
Tuan Alfa menatap setiap sudut rumah berharap menemukan sosok rapuh yang selalu dia benci keberadaan nya.
Hatinya sudah membulat untuk mencari Lio, dia tidak perduli lagi dengan keegoisan hatinya, sekarang dia sadar bahwa anaknya lebih penting dari segalanya, baik itu jabatan maupun harta.
'Tunggu papa nak, papa akan datang menjemput kamu" lirih tuan Alfa dengan nada sedihnya
Entah berapa kali tuan Alfa meneteskan air matanya hari ini, bahkan matanya sudah bengkak akibat kelamaan menangis.
'Pah, sudahlah! itu sudah menjadi pilihan anak itu untuk pergi jadi abaikan saja. Bukankah selama ini kita tidak perduli padanya? jadi kita seperti awal saja pah, lagian dia itu pembawa si*al, buktinya papa tidak dapat harta warisan sedikit pun" Aleysa menatap tuan Alfa dengan wajah kesalnya
'Semoga kamu mati saja anak sia*lan! Aku sangat membencimu, aku berharap agar kamu menderita di luar sana" umpat Aleysa dalam hatinya
'Apa yang kamu katakan Leysa! papa tidak suka kamu berkata seperti itu, dia adikmu dan sudah seharusnya papa mencarinya, dia masih kecil hiks..apa dia sudah makan? apa dia bisa tidur nyenyak? oh putriku yang malang" tuan Alfa kembali menangis memikirkan nasib putrinya di luar sana
'Cih! biar Ley ingatkan sama papa, papa yang membuat dia pergi jadi biarkan saja, lagipula dia itu hanya hama yang merusak martabat keluarga ini" sinis Aleysa memperlihatkan betapa bencinya dia terhadap Lio
PLAK
'Jaga ucapan mu itu Leysa! papa tidak pernah mengajarimu untuk berkata hal kotor itu" tuan Alfa menatap Aleysa tajam
Aleysa memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh tuan Alfa, pikirannya berkelana jauh memikirkan apa yang harus dia lakukan nantinya apabila Lio sudah ketemu.
'Lihat saja anak hama! Akan aku balas semua ini, semuanya akibat kelahiran mu, bahkan papa berani menampar ku hanya ingin membelamu, aku sungguh membencimu!" Aleysa menanamkan rasa bencinya dalam hatinya
Tanpa berbicara kepada tuan Alfa, Aleysa pergi begitu saja dengan amarah yang membuncah.
Sedangkan tuan Alfa meraih ponselnya untuk menghubungi suruhannya, apakah sudah mendapatkan berita tentang keberadaan putri bungsunya itu.
'Bagaimana? apa sudah ada titik terang?" tanya tuan Alfa to the point
'Maafkan saya tuan, saya belum mendapatkan nya" lapor suruhan tuan Alfa
__ADS_1
'Aku sudah membayar kalian dengan mahal! apa kalian begitu bo*doh sehingga tidak menemukan putriku itu!" amuk tuan Alfa dengan marah yang menggebuh
Tuan Alfa sekarang diliputi amarah, dia sudah menyuruh seorang yang ahli dalam mencari orang tetapi sampai sekarang Lio belum juga ditemukan.
'Maafkan saya tuan, akan saya usahakan lagi mencari keberadaan nona Liora" ucap suruhan tuan Alfa
Tanpa menjawab ucapan suruhannya tuan Alfa langsung mematikan sambungan teleponnya.
Air matanya mengalir tanpa terduga, sudah beberapa bulan sejak kepergian putri kecilnya itu tetapi belum juga ditemukan.
'Dimana kamu nak, papa merindukanmu" isak tuan Alfa
Nyonya Erika yang baru saja pulang dari arisan bersama teman sosialita menatap tuan Alfa sedikit ragu, sebenarnya nyonya Erika juga mencari Lio secara diam-diam, nyonya Erika terlalu gengsi mengatakan bahwa dia juga menyayangi Lio.
'Sudahlah pah, papa sudah berusaha untuk mencari Lio, nanti papa sakit" bujuk nyonya Erika mengelus punggung tuan Alfa
Tuan Alfa menatap nyonya Erika tajam kemudian langsung memeluk nya erat sembari menangis sesenggukan, terlihat betapa rapuhnya tuan Alfa sekarang.
'Pulanglah sayang, mama janji akan mengabulkan semua yang kamu minta, lihatlah papa mu begitu rapuh sekarang" ucap nyonya Erika dalam hatinya
'Mah, bagaimana keadaan putri kecil kita di luar sana hiks..papa pengen ketemu dia, papa salah mah hiks..jemput dia mah, papa ingin melihat wajahnya" tuan Alfa menangis dalam pelukan istrinya
Apabila orang lain yang melihat tanpa tau sebabnya maka akan berpikir bahwa tuan Alfa sangat cengeng. terlihat tuan Alfa seperti anak kecil yang menangis dalam pelukan ibunya.
'Pah, maafkan mama pah, ini semua salah mamah, harusnya mama menyayangi Lio dengan setulus hati, aku seorang ibu malah membenci nya dan mengucilkannya, maafkan mama pah hiks.." ucap nyonya Erika
nyonya Erika tidak tahan lagi menahannya, dia juga menyimpan rasa sakit di uluh hatinya saat mendengar kepergian putrinya
'Pah, kita harus turun langsung mencari Lio, mama takut Lio sudah hiks...hiks.. Lio sudah per...
'Jangan mengatakan itu mah, putri kecil kita orang yang kuat, dia masih hidup, papa sangat yakin" potong tuan Alfa tidak mau mendengarkan kelanjutan ucapan istrinya
__ADS_1
'Iya pah, maafkan mama yang tidak becus menjadi seorang ibu yang baik" nyonya Erika menangis mengingat perlakuan buruknya itu
Keduanya menangis sambil berpelukan sambil berdoa dalam hati masing-masing agar putri mereka segara ditemukan.
Tuan Alfa kembali mengerahkan seluruh pengawalnya untuk mencari Lio bahkan dia menyuruh seorang detektif handal untuk mencari putrinya.
Sedangkan di lain sisi Leon meng*hisap rokok yang dia genggam di balkon kamarnya.
Tatapannya kosong karena merasa bersalah pada Lio.
Leon menyentuh bekas operasinya, di dalam tubuhnya terdapat ginjal saudara kembarnya, perlahan air matanya mengalir.
'Berani kamu memberikan ginjal mu padaku sia*lan! aku tidak memintanya!" teriak Leon menahan rasa sakit di uluh hatinya
'Mengapa kamu meninggalkan aku hiks.. apa kamu tidak bisa menungguku untuk membawamu keluar dari rumah ini?" Leon bermonolog sendiri
'Apa kamu sebegitu lemahnya hmm..katakan padaku, apa kamu tidak menganggap ku sebagai seorang adik? mengapa kamu meninggalkan aku sendirian disini, harusnya kamu mengajak ku" Leon meremas dadanya Karena merasa sakit membayangkan wajah Lio yang selalu pucat
Leon kembali meng*hisap rokoknya, semenjak Lio pergi Leon berubah menjadi pecandu berbahan nikotin itu, dia begitu stres karena di tinggalkan oleh Lio, terlebih ginjal milik Lio ada padanya, rasanya dia mau mengeluarkan ginjal itu dari dalam tubuhnya, tetapi dia harus menjaganya agar setelah Lio di temukan maka dia akan memulangkan ginjal itu pada pemilik sebenarnya.
'Kapan kamu pulang hiks..aku janji akan menjadi adik yang baik, yang bisa menjaga kamu, aku akan membawa kamu keluar dari rumah ini, jadi kumohon pulanglah, lihat keadaanku sekarang, atau lihat kondisi papa sekarang, dia juga sama tersiksanya, kumohon pulanglah" Isak Leon menonjok dinding hingga tangannya berdarah
🌻🌻🌻
Author nangis nih😭😭
Apa author kasih hukuman dulu sama tuan Alfa dan nyonya Erika? Tapi kasihan juga mereka orang tua tidak seharusnya di siksa ya kann..
Menurut kalian gimana gaess? Kasih saran dong😘
riri-Can
__ADS_1