saat membaca surat itu tiba-tiba wajahnya memerah karena menahan marah.


Untukmu wahai calon istriku (Liora Greensya)


Aku sudah lama melihatmu dari kejauhan, dan berinisiatif  membawamu kabur dari pria pembunuh itu, aku tahu kamu tidak mencintainya dan aku akan mengambil kamu darinya.


Salam dariku sayang


Y.H


Xavier mere*mas surat itu dengan amarah yang memuncak, tatapannya tertuju pada Lio yang kini sibuk membaca novel barunya yang di beli oleh pelayan atas perintah Xavier.


Xavier berjalan mendekat pada Lio dan merebut novel itu dari tangan Lio.

__ADS_1


'Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Lio menatap Xavier bingung


'Apa kamu punya selingkuhan!" tuduh Xavier melotot pada Lio


'Maksud kamu apa?" Lio tidak mengerti sama sekali maksud suaminya


Xavier melemparkan surat yang sudah tidak berbentuk itu pada Lio dan Lio pun membacanya, Lio tidak tahu apa-apa soal surat itu.


'Aku tidak selingkuh sayang dan aku tidak mengenal nama Y.H" ucap Lio membuang surat itu


'Tapi dia mengatakan ingin membawamu kabur dariku, katakan dimana kalian bertemu!" tuntut Xavier kesal menahan amarah


'Kamu sungguh tidak jelas, kamu tahu sendiri aku tidak pernah keluar dari mansion mewah ini setelah menikah denganmu, bagaimana caranya aku bisa selingkuh dan berjumpa dengan pria lain" balas Lio seperti sindiran untuk Xavier


Xavier terdiam seketika, ucapan istrinya benar entah kenapa dia menyesal mengurung istrinya di dalam rumah tetapi dia takut terjadi sesuatu pada Lio saat keluar rumah.


'Maafkan aku darling, a..aku hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu, aku takut kehilanganmu" ucap Xavier dengan wajah sedihnya dan Lio pun paham dan menganggukkan kepalanya


Xavier ikut berbaring di samping Lio membawa Lio kedalam dekapannya.


'Apa kamu tidak jadi ke kantor?" tanya Lio penasaran


'Kumohon pergilah biar aku bisa lebih leluasa saat bergerak" mohon Lio dalam hatinya


'Tidak darling aku ingin menemani kamu disini" jawab Xavier membuat Lio kecewa


'Ben bisa mengurusnya darling, aku akan bekerja di rumah saja" ucap Xavier mengecup kening Lio


Lio pun terdiam dan memasang wajah cemberutnya, entah kenapa Lio mendadak tidak suka dengan kehamilannya karena semua aktivitasnya di batasi oleh Xavier.


Sedangkan Xavier yang tidak peka sama sekali hanya sibuk memikirkan pengirim surat untuk istrinya itu.


'Aku harus ke kantor darling, ada yang harus aku kerjakan" ucap Xavier tiba-tiba


Wajah Lio yang tadinya masam tiba-tiba cerah seketika karena Xavier akan pergi ke kantor dan itu artinya dia bisa bebas secara diam-diam.


'Jaga dirimu dan baby kita darling, aku pergi dulu" pamit Xavier


Cup


Xavier memberikan ciuman pada pipi Lio dan pergi begitu saja, Lio menatap pintu memastikan Xavier sudah pergi atau tidak.


Baru juga menyibakkan selimutnya pintu kamar di buka kembali membuat Lio terkejut dan buru-buru membenarkan selimutnya.


'Hmm.. Max, apa ada yang tertinggal?" tanya Lio lembut saat melihat sosok Xavier yang datang


Xavier tersenyum lembut membalas senyuman manis istrinya.


'Tentu darling, aku melupakan sesuatu" ucap Xavier berjalan mendekat ke arah Lio

__ADS_1


'Aku mencintaimu dan calon baby kita darling, jaga diri baik-baik aku akan cepat pulang" Xavier mengecup kening Lio dan bibir Lio kemudian menyibakkan selimut serta baju Lio


Sejenak Xavier menatap perut rata Lio dan melebarkan senyumnya.


'Daddy menyayangi kamu son, sehat disana yaa" Xavier mencium perut Lio dan mengelusnya lembut


Lio yang tadinya kesal jadi terharu dengan sikap romantis suaminya itu.


'Aku juga menyayangi daddy" balas Lio menggunakan suara anak kecil tentunya Xavier terkekeh mendengarnya


'Aku pamit darling, aku mencintaimu" ucap Xavier


'Aku mencintaimu juga sayang, hati-hati ya" balas Lio tersenyum senang


Xavier setiap saat mengucapkan 'aku mencintaimu", terkadang Lio berpendapat bahwa Xavier adalah sosok pria yang menyebalkan tetapi kadang dia juga berpendapat bahwa Xavier adalah pria yang menyenangkan, sifat itu sudah melekat dalam diri Xavier dan Lio harus menerimanya.


Setelah memastikan Xavier benar-benar pergi Lio beranjak dari ranjang dan menggerakkan beberapakali anggota badannya.


'Akhirnya pria posesif itu pergi juga" ucap Lio lega


'Aku yakin beberapa jam lagi berbaring di ranjang itu tubuhku akan mati rasa" ucapnya menggerutu


Lio segera keluar dari dalam kamar menuju kamar Emillya karena jam baru menunjukkan pukul 8 pagi tentunya Emillya belum berangkat kuliah.


Tok... Tok... Tok...


Lio mengetuk pintu beberapakali dan membukanya memperlihatkan Emillya yang tengah maskeran.


Emillya membulatkan bola matanya melihat Lio masuk ke dalam kamarnya.


'Kakak ipar" ucap Emillya terkejut


'Apa yang kakak ipar lakukan kesini, bagaimana kalau kakak tahu, aduhhh... nanti aku yang jadi kambingnya ini, kakak ipar balik lagi ke kamar sana" Emillya takut kakaknya marah padanya karena membiarkan Lio berjalan kesana-kemari


'Aku bosan di kamar terus, lama-lama semua urat dalam tubuhku bisa menegang karena kebanyakan berbaring" ucap Lio cemberut


'Iya sih, kakak berlebihan deh padahal menurutku kakak ipar sehat kok jadi tidak salah kalau beraktivitas seperti biasa" Emillya berpendapat


'Aku juga berpikiran begitu, aku bosan" Lio duduk di ranjang Emillya


Mereka berdua menghabiskan waktu dengan menggosip hingga acara mereka berhenti melihat jam yang kini menunjukkan pukul 10 yang menandakan Emillya harus berangkat ke kampus.


Lio kembali ke kamarnya karena merasa mengantuk, Lio berpikir itu mungkin bawaan kehamilannya karena mudah mengantuk.


🌻🌻🌻


Semoga suka yaaa...


riri-can

__ADS_1


__ADS_2