
Lio memasak dengan serius meski dia tau Xavier terus menatapnya sedari tadi, sebenarnya Lio sedikit risih melihatnya tetapi dia mulai berpikir bahwa Xavier melakukan hal itu hanya ingin memperlihatkan cara menyanginya.
Lio berinisiatif memasak makanan yang sudah menjadi hal biasa dinegaranya yaitu nasi goreng, dia tau betul di negara P ini makanan ittu belum terlalu di kenal banyak orang mungkin hanya beberapa orang saja.
'Kamu memasak apa darling?" Xavier mengapit pinggang ramping Lio dari samping
Xavier menatap teflon yang kini sudah berisi sedikit margarin dan beberapa bahan diatasnya yang sama sekali tidak Xavier ketahui, jujur saja dia lebih memilih berkutat dengan senjata apinya daripada berkutat dengan dapur.
Lio tersenyum manis melihat raut wajah Xavier yang mengerut menandakan bahwa dia tengah bingung dan bertanya-tanya.
'Aku mau memasak nasi goreng" ucap Lio antusias
'Nasi goreng? Makanan jenis apa itu darling?" Xavier bertanya dengan wajah polosnya
Lio tersenyum manis saat Xavier bertanya, dia sudah bisa menebak kalau Xavier tidak akan tau apa itu nasi goreng.
'Nasi goreng itu adalah makanan yang banyak dijumpai di indonesia, bahan utamanya itu adalah nasi dan dicampur dengan rempah-rempah" terang Lio dengan tenang
'Aku tidak terbiasa makan nasi darling" Xavier berucap cuek
'Aku tau, tapi aku tidak terbiasa makan tanpa nasi" ucap Lio sembari mengaduk-ngaduk nasi yang sudah tercampur dengan penyedap bumbu hingga aroma wangi tercium
Xavier menatap Lio dari samping, dia sedikit bingung dengan negara Indonesia yang tidak bisa makan tanpa ada nasi sebagai makanan pendamping, padahal dinegaranya hanya butuh selembar roti saja dan segelas susu atau teh maupun kopi sudah membuat kenyang.
'Negaramu sungguh unik darling" Xavier berucap sambil terkekeh
'Tentu saja unik, negaraku sangat bagus dan indah" pungkas Lio sedikit kesal mendengar Xavier terkekeh seolah tengah mengejek negaranya
'Apa kamu sedang kesal darling?" Xavier bingung melihat raut wajah gadisnya terlihat kesal
'Tanyakan pada dirimu" Lio meletakkan nasi diatas piring meninggalkan Xavier yang masih terbengong
Xavier kembali berpikir tentang asal gadisnya itu, dia sedikit bingung dengan ucapan Lio yang terdengar aneh padahal dia hanya bertanya.
'Apa dinegaranya bertanya itu salah?" monolog Xavier pada dirinya sendiri
'Sudahlah" sambungnya lagi kemudian melangkah menuju Lio yang kini duduk di atas kursi
'Makanlah" Lio menyerah kan nasi goreng buatannya dihadapan Xavier
__ADS_1
Xavier menatap tampilan makanan yang bernama nasi goreng itu intens, tampilan nya terlihat unik dengan warna sedikit yang susah untuk di sebutkan dan telur ceplok diatasnya.
Dengan ragu Xavier menyuapkannya kedalam mulutnya kemudian mengunyah nya dan menelannya.
Setelah nasi goreng itu tertelan, Xavier berhenti sejenak merasakan rasa nasi goreng yang menurutnya sedikit unik kemudian menyuapkannya lagi kedalam mulut hingga beberapa suapan hingga dia dapat memberikan komentar tentang rasa nasi goreng dihadapannya.
'Rasanya sangat enak dan umm gurih" jelas Xavier melanjutkan makannya
Lio yang tadinya kesal mendadak tersenyum senang karena Xavier menyukai masakannya.
'Aku akan menyuruh para pelayan memasaknya setiap hari" lanjut Xavier
'Jangan!" sewot Lio
'Kenapa? Apa hanya orang indonesia yang boleh memasaknya?" Xavier menatap bingung Lio
Entah kenapa dia tidak suka dengan ciri khas negara asia satu itu, apa mereka sangat menjunjung tinggi tentang orang yang memasak nya, dan hanya orang indonesia saja yang boleh memasakannya, kalau iya maka dia tetap akan menyuruh pelayannya untuk memasak nasi goreng itu karena dia mulai suka pada makanan satu itu.
'Bukan begitu, siapapun boleh memasaknya hanya saja tidak terlalu baik apabila dimakan setiap hari karena mengandung minyak dan lemak yang berlebihan" terang Lio pada Xavier yang masih menatapnya tajam
'Baiklah, kapan-kapan saja" pasrah Xavier
'Aku memiliki mu bukan untuk jadi pelayan darling, cukup kamu disamping ku saja dan soal masak memasak sudah ada yang mengerjakan, tugasmu hanya satu yaitu MEMUASKAN ku" Xavier berucap dengan nada tegas tetapi saat mengucapkan kata memuaskan dia menatap Lio nakal
Wajah Lio memerah, jujur saja dia tidak suka dengan semua ucapan fulgar Xavier padanya.
'Apa kamu sedang malu darling?" Xavier mulai menggoda Lio
'Hentikan!" sungut Lio mulai kesal
'Kenapa? padahal aku menyukai nya" goda Xavier
'Kenapa kamu suka sekali berkata fulgar begitu? Apa mulutmu licin" kesal Lio
'Tentu saja sangat licin, mau membuktikan nya?" Xavier berkata dengan nada licik
Lio bergidik melihat seringaian Xavier yang kini sudah berdiri disamping nya dan menarik kursi duduknya kemudian mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya diatas meja makan.
'Apa yang kamu lakukan" gugup Lio
__ADS_1
'Membuktikan nya darling" Xavier mengurung tubuh Lio dan mendekatkan wajahnya pada wajah Lio
CUP
Xavier mengecup bibir Lio kemudian melepaskannya dan menatap mata Lio yang berpengaruh besar membangkitkan hasrat lelakinya.
'Kamu sangat menggairahkan darling" Xavier berucap serak dan kembali mencium Lio
Ciuman Xavier kali ini sangat ganas karena dirinya diliputi nafsu yang membara, rasanya dia ingin segera membawa gadisnya keatas ranjang dan bergumul panas dibawah selimut tetapi dia sadar gadisnya masih belum siap, dan Xavier tidak mau merusak gadisnya hanya karena nafsu sia*lannya itu. Dia akan menunggu hingga gadisnya siap.
'EHEMMM!" suara deheman seseorang
lio mendorong dada kekar Xavier saat mendengar suara deheman dan terlihat Emillya yang menatap mereka tajam.
Sebenarnya Emillya sudah lama berdiri disana, bahkan dia melihat dengan jelas saat kakak nya itu berkata fulgar pada kakak iparnya yang sangat polos dan mau saja dibohongi oleh kakak iblisnya itu. Hingga kesabaran nya habis melihat kakaknya mencium Lio.
Emillya bukannya tidak suka, malah dia sangat suka dan senang melihat kakak nya senang tetapi dia tidak sukanya karena dia merasa seperti dipanas-panasi oleh kakaknya seolah mengejek dirinya karena dirinya jomblo, dia beberapa hari yang lalu baru putus dari kekasih nya dan sekarang dia melihat tepat di depan matanya kemesraan kakak nya itu, tentu saja dia kesal.
'Apa tidak bisa kalian lakukan di dalam kamar" Emillya menatap kakaknya kesal
'Mengganggu saja" Xavier tak kalah kesalnya melihat adik nya mengganggu kesenangannya
'Mengganggu? Apa kakak tidak sadar diri" Emillya melotot pada kakaknya
'Diamlah! Ayo pergi darling" Xavier menggendong tubuh Lio seperti bayi koala meninggalkan Emillya yang melongo melihat sikap kakaknya yang terlihat bukan seperti diringa sendiri
'Ternyata IBLIS sepertinya bisa jatuh cinta, dan sekali jatuh cinta duniapun seakan miliknya sendiri, apa dia tidak sadar akan usianya yang akan menginjak kepala empat itu. Ckck aku cukup kasihan pada kakak ipar mempunyai suami setua dirinya padahal masih banyak pria yang sepadan untuk nya, apalagi dia cantik. Mengapa tuhan memberikan jodoh yang cukup tua pada kakak ipar" Emillya berucap dalam hatinya sembari melihat Xavier yang masih menggendong Lio menuju atas sana
'Nasib punya kakak Mafia ya begini, dekat dengan seorang laki-laki saja susah. Bagaimana bisa aku mendapatkan jodoh kalau begini" Emillya berdecak pada dirinya sendiri
🌻🌻🌻
Menurut kalian enak gasih di posisi Emillya, Author jujur saja pasti rasanya seperti di pinggiran jurang antara hidup dan mati karena banyaknya musuh yang mengintai.
Saran kalian gimana nih gaes, author up berapa kali sehari nih? Yang mau ngasih saran monggo gaess author menunggu tanggapan kalian ya.
Jangan lupa buat VOTE, LIKE and KOMEN ya gaes.
riri-chan
__ADS_1