KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Flashback


__ADS_3

Flashback


Setelah Xavier pergi dari mansion terlihat beberapa orang berbaju hitam menghabisi para penjaga dengan menembak bius.


Ada beberapa pengawal yang mengetahui segera pasang posisi untuk melindungi mansion tetap aman akhirnya peperangan terjadi.


Duisy yang berada di dalam rumah mendengar kekacauan segera berlari menuju lantai dimana kamar nyonya dan tuan mudanya berada.


Sedangkan di kamar Lio dan Xavier, terlihat Geoff yang tengah makan buah peach yang sudah Lio kupas.


'Mommy nanti jika dedek bayi sudah lahir Geoff pengen namanya Disha" Geoff mencium perut Lio dari balik baju yang Lio kenakan


'Memangnya sudah yakin jika dedeknya perempuan?" tanya Lio seraya menggoda putranya


'Ayolah Mom, pasti perempuan, kamu harus perempuan awas saja jika bukan, Geoff sama Daddy tidak mau berteman denganmu" ucap Geoff mengancan


Lio yang mendengarnya tertawa kuat karena ucapan putranya mengingatkan dirinya saat mengandung Geoff, saat itu Xavier sering sekali mengancam kandungannya.


'Like father like son" batin Lio


'Baiklah nanti dedeknya perempuan, apa sudah puas?" Lio mencium pipi Geoff yang tersenyum manis


'Nanti kita jalan-jalan kan Mommy, ke pantai" ujar Geoff berbinar membayangkan dirinya bermain di pantai


'Tentu sayang, nanti kita main ke pantai" Lio merasa senang jika putranya itu senang


Hingga kesenangan mereka terganggu saat pintu di buka secara paksa oleh Duisy.


'DUISY! kamu membuatku terkejut!" Lio mengelus dadanya


'Maafkan saya nyonya, di bawah tengah terjadi kekacauan, sembunyilah di tempat yang aman, saya akan menjaga disini" ucap Duisy dengan nafas ngos-ngosan


'Apa yang terjadi?" Lio segera berdiri merasa jantungnya berdetak tidak karuan


'Tidak ada waktu untuk menjelaskan nyonya, sembunyilah saya akan menahan disini" Duisy segera menutup pintu dan mencoba menhaan di dekat pintu


Di dalam kamar terlihat Lio yang panik hingga tatapan tertuju pada lemari karena seingatnya di dalam lemari itu ada sebuah ruangan tersembunyi.


Belum juga mereka masuk kedalam lemari terdengar suara teriakan Duisy yang merupakan sebuah kode agar Lio segera sembunyi.


Lio segera sembunyi bersama Geoff ke dalam lemari tetapi di dalam lemari itu terdapat ruangan kosong.

__ADS_1


Terdengar suara tembakan di luar lemari bahkan suara depar langkah kaki terdengar jelas membuat Lio mendekap erat Geoff yang bergetar takut.


Geoff menghubungi nomor sekretaris Ben karena mengingat jika ponsel Daddy-nya tertinggal.


'UNCLE! HUWAAAA..... GEOFF TAKUT HIKS... UNCLE HIKS... DADDY HIKS..!" teriak Geoff karena takut


DOR


DOR


DOR


Suara tembakan sebanyak tiga kali terdengar, entah apa yang terjadi di luar tetapi Geoff sangat takut.


'Halo... ini Daddy son, katakan sesuatu" ucap Xavier panik di seberang sana


'Daddy hiks... hiks... Duisy di tembak hiks.. Huwaaa... Geoff takut hiks.. mereka saling menembak hiks.. Duisy berdarah hiks.." isak Geoff


'Lebih cepat Ben!" perintah Xavier


'Son, dimana kamu sekarang?" tanya Xavier khawatir


'Goeff sama Mommy di ruang gelap dalam lemari hiks.. mereka membuat Duisy berdarah Daddy hiks.. Geoff takut" isak Geoff


'Mommy disini ... AKKKHHHHH.... MOMMYY..... MOMMYYY.... HUWAAA...


Tiba-tiba saja pintu lemari di buka secara paksa dan salah seorang pria merebut ponsel milik Lio dan melemparkannya ke lantai, pria itu juga menembak ponsel itu sebanyak 3 kali membuat Geoff berteriak takut.


Lio dan Geoff di paksa ikut dengan mereka tanpa alas kaki.


Lio bisa melihat tubuh putranya bergetar melihat beberapa mayat yang tergeletak di lantai, terlihat juga Duisy yang tergeletak di lantai.


Geoff memberontak dan berlari pada Duisy yang terlihat susah bernafas.


'T..tuan m..muda" panggil Duisy dengan susah payah


Tangan Duisy menyentuh lengan Geoff yang menyentuhnya hingga Geoff di seret membuatnya menangis.


'DUISY.....!" teriak Geoff dengan isak tangisnya


Mereka berdua di bawa ke sebuah mobil, di luar mansion lebih parah karena banyak sekali beberapa mayat tergeletak membuat Geoff mual mencium bau anyir darah yang menggenang di jalanan.

__ADS_1


Lio memberontak karena tidak tahan melihat kondisi putranya kemudian menggendongnya dengan Menenggelamkan wajah Geoff pada lehernya agar putranya tidak melihat hal mengerikan itu.


Selama di perjalanan Lio hanya diam meski dirinya begitu takut tetapi dia tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan, dirinya sudah belajar ilmu beladiri tetapi saat ini dia tengah berbadan dua belum lagi putranya tengah ketakutan, dia harus mengambil jalan aman, meskipun mereka di culik belum tentu mereka langsung membunuhnya dan putranya.


Hingga tatapan Lio tertuju pada sebuah pisau yang ada di dekat jendela, dengan susah payah Lio mengambilnya karena Geoff berada di pangkuannya tengah meringkuk ketakutan.


Mereka berdua di bawa ke sebuah bangunan yang berada dekat hutan dan mereka pun mengikat tangan Lio dan Geoff.


Geoff menangis sesenggukan karena takut membuat Lio khawatir dengan kondisi putranya itu, dulu dia juga pernah berada di posisi Geoff untung saja Xavier bisa menenangkan dirinya saat itu.


'Tenanglah sayang, Mommy ada disini" Lio meneteskan air matanya melihat tatapan mata Geoff yang penuh ketakutan


Geoff usianya baru saja menginjak 5 tahun tetapi malah melihat kejadian mengerikan, tentu hal itu membuat batinnya terguncang.


'Tutup saja matamu sayang, jangan membukanya kecuali jika Mommy menyuruhmu untuk membukanya" ucap Lio seolah perintah yang harus Geoff turuti


Lio perlahan mengeluarkan pisau yang dia simpan di pinggangnya, untung saja pisau itu tidak menusuk perutnya.


Dengan susah payah Lio melepaskan tali ikatan itu hingga berhasil meski tangannya tersayat tetapi rasa sakit itu tidak seberapa besar dengan rasa khawatir Lio terhadap ketakutan putranya.


Lio berdiri dan terdiam sejenak karena perutnya sakit, tetapi hanya beberapa menit, dengan cepat Lio melepaskan ikatan putranya.


Matanya mencari-cari jalan keluar, dan terlihat jendela yang tingginya tidak seberapa, hanya setinggi Geoff.


Lio perlahan menggendong Geoff yang masih menutup matanya.


Perasaan syukur Lio ucapkan saat mereka sudah keluar dari bangunan itu, meski banyak penjaga tetapi entah mereka yang bo*doh atau memang rezeki Lio, bagian samping bangunan tidak ada penjaga, dengan pelan-pelan Lio berjalan agar tidak ketahuan hingga lumayan jauh Lio batu berlari sedikit.


Nafas Lio ngos-ngosan belum lagi perutnya yang terasa sakit, seharusnya dia istirahat dengan kehamilannya yang sebentar lagi akan memasuki lahiran.


Lio keluar dari hutan dan berjalan di jalan raya belum juga bisa bernafas lega, Lio melihat di depan sana terlihat mobil melintas membuatnya berpikir jika mobil itu adalah milik komplotan penculik tadi, Lio segera kembali masuk ke dalam hutan dan berlari sekuat tenaga.


Lio memilih bersembunyi di balik pohon yang besar karena sudah tidak tahan lagi, sebelum kesadarannya hilang sayup-sayup Lio mendengar suara suaminya entah itu hanya halusinasi tetapi terdengar begitu nyata hingga Lio tidak sadarkan diri.


Flashback off


🥀🥀🥀


Jadi begitulah kejadiannya guyss... Btw Lio merupakan sosok ibu yang hebat, tidak perduli seberapa sakit yang penting anaknya baik-baik saja.


Tetapi memang semua sosok ibu begitu, paling tidak suka jika anaknya terjadi sesuatu, sehat terus buat kalian para ibu dan calon ibu nantinya.

__ADS_1


riri-can


__ADS_2