
Lio tengah berbaring sambil mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat membuncit.
Lio tersenyum senang karena beberapa bulan lagi dia akan menjadi seorang ibu dan rasanya Lio sudah tidak sabar menantikan hal itu.
'Darling" panggil Xavier manja
Lio mengerutkan keningnya melihat suaminya yang terlihat lemas.
'Ada apa?" Lio bertanya dengan lembut
'Aku menginginkan kamu darling" ucap Xavier manja
Lio melihat wajah loyo suaminya, Lio kasihan melihat keputusasaan suaminya itu, beberapa bulan ini mereka tidak melakukan hubungan intim karena kondisi Lio yang tidak memungkinkan.
'Aku juga menginginkannya sayang" ucap Lio menyambut hangat keinginan Xavier
Xavier yang tadinya lesu langsung sumringah, istrinya sangat tahu bagaimana menyenangkannya.
'Tapi baby kita" Xavier menatap perut Lio yang membuncit
'Kita lakukan secara lembut sayang, biar baby nya tidak terjadi apa-apa" jelas Lio mengelus pipi Xavier
Lio menarik tangan Xavier agar berbaring di atas ranjang, Xavier tersenyum puas melihat tindakan berani istrinya.
'Aku yang mendominasi sayang" ucap Lio manja dengan mengerlingkan sebelah matanya sambil menggigit bibir bawahnya membuat Xavier tidak tahan untuk melahap istrinya
Lio duduk di atas perut Xavier dengan mengelus dada Xavier membuat Xavier memejamkan matanya menahan nafsunya.
'Darling jangan menyiksaku" rengek Xavier manja
'Aku tidak menyiksamu sayang" goda Lio yang kini menaruh tangan Xavier ke salah satu buah dadanya dan memberi arahan agar mere*masnya
Xavier sungguh tidak tahan dengan perlakuan kecil istrinya itu, sampai kapanpun dia tidak akan pernah bosan dengan permainan manis istrinya.
'Darling" lirih Xavier
Lio tersenyum puas melihat Xavier yang begitu tersiksa tanpa mau lama-lama Lio menjatuhkan ciumannya pada Xavier.
Xavier menyambut hangat ciuman Lio dan melu*matnya. Xavier merasa malam ini dia akan berbuka puasa setelah beberapa bulan berpuasa.
Cukup lama mereka berdua berciuman hingga Xavier melepaskan ciumannya karena merasa pasokan oksigen Lio semakin menipis.
Lio menoleh kebelakang untuk menyentuh junior milik Xavier dan mengelusnya secara perlahan hal itu membuat Xavier mengerang.
Lio tersenyum melihat Xavier yang terlihat menderita, Lio terus mengelusnya sesekali mere*masnya dari balik celana milik Xavier.
'Arrgghhhh...darling berhentilah melakukan itu, aku sungguh tidak tahan sekarang!" erang Xavier mencoba menghentikan tangan Lio yang memainkan Junior besarnya itu
__ADS_1
Karena sudah tidak tahan Xavier langsung membalikkan posisi tubuh mereka, kini tubuh Lio yang berada di bawahnya.
Xavier tersenyum licik melihat Lio yang terkejut.
'Kamu akan mendapatkan balasanmu darling karena berani mempermainkan aku" bisik Xavier sambil menggigit kecil daun telinga Lio
'Aku menantikan hukumanmu sayang" Lio mengalungkan tangannya pada leher Xavier
Xavier menatap wajah cantik alami istrinya, rasanya dia tidak akan pernah bosan melihat wajah itu.
Xavier pun mencium bibir Lio dan melu*matnya, Lio menyambut ciuman Xavier, ciuman tadi yang awalnya biasa semakin mendesak dengan Xavier yang berkuasa pada tubuh Lio.
Lio bergerak di bawah kungkuhan Xavier yang kini tengah menyusu pada buah dadanya yang semakin membesar setelah kehamilannya.
Xavier melepaskan isapannya dan menatap wajah bergairah Lio.
Xavier mencubit gemas pu*ting Lio yang mencuat akibat isa*pannya tadi dan kembali meng*isapnya.
'Ahhh sayang jangan seperti ini" desah Lio tidak tahan
Xavier tersenyum puas karena sudah berhasil membalas perlakuan istrinya tadi.
'Ini hukumanmu darling" kekeh Xavier
Xavier mengelus paha Lio menuju selang*kangan Lio, mengelus inti milik Lio dari balik celana.
'Milikmu basah darling" goda Xavier semakin semangat karena istrinya juga menginginkan hal ini
'Memohonlah darling" ucap Xavier memasukkan dua jarinya ke dalam inti tubuh Lio
Lio menggigit bibirnya tidak tahan saat Xavier menusuk miliknya dan mengeluarkannya kembali.
'Masih belum mau memohon?" Xavier gemas melihat wajah memerah Lio
'A...aku ingin ahhh...a..kkk..aku menginginkan itu sayang, kumohon ahhh...sayangggg..." mohon Lio di sela-sela desahannya
Xavier tersenyum puas dan langsung meraup bibir Lio dengan melu*matnya penuh nafsu.
Lio mengarahkan tangan Xavier agar memainkan kedua gundukan daging miliknya itu dan Xavier tentunya tidak menolak keinginan Lio karena dia juga menginginkannya.
'AHHHHH......SAYANGGHHHGGG!" Lio mendesah hebat setelah pelepasan pertamanya
Nafasnya ngos-ngosan sambil menutup matanya.
Xavier tersenyum puas melihat betapa cantiknya Lio yang menutup matanya karena terpuaskan olehnya.
Xavier berjongkok di hadapan vag*ina milik Lio.
__ADS_1
Xavier men*jilati paha Lio hingga menuju vagi*na Lio.
Lio mengerang saat Xavier menji*lati dan meng*hisap cairan miliknya itu, Lio mengapit kepala Xavier yang nemplok pada vagi*nanya.
Xavier membuka kembali kedua kaki Lio dan melanjutkan kegiatannya itu tetapi kali ini Xavier menusuk-nusuk lubang vag*ina Lio menggunakan lidahnya.
'AHHHH...SAYANGGH AHHHHH...LEBIH DALAM AHHHH..." Lio semakin melebarkan kedua kakinya karena tidak tahan
Xavier tersenyum licik dan menggigit milik Lio pelan dan tidak lama kemudian Lio kembali melakukan pelepasan keduanya sehingga Xavier kembali menjilati cairan milik Lio.
Xavier bangkit dari jongkoknya kemudian membuka celana miliknya, Xavier mengarahkan pe*nis besarnya pada vag*ina Lio yang terlihat mekar.
Saat akan mencoba memasukkan juniornya itu tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk membuatnya berdecak kesal.
Xavier rasanya mau membunuh orang yang menggangu kesenangannya, bayangkan jika kepuasanmu di ganggu betapa marahnya kamu bukan?
Xavier menatap miliknya yang sedikit lagi memasuki inti milik istrinya, hanya tinggal memasukkannya saja Xavier akan merasakan kembali yang namanya surga dunia tetapi surga dunia itu sepertinya akan sirna karena pengganggu di luar sana.
Xavier menjauhkan miliknya dengan terpaksa dan langsung memakai celananya kemudian melenggang pergi menuju pintu.
Sedangkan Lio membenarkan piyama tidurnya dan menatap kepergian Xavier tidak ikhlas.
Xavier membuka pintu kamarnya dan menatap sekretaris Ben yang berdiri dengan wajah seriusnya.
Xavier yang awalnya ingin marah langsung merubah mimik wajahnya serius.
'Katakan ada apa?" tanya Xavier serius
'Saya rasa sebaiknya kita membicarakan ini di ruang tertutup tuan" ucap sekretaris Ben serius meski dia menyesal mengganggu kesenangan tuannya melihat penampilan Xavier yang berantakan dengan milik Xavier yang berdiri di balik celana
'Baiklah" ucap Xavier menutup pintu dan berjalan menuju ruang kerjanya
Sekretaris Ben mengeluarkan beberapa lembar kertas yang berisi data milik Yoshua.
'Yoshua adalah putra dari tuan Yordan, Yoshua masuk ke dunia bawah menggunakan kekuasaan ayahnya tuan dan saya sudah memasukkan beberapa mata-mata ke kelompok mereka" jelas sekretaris Ben menjelaskan
'Bagus, katakan pada suruhanmu agar melakukan yang terbaik" ucap Xavier
'Baik tuan, akan saya laksanakan" patuh sekretaris Ben
'Untuk pertahanan mansion sudah saya masukkan anggota elit dalam menjaga tuan, mereka ada di setiap sudut sehingga tuan tidak perlu cemas kejadian itu terulang kembali" sekretaris Ben memperlihatkan tab miliknya dan memperlihatkan beberapa anggota elit yang bertugas
'Bagus, aku suka kerjamu" ucap Xavier bangga sambil menepuk pundak sekretaris Ben
Sekertaris Ben tersenyum senang karena tuannya memuji usahanya begitu bagus, kedepannya dia akan lebih berusaha.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Semoga suka
riri-can