KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Penolakan


__ADS_3

'Terimalah perasaan ku ini Lio, maafkan semua yang kulakukan beberapa bulan yang lalu" sesal Arion


'Yon, dengarkan aku, sebelum kamu membenciku saat itu aku sudah jauh hari membuang perasaan suka ku padamu, aku hanya menganggap kamu sebagai seorang sahabat pada umumnya, aku tidak bisa menerima kamu Yon karena aku sudah punya seseorang yang aku sukai dan dia juga menyukai aku" jujur Lio


'Bahkan dia rela melakukan apapun untukku" batin Lio


Arion terdiam mendengar ucapan Lio, selama ini dia terlalu kekanak-kanakan dengan mengerjai Lio dan membentaknya, Arion sungguh menyesal tetapi semua telah terjadi maka dia harus mengikhlaskan.


'Baiklah" putus Arion sambil menghela nafas panjang


'Tetapi apa kita masih bisa berteman?" tanya Arion berharap


'Tentu saja boleh" balas Lio tersenyum lembut


'Tidak apa, setidaknya aku masih bisa dekat denganmu" batin Arion


Setelah kejadian itu hubungan keduanya hanya sebatas teman biasa karena Lio takut kejadian beberapa bulan yang lalu terjadi tetapi Arion terus berusaha memperbaiki dirinya agar Lio memaafkan dirinya.


***


Lio menatap ponselnya yang tidak ada apa-apa, dia tengah menunggu kabar dari Xavier yang selama 3 hari ini tidak pernah mengabarinya.


Lio berpikir bahwa Xavier marah padanya karena telah memutuskan untuk tinggal di Indonesia.


'Apa dia marah?" gumannya pada dirinya sendiri


'Ngapain lo" Leon duduk di samping Lio


'Tidak ada" balas Lio acuh


'Apa kekasih tua lo itu belum mengirim pesan?" tanya Leon seolah mengejek Xavier adalah pria tua


'Diamlah!" kesal Lio melirik Leon tajam


'Baiklah-baiklah, ngomong-ngomong lo udah baikan dengan sobat kecil lo itu?" tanya Leon kepo


'Ya, aku dengan Arion sudah baikan" balas Lio acuh dan masih menatap ponselnya


'Apa segitu kangennya dengan pria tua itu?" tanya Leon menatap Lio penuh tanda tanya


'Maxwel bukan pria tua Leon, dia masih cocok denganku!" kesal Lio


'Cih, seperti nya lo udah kena pelet pria tua itu" kesal Leon saat Lio membela Xavier


'Terserah lah, aku mau tidur saja" putus Lio beranjak pergi tetapi Leon menahannya


'Apa lagi sih" kesal Lio

__ADS_1


'Temani gue ke restoran dulu, tadi mamah suruh buat kesana ambil pembukuan" ucap Leon


'Tapi aku malas" sungut Lio


'Ayolah, temani gue bentaran doang" Leon menarik lengan Lio


'Masa aku keluar make baju beginian?" Lio menatap penampakannya yang hanya memakai kaos kedodoran dengan hot pant


'Udahlah biarin aja" Leon masih menarik Lio


'Aku bahkan bekum mandi" kesal Lio


'Elehh lo mandi enggak mandi sama aja, gak ada bedanya, buruan naik" Leon memberikan Lio helm


Dengan ogah-ogahan Lio naik ke atas motor Leon, pikirannya masih berkelana dengan memikirkan Xavier yang tak kunjung menghubunginya.


'Turun" ucap Leon


'Eh, udah sampai ya?" tanya Lio menatap restoran yang terbilang besar


'Lo sih, kebanyakan ngelamun buruan turun" ucap Leon sewot


'Sabar kenapa sih!" Lio juga ikutan kesal


'Lo makin ngelunjak ya sama gue setelah kenal pria tua itu" Leon menatap Lio tajam


'Terserah aku dong" balas Lio


Interior restoran itu sangatlah mewah pantas saja bisnis orang tuanya terkenal di belahan dunia, matanya menatap figura foto berisi 5 orang, terlihat tuan Alfa dan nyonya Erika yang menggendong dua anak kecil berusia 3 tahun dan seorang gadis kecil berdiri di tengah tuan Alfa dan nyonya Erika.


Mata bulat Lio menatap figura foto besar lebih tepatnya kliping yang di satukan dan menyatu ke dinding, matanya tertuju pada gadis kecil yang di gendong oleh tuan Alfa, dia tahu gadis kecil itu adalah dirinya.


Perlahan air matanya mengalir, ternyata kedua orang tuanya selama ini tidak melupakannya karena kliping itu terlihat paling mencolok dan bahkan orang-orang akan tahu bahwa itu adalah satu keluarga yang lengkap.


'Heh! Bengong aja, buruan jalan" Leon menatap Lio yang menatapnya dengan linangan air mata


'Dasar cengeng" ejek Leon saat mengetahui Lio menangis setelah melihat kliping foto itu


'Aku hanya terharu" ucap Lio


'Udah, ayo buruan mamah udah nunggu" Leon menarik tangan Lio menuju sebuah ruangan


Restoran itu sudah ramai pengunjung padahal masih jam 9 pagi, pastas saja uang orang tuanya banyak.


Saat ruangan itu terbuka terlihat nyonya Erika yang tengah sibuk mengetik di komputernya.


Lio menatap sekeliling yang terlihat elegan, matanya menatap foto besar yang menggantung di dinding.

__ADS_1


Foto yang berisi 5 orang, Lio mengingat kapan foto itu di ambil, foto itu di ambil saat dia baru lulus SMP dan saat pulang kerumah nyonya Erika menyuruhnya untuk mengganti bajunya dengan gaun berwarna coklat yang sudah di sediakan.


Saat itu nyonya Erika beralasan ingin mengurus semua data dirinya, saat itu Lio masih polos tanpa bisa berpikir panjang, ternyata saat itu hanya alasan klasik nyonya Erika, perlahan hati Lio merasa bahagia meskipun gengsi nyonya Erika tinggi tetapi dia punya cara tersendiri untuk menyayanginya.


'Kalian sudah datang?" nyonya Erika menyadari kedatangan mereka berdua


'Duduklah biar mamah pesan makanan untuk kalian, apa kalian sudah makan?" tanya nyonya Erika menatap kedua anaknya dengan tatapan keibuan


Tadi pagi sebelum semuanya bangun nyonya Erika sudah pergi duluan ke restoran sedangkan tuan Alfa masih harus istirahat mengingat kondisi kesehatan nya menurun setelah kepergian Lio.


'Sudah"


'Belum"


Lio dan Leon berucap secara bersamaan dengan kata yang berbeda membuat nyonya Erika menatap keduanya bingung.


'Yanga mana yang benar?" tanya nyonya Erika


'Aku mah" ucap Lio duluan dengan menginjak kaki Leon


'Apaan sih" kesal Leon meringis karena Lio menginjak kakinya


'Kamu kenapa Leon?" nyonya Erika menatap Leon bingung


'Leon di gigit semut mah, iya di gigit semut" jawab Lio sambil menatap Leon tajam


'Apa benar?" tanya nyonya Erika memastikan


'Iya mah" jawab Leon pasrah melihat saudara kembarnya yang menatapnya tajam


'Baiklah tunggu sebentar biar mamah pesan buat kalian, kalian mau pesan apa?" tanya nyonya Erika


'Apa saja yang penting enak" jawab Lio kembali membuat Leon kesal karena sedari tadi Lio selalu memotong saat dia akan berbicara


'Bisa diam tidak! Sedari tadi bicara saja!" kesal Leon


'Terserah aku" balas Lio judes


Nyonya Erika tersenyum melihat interaksi keduanya, sifatnya tidak jauh berbeda layaknya saudara kembar yang selalu ribut, ternyata sifat asli Putri bungsunya itu seperti Leon dan tuan Alfa suaminya.


'Sudah jangan ribut, kamu mau pesan apa Leon?" tanya nyonya Erika mengetahui keinginan Leon dan Lio tidaklah sama


'Aku hanya butuh air putih mah" balas Leon


'Aku pesan makanan yang enak" ucap Lio menatap Leon tajam


'Baiklah, jangan ribut lagi mamah pusing lihat kalian adu mulut" ucap nyonya Erika langsung menelepon asistennya untuk membawa makanan

__ADS_1


🌻🌻🌻


riri-can


__ADS_2