
Lio duduk termenung memikirkan kapan dia bisa punya anak.
'Hei kakak ipar" sapa Emillya
'Umm...hai" balas Lio malas
'Ada apa kakak ipar? Kelihatannya kamu sedang punya masalah?" Emillya duduk di depan Lio yang tiba-tiba menampilkan wajah sedihnya tentu saja Emillya terkejut
'Kumohon jangan menangis" mohon Emillya meringis karena takut di marahi oleh Xavier
Emillya masih mengingat dengan jelas saat seorang maid tidak sengaja menabrak Lio dan Xavier begitu murka, Xavier menghabisi maid itu dengan menembaknya saat itu juga.
'Hiks..hiks..Max jahat padaku hiks.." isak Lio
'Memangnya apa yang kakak lakukan?" tanya Emillya kepo
'Dia tidak mau menyentuhku lagi, apa aku kurang cantik hiks..dia sangat jahat hiks.." Lio menangis sesenggukan membuat Emillya menggelengkan kepalanya
'Bukannya kakak tidak mau kakak ipar, kakak ipar tahu sendiri bagaimana perusahaan saat ini, anggap saja kakak lagi tidak ada disini dan lagi keluar kota" balas Emillya
'Tidak bisa, kamu tahu semalam aku mencium bau parfum wanita di jas kerjanya, bisa saja dia selingkuh karena aku kurang cantik" kesal Lio
Emillya yakin kakaknya tidak mungkin selingkuh mengingat betapa cinta dan sayangnya Xavier pada Lio.
'Bisa saja itu parfum rekan kerjanya, kakak ipar tahu sendiri bukan wanita di negara P ini sangat suka wewangian yang berlebihan bahkan aku saja mual menciumnya" Emillya berpendapat positif agar Lio sedikit tenang
'Apa aku operasi pay*udara saja ya, milikku tidak sebesar yang lain bahkan milikmu lebih besar" rengek Lio
Emillya menggelengkan kepalanya dengan tingkah aneh istri kakaknya itu, beberapa hari terakhir ini sikap Lio sangat berlebihan bahkan jika Xavier pulang telat semenit saja maka Lio akan mgambek, Emillya kadang di buat pusing dengan tingkah Lio.
Emillya sadar jika Lio masih termasuk fase menuju kedewasaan, tetapi kadang sifatnya terlalu berlebihan, Emillya takut jika kakaknya bosan dengan tingkah kekanakan Lio.
'Kakak ipar, dengarkan aku kali ini" Emillya menatap Lio sedikit kesal
'Apa kakak ipar tahu konsekuensi menikah dengan seorang pria dewasa dan berpengaruh seperti kak Xavier?" Emillya sebenarnya tidak mau berkata seperti itu tetapi dia juga tidak mau kehidupan rumah tangga kakaknya semakin tidak jelas karena tingkah Lio yang menurutnya kekanakan
'Konsekuensinya yaitu kakak ipar harus banyak bersabar, kehidupan kak Xavier bukan hanya terus berdiam diri di rumah dengan bermanja-manja bersama kakak ipar, dia punya kehidupan sendiri bahkan tugas perusahaan tidak mungkin dia serahkan pada kak Ben, aku berkata seperti ini agar kakak ipar bisa berpikir ulang, misal kakak ipar punya kegiatan agar tidak memikirkan kak Xavier" Emillya memberikan pendapatnya
'Apa aku terlihat seperti anak kecil?" tanya Lio polos
__ADS_1
'Tentu saja, beberapa hari ini sifat kakak ipar mudah sekali berubah-ubah bahkan aku sendiri di buat bingung" Emillya mengeluarkan isi hatinya
'Sepertinya kak Emillya benar, aku terlalu berlebihan berpikir buruk soal Max, jadi aku harus bagaimana?" tanya Lio serius
'Kakak ipar hanya perlu bersabar sedikit, aku yakin kak Xavier juga tengah berjuang agar bisa berduaan dengan kakak ipar" Emillya sedikit kasihan melihat Lio menikah dengan kakaknya yang super sibuk
Seharusnya Lio masih menikmati waktu mudanya dengan bermain-main dengan teman sebayanya, awal mengenal Lio, Emillya berpendapat bahwa Lio adalah gadis kecil yang di paksa untuk menjadi dewasa dan ternyata dugaannya benar tetapi Emillya juga senang dengan pertemuan Xavier dan Lio yang membuat Xavier percaya kembali yang namanya cinta, Xavier bisa kembali merasakan hidup yang berwarna berkat Lio jadi tidak ada alasan Emillya untuk membenci Lio karena dia tahu kalau Lio akan berubah seiring berjalannya waktu.
'Ngomong-ngomong apa kakak ipar sudah makan?" tanya Emillya perhatian
Emillya berpikir biar bagaimanapun Lio menjadi kakak iparnya tetapi di dalam hatinya dia menganggap Lio seperti adiknya sendiri.
Semenjak berpacaran dengan sekretaris Ben sifat Emillya jauh berbeda, dia lebih dewasa dari biasanya karena menurutnya sekretaris Ben menyukai tipe wanita yang dewasa dan modis dan tidak ada salahnya dia mengajari Lio bersikap dewasa.
'Aku belum makan, aku tidak bernafsu" keluh Lio
'Umm...kakak ipar mau makan apa biar aku buatkan?" tanya Emillya kembali
'Aku pengen makan batagor dengan bumbu kacang yang banyak" Lio memikirkan batagor yang berasal dari negaranya
'Batagor? Jenis makanan apa itu, aku baru tahu?" Emillya menggaruk kepalanya karena bingung
'Ini namanya batagor" tunjuk Lio pada ponselnya
'Terlihat seperti ta*i" Emillya berpendapat
'Enak saja! Ini makanan enak tau!" kesal Lio karena Emillya menjelek-jelekkan makanan yang berasal dari negaranya
'Tapi kan terlihat aneh begitu, lagian makanan aneh itu mana ada penjualnya disini" Emillya berpendapat
'Tapi kan aku pengen makan" keluh Lio
'Baiklah, bagaimana kalau kita buat saja" Emillya melihat wajah Lio yang sedih
'Boleh, mari kita buat" Lio tersenyum senang karena keinginannya untuk makan batagor akan segera terwujud
Hampir 1 jam mereka membuatnya karena sering gagal hingga percobaan terakhir berhasil.
'YEEEAHHHHHH...!" teriak mereka berdua secara bersamaan membuat para maid yang sedari tadi menonton ikut berteriak juga
__ADS_1
'Akhirnya selesai juga, aku sudah tidak sabar untuk memakannya" ucap Lio meneteskan air liurnya karena ingin makan
'Tolong di pindahkan ke piring dan bawa ke meja makan ya" ucap Lio pada maid yang berdiri di dekatnya
'Baik nyonya muda" patuh maid itu
Lio sudah tidak sabar memakan batagor buatan mereka begitu juga Emillya yang penasaran akan rasanya.
Saat batagor itu sudah terjadi di atas meja Lio segera mengambilnya dan langsung menyuapkan ke dalam mulutnya begitu juga Emillya yang mengikuti Lio.
Sejenak mereka terdiam merasakan hasil masakan mereka sendiri hingga.
'Wow rasanya ummm.. agak aneh tapi lumayan enak" ucap Emillya kembali menyendokkan batagor itu ke dalam mulutnya
'Umm...enak" ucapnya kembali
'Iya kak, aku tidak menyangka masakan kita berhasil" ucap Lio sibuk mengunyah makanannya
Mereka berdua pun membagikan masakan mereka pada maid yang sedari tadi menonton.
Setelah merasa kenyang mereka berdua memilih masuk ke dalam kamar masing-masing.
Berbeda dengan Lio yang kini memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya.
UEEKKKKK....UUUEEKKKK...
Lio merasa lemas sekarang karena semua makanan yang dia makan keluar semua.
'Hiks..hiks.. Max" panggilnya dengan suara lirihnya
Tetapi tidak ada sahutan karena Xavier masih sibuk di kantor mengurus semua urusan bisnis.
Dengan kerongkongan yang terasa sakit Lio memilih berbaring di atas ranjang karena tiba-tiba merasa pusing.
🌻🌻🌻
Wow...hayoloh Lio kenapa yaa?
riri-can
__ADS_1